• Menjadi Tua dan Bahagia »

    Tua. Banyak orang berpikir, “Aku masih terlalu muda untuk membicarakan topik ini”.  Kenyataannya manusia itu cenderung menolak untuk berpikir mengenai masa tua dan apa yang akan dilakukan saat tua nanti. (more…)

  • “Kepercayaan itu Sebagai Pelayanan” »

    Keluarga Katolik Indonesia (KKI) Melbourne pada awalnya dirintis oleh Marcus Soema dan Rufinus Kedang pada tahun 1984 dengan ide menyelenggarakan Misa Natal yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di paroki St. Colman’s Balaclava. Dengan pertumbuhan jumlah umat Katolik Indonesia yang hadir dalam setiap perayaan misa, muncullah gagasan untuk membentuk suatu wadah umat Katolik Indonesia di Melbourne. Maka lahirlah KKI Melbourne pada 5 September 1987. (more…)

  • Dari Karyawan Menjadi Entrepreneur »

    Jika 10 orang saya tanya siapa yang ingin memiliki bisnis sendiri, kemungkinan besar 9 dari semua orang tersebut mengangkat tangan dan berkata, “Saya mau, tetapi…”

    Memang, impian menjadi bos sendiri pasti ada di pikiran semua orang. Siapa yang tidak tergiur dengan ide untuk menghasilkan banyak uang dengan sedikit bekerja. Namun banyak orang tidak mengerti apa yang sesungguhnya dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses. (more…)

  • Kemerdekan Bukan Akhir Perjuangan »

    Mengingat kembali pelajaran kenegaraan pada masa sekolah, kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, bisa dilihat dari berbagai sisi. Dari segi hukum, proklamasi kemerdekaan merupakan saