Category Archives: Travel

Two Weeks in Paradise: Lombok and Gili
Travel
September 13, 2014 posted by Ozip Team

Two Weeks in Paradise: Lombok and Gili

Indonesia first presented itself to me when I was seven years old. Within a week of my first school Indonesian lesson, meeting my charismatic teacher from Jawa and discovering the delicacy that was steaming-hot mie goreng, I was hooked. In 2014, I spent five months in Jogja, Jawa, whilst completing a semester of advanced Indonesian at the University of Gadjah Mada (UGM). Translation: weeknights at Happy Puppy Karaoke, sampling unusual mushroom dishes, epic conversations with strangers whilst waiting out heavy downpours, and frequent getaways to a new exotic location. Read on for details about my memorable trip to Lombok and Gili in May. (more…)

Indonesia is My Second Home
Travel
August 7, 2014 posted by Ozip Team

Indonesia is My Second Home

 Indonesia is my second home. Whenever I am away too long, I begin to relive memories, picture places and feel and smell the humid air. I have lost count of the times I have found myself sitting in class in Melbourne drifting back to hour-long tours (taxi rides) of Jakarta, particularly when it’s a cold wet Melbourne day like today. I can’t remember the first time I visited Indonesia as a very small child. When I was very young, Indonesia was so special to me because it was full of not only friendly familiar faces but also a constant stream of warm encounters with strangers. My memories have blurred together, running through every season of my life with Indonesia a constant element. (more…)

“Jalan-Jalan Across Indonesia”
Travel
July 22, 2014 posted by Ozip Team

“Jalan-Jalan Across Indonesia”

After graduating from 5.5 years of university study in August 2013 and beginning my first full-time job the following Monday, I felt everything was finally coming together for me. Unfortunately by Mid-October I was unemployed once again. I knew something had to change and I was jaded by life in Melbourne. So, I decided I would travel to Indonesia and experience life in a foreign land as different as possible from Australia. In hindsight, it was the best decision of my life and here’s my story! (more…)

Want To Experience Something Different?  Try Flores
Travel
April 4, 2014 posted by Ozip Team

Want To Experience Something Different? Try Flores

Traditionally Australian tourists when travelling to Indonesia only visit the islands of Bali and Java, but why not try something different? In January, this year my girlfriend and I set off to Flores to visit a part of Indonesia rarely frequented by Aussies. Here’s our Flores story. What will yours be? (more…)

‘Kongkow’ di Brisbane
Travel
March 18, 2014 posted by Ozip Team

‘Kongkow’ di Brisbane

Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, adalah kota terbesar ketiga di Australia. Kota Brisbane ini mendapat penghargaan “The Coolest city in Australia” dari majalah Lonely Planet Travel Guide yang merupakan “kitab suci” para petualang. (more…)

Travel
February 20, 2014 posted by Ozip Team

Bass Coast – Wonthaggi – Inverloch

Kebanyakan orang mungkin akan lebih mengenal Phillip Island sebagai tujuan wisata keluarga. Dengan pantai yang indah dan pemandangan yang luar biasa, apalagi ditambah tempat-tempat wisata yang unik, tidak heran kalau Phillip Island punya daya tarik tersendiri, terutama dengan atraksi penguinnya. Namun tidak banyak yang tahu kalau Phillip Island hanya merupakan salah satu bagian dari Bass Coast Shire.
(more…)

Ho Chi Minh City
Travel
February 20, 2014 posted by Ozip Team

Ho Chi Minh City

Sudah pernah coba kunjungan ke Vietnam? Kaya dengan cerita sejarah, menawarkan banyak atraksi menarik dan makanan-makanan enak yang eksotik – tiga alasan kenapa Anda perlu mempertimbangkan Ho Chi Minh City sebagai tempat liburan selanjutnya! 

Ho Chi Minh City adalah kota terpenting kedua setelah Hanoi di Vietnam dan kota ini merupakan pusat pengetahuan, perdagangan, teknologi, industri,  dan wisata. Di era kolonial Perancis, Ho Chi Minh City adalah ibukota dan pusat pemerintahan wilayah ini.

Vietnamese-Coffee-With-BODY Saigon-Central-Post-Office-in-Ho-Chi-Minh-City-copy inside-ben-thanh-market 800px-Main_building_of_the_War_Remnants_Museum,_Ho_Chi_Minh_City,_Vietnam_-_20120810-02

1)  Kaya sejarah

Wisata di Vietnam, khususnya di kota Ho Chi Minh City yang tadinya bernama Saigon ini, tentu tidak bisa lepas dari cerita sejarah. Carut marut kisah negara ini, peperangan yang terjadi, sampai peninggalan budaya zaman  kolonial masih meninggalkan jejak sampai sekarang.

Arsitektur megah karya Gustave Eiffel bisa disaksikan di Saigon Central Post Office, yang mulai berdiri tahun 1886 dan sampai sekarang masih menjadi salah satu gedung paling populer disini.  Atap berkubah yang panjang, tembok-tembok yang dilapisi dengan peta zaman kolonial Perancis, foto portret Ho Chi Minh, sang Presiden dan Perdana Menteri yang memimpin perjuangan revolusi Vietnam, serta lantai-lantai keramik dengan pola yang rumit, menjadi ciri khas bangunan ini. Di hadapan bangunan ini, terdapat Katedral Notre-Dame yang dibangun oleh pemerintah koloni Perancis sekitar tahun 1863-1880 dan sama megahnya.

Sebagai pengalaman yang kontras, coba juga berkunjung ke War Remnants Museum. Museum ini mendokumentasikan brutalitas yang dialami negara ini selama Perang Vietnam. Jadi, tentu saja bukan untuk Anda yang gampang panik, takut, tersentuh hatinya, atau stress. Terlepas dari apakah ceritanya merupakan bagian dari propaganda pihak tertentu, tetap saja ini merupakan salah satu museum yang paling dikunjungi di negara ini dengan jumlah pengunjung lebih dari 500,000 orang per tahun. Di sini ditunjukkan berbagai perlengkapan militer, jenis-jenis hukuman dan kekerasan yang terjadi ketika perang, sampai foto-foto dan kisah-kisah tentang perang yang merasuki Vietnam di tahun 1959 – 1975 ini.

Melengkapi pengalaman di museum ini, silakan sempatkan menjelajahi Terowongan Cu Chi (bersama pemandu wisata dalam sebuah tur), terowongan bawah tanah yang digunakan sebagai pusat operasi tentara gerilya Vietcong selama Perang tahun 1968, dan memainkan peranan yang besar untuk membantu tentara Vietnam mengalahkan Amerika Serikat.

Untuk mengenal lebih dalam sejarah Vietnam sendiri, terlepas dari peperangan, silakan jelajahi History Museum, gedung bergaya kolonial Perancis yang dibangun tahun 1929 dan terletak di dalam taman botani yang rimbun. 4000 tahun kehidupan dan kebudayaan Vietnam ditunjukkan disini. Rekomendasinya, setting museumnya cukup professional dan mengesankan.

2)  Banyak atraksi menarik

Ho Chi Minh City yang modern kini sudah dipenuhi dengan berbagai atraksi menarik. Salah satu yang patut disimak adalah Water Puppet, pertunjukan wayang yang dimainkan di dalam air di Golden Dragon Water Puppet Theater. Hmm, nggak ada kan di Indonesia ataupun di Melbourne?

Hal lainnya yang menarik dicoba adalah Cyclo Riding. Cyclo, becak khas Vietnam ini hanya bisa mengangkut satu orang penumpang. Ia akan membawa Anda berkeliling kota dan melewati situs-situs yang menjadi langganan wisatawan sekaligus. Coba di malam hari untuk menghindari panas teriknya matahari.

Selanjutnya, untuk Anda yang berpasangan, mungkin bete harus berpisah saat melakukan Cyclo Riding. Saatnya berbagi berdua lagi dengan menikmati makan malam romantis kuliner khas Vietnam di atas kapal yang menyusuri Sungai Mekong. Perjalanan dinner cruise ini memakan waktu kurang lebih 2 jam, dengan titik awal dan akhir di dermaga Von Kieng. Anda bisa menikmati hiburan tarian tradisional selama menikmati makanan atau silakan melihat cantiknya pemandangan kota dan sungai di malam hari.

Sungai Mekong adalah salah satu bagian paling penting dari kota ini. Sisakan waktu sehari penuh dari pagi sampai sore untuk menyusuri delta sungai ini lewat Mekong Tour. Anda bisa berkunjung ke pulau-pulau kecil yang ada di delta sungai, dengan aktivitas-aktivitasnya masing-masing. Contohnya, di Pulau Unicorn, yang terkenal sebagai pulau penghasil madu, aktivitas yang dilakukan antara lain mengunjungi peternakan lebah internasional, mencicipi madu langsung dari sarangnya, mencicipi buah-buahan lokal dan berfoto dengan ular piton.

Di tempat lainnya, Anda bisa mengunjungi pusat industri rumahan penganan yang terbuat dari kelapa. Mulai dari permen, manisan, keripik sampai minyak murni, semuanya diolah dari air kelapa.

Anda bisa melihat kehidupan penduduk lokal yang tinggal sepanjang delta sungai, mencoba makan siang a la Vietnam di tengah perkebunan, dan bisa naik sepeda untuk mengitari beberapa tempat. Anda kembali ke tempat kapal bersandar dengan menggunakan perahu tradisional.

3)  Kuliner Vietnam

Pastinya, Anda sudah sering mendengar pho dan mungkin juga sudah sering mencicipinya. Tetapi apakah rasanya berbeda atau sama saja ketika dicoba langsung di tempat asalnya? Ketika berada di Ho Chi Minh City, kunjungi restoran Pho 2000 yang namanya melejit karena pernah dikunjungi oleh Presiden Bill Clinton ketika berkunjung ke kota ini. Restoran ini berada di kompleks Ben Thanh Market, tempat belanja murah paling terkenal di kota ini.

Selain pho, salah satu yang perlu dicoba dari Vietnam adalah kopi khas Vietnam. Diperkenalkan oleh bangsa Perancis di abad ke-19, kopi yang disajikan dengan susu kental manis yang dituangkan di atas es batu ini pantas untuk mengawali hari Anda menjelajahi kecantikan kota ini.

4)  Belanja

Ho Chi Minh mempunyai pasar murahnya sendiri yang besar, dengan 300 lebih toko di dalamnya. Ben Thanh Market selain beroperasi di siang hari juga mempunyai Night Market untuk mereka yang lebih menyukai berbelanja di malam hari (menghindari teriknya matahari). Untuk department store, kunjungi Diamond Plaza atau Saigon Centre di pusat kota. Trai Street menjual barang-barang yang lebih murah dari harga departemen store, sementara untuk koleksi butik yang lebih trendi dengan label beragam, kunjungi Nguyen Hue Street.
 

Ivan’s Escape Trip to Perth: capital of Western Australia
Travel
December 15, 2013 posted by Ozip Team

Ivan’s Escape Trip to Perth: capital of Western Australia

Teks: Ivan Ciputra Halim

Perth, kota yang terletak di pinggiran Swan River dan Samudera Hindia ini adalah kota terbesar keempat di Australia dengan populasi sekitar 1.9 juta orang. Kota yang dijuluki ’the most remote city on the world’ karena jaraknya yang sangat jauh dengan kota metropolitan lainnya ini memiliki suhu yang relatif hangat sepanjang tahun dan menawarkan berbagai tempat wisata yang sangat menarik yang patut Anda kunjungi.

Berikut adalah tempat-tempat wisata favorit pilihan saya saat berkunjung selama 3 hari (28-31 Oktober 2013) di Perth:

Scarborough Beach Cottesloe Beach 2 Rockingham Beach 1 Cottesloe Beach 1


Sunset Coast Tourist Drive

Sunset Coast Tourist Drive adalah rute sepanjang sekitar 60 kilometer menelusuri garis pantai yang terdapat di Perth mulai dari Joondalup di sebelah utara hingga Rockingham di sebelah selatan. Saat berkendara dengan mobil/sepeda yang Anda sewa, sempatkanlah waktu sejenak untuk berhenti dan menikmati keeksotisan pantai Ocean Reef, Scarborough, Cottesloe, dan Rockingham yang sangat menyejukkan hati dan menyuguhkan pemandangan pantai berpasir putih dan lautan Samudera Hindia yang berwarna biru kecerahan. Sempatkan juga diri Anda untuk bersantap siang/malam di Fremantle yang terkenal akan kenikmatan makanan seafood dan masakan ala Barat lainnya.

  1. Swan Valley

Swan Valley terletak di timur laut dan berjarak sekitar 30-45 menit (dengan mobil) dari pusat kota Perth, daerah ini merupakan salah satu daerah penghasil anggur/wine paling terkenal di Australia. Anda bisa mampir di salah satu kebun anggur yang tersedia di kawasan ini, meminum wine bercitarasa tinggi khas Western Australia sambil menikmati keindahan hamparan ladang kebun anggur. Jika beruntung, pemilik kebun anggur biasanya menawarkan segelas anggur/wine gratis untuk Anda coba.

Swan Valley 1 Swan Valley 2 Swan Valley 3

  1. Kings Park and Botanical Garden

Kings Park Afternoon View 2Kings Park menawarkan pemandangan cantik wajah kota Perth yang bersebelahan dengan Swan River. Uniknya, pemandangan kota Perth saat siang dan malam sama-sama menarik jika dilihat dari Kings Park. Jika memiliki waktu lebih, Anda bisa mengunjungi taman ini saat siang dan malam hari untuk merasakan sensasi keindahan pemandangan kota Perth yang berbeda. Bersebelahan dengan Kings Park, terdapat Botanical Garden. Di dalam Botanical Garden ini, Anda dapat melihat keunikan bentuk batang dari pohon Boab yang terkenal dan berjalan di atas glass-walk (semacam jembatan kaca) yang menawarkan pengalaman menarik bagi Anda untuk berjalan sejajar dengan tingginya berbagai macam spesies pohon yang terdapat di situ.

  1. Perth CBD

Perth_421jmSempatkanlah diri Anda untuk berjalan-jalan santai menelusuri pusat kota Perth. Situasi dan kondisi sehari-hari pusat kota Perth yang tidak terlalu ramai dan tak terlalu sepi memudahkan Anda untuk dengan leluasa menjelajah setiap sudut kota dengan hati riang gembira. Jika Anda ingin membeli oleh-oleh/souvenir untuk teman-teman, Anda bisa mengunjungi Harbour Town Perth Shopping Centre yang menjual berbagai macam pernak-pernik souvenir/ oleh-oleh dan barang-barang lainnya dengan harga yang terjangkau.

Perjalanan dari Melbourne ke Perth bisa Anda tempuh dengan jalur udara dan jalur darat. Dengan jalur udara, setiap hari Qantas/Jetstar/Virgin/Tiger Airways menyediakan beberapa kali penerbangan non-stop langsung dari Melbourne (Tullamarine) ke Perth yang memakan waktu 3.5 jam penerbangan. Jika Anda suka berpetualang, perjalanan darat dari Melbourne ke Perth yang berjarak sekitar 3300 kilometer bisa Anda tempuh dalam waktu minimal 4 hari 3 malam.

 Perth CBD 2 Perth CBD 3 Perth CBD 4 Perth CBD 1
The Wedding :  Western Vs Eastern
Travel
December 15, 2013 posted by Ozip Team

The Wedding : Western Vs Eastern

By : Joceline Fanjaya Jana

Photos by : Andreas Wirjady

Copy of IMG_0995 IMG_3693 393030_475437109193802_2056796868_n

Pernikahan merupakan salah satu momen yang paling spesial dalam hidup kebanyakan pasangan. Di saat mulai ada kata pertunangan, maka perencanaan acara pesta pernikahan adalah level yang berikutnya. Walaupun mungkin definisi pernikahan hampir mayoritas sama; yakni persatuan dua individual menjadi satu dan membina sebuah rumah tangga, namun perayaan pesta pernikahannya yang kemungkinan akan berbeda.

 

Secara umum pesta pernikahan adalah perayaan dimana suami istri yang baru menikah menjamu para keluarga, teman, sanak saudara, dan para tamunya dalam sebuah acara makan-makan, kumpul-kumpul, sampai entertainments. Ini merupakan bentuk turut menyebarkan kebahagiaan ke seluruh para tamunya dari dan untuk kedua mempelai.

 

Untuk kebanyakan kultur Asia, pesta pernikahan sangat kuat hubungannya dengan keluarga turut membantu mengurus segala sesuatunya. Dengan berbagai macam kebudayaan, kebiasaan, dan kepercayaan, beberapa kultur juga merayakan beberapa hari sebelum hari “H-nya”. Salah satu budaya pernikahan yang banyak dilakukan komunitas Chinese di Indonesia adalah dengan menempelkan lambang pernikahan di hampir segala barang di kamar pengantin, depan pintu kamar, sampai pintu rumah.

 

Ada juga budaya dimana keluarga lelaki datang melamar dengan membawa beberapa barang wajib yang sudah disesuaikan dengan jaman: seperti membawa daging, buah, baju, kue, sepatu, perhiasan, dan uang lamaran. Kemudian pihak keluarga perempuan juga akan melakukan hal yang kurang lebih sama ke keluarga lelaki. Walaupun jaman sekarang barang yang dibawa sudah banyak yang lebih modern atau divariasikan, namun konsep melamar tersebut tetap dilestarikan di kebanyakan kultur Asia. Masih banyak juga yang memilih tanggal, hari, dan jam pernikahan yang memang disesuaikan dengan faktor keseluruhan pengantin demi kebahagiaan, kelancaran, dan luck mereka pada hari tersebut. Dan mungkin juga dikarenakan tali persaudaraan di kultur Asia lebih banyak, maka jumlah tamunya sudah dapat diperkirakan berjumlah ratusan sampai dapat ribuan. Semakin banyak tamu yang datang, semakin banyak berkat yang mendoakan.

 

Berbeda dengan kultur Asia, pernikahan ala barat terkesan lebih sederhana. Sering hanya terkesan seperti acara kumpul-kumpul keluarga dekat dan teman-teman dekat para pengantin saja. Kalau di kultur Asia pernikahan biasanya minimal 6 bulan sampai setahun lebih persiapannya, maka para pengantin barat dapat menyiapkan semuanya dalam waktu sebulan atau kurang dari sebulan. Dengan hanya memerlukan untuk mendaftar dan menyiapkan beberapa dokumen, pernikahan di catatan sipil dapat dilakukan dalam waktu beberapa minggu. Para pengantin dapat datang memakai baju pengantin atau hanya memakai baju biasa untuk upacara catatan sipil yang hanya berlangsung sekitar 15 sampai 20 menit.

 

Pernikahan ala barat juga banyak yang memilih tempat yang berkesan bagi para pengantinnya. Dapat di taman, gunung, pantai, dan bahkan di rumah keluarga saja. Bagi Molly Caddy yang akan menikah dengan tunangannya yang berasal dari India, dia memilih untuk menikah di gereja, yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Melbourne, tempat orangtuanya dahulu menikah.

 

Bagi mereka yang lebih memilih menikah di tempat yang lebih formal, maka tempat resepsi seperti The Mandalay di Northcote, Melbourne sangat digemari para pengantin yang tidak ingin terlalu repot mengurus keperluan pernikahan. Tempat resepsi seperti ini biasanya menyediakan paket dari makanan, minuman, entertainment, bunga, sampai tempat untuk mengucap janji.  Namun dalam menjalani jenis bisnis seperti ini, para pengelola dapat fleksibel dalam memenuhi permintaan para pengantin yang berbeda satu sama lainnya. Rancangan bangunan klasik ala Edwardian tahun 1912 ini memang cukup unik bagi mereka yang ingin menikah di nuansa yang berbeda dan lain dari yang lain. Salah satu hal yang paling penting adalah dimana bantuan secara pribadi dari para pengelola untuk menjamin acara tersebut dapat berjalan dengan baik adalah salah satu kunci keberhasilan tempat resepsi tersebut. Ini karena istilah event organizer untuk pernikahan kultur barat memang tidak begitu banyak dipakai. Namun di luar pesta pernikahan, biasanya tempat resepsi seperti ini juga dapat digunakan untuk keperluan pesta yang lain; seperti untuk pesta pertunangan, ulang tahun, sampai event-event yang lain.

 

Dimana dalam kultur pernikahan Asia yang mayoritas hal disiapkan jauh-jauh hari, terkadang ada kisah senang dan gemas dalam melayani para pengantin barat yang tidak sedikit menggunakan sistem “last minute”.

946775_475437095860470_477142782_n Copy of IMG_1005 Copy of IMG_1004 Copy of IMG_1003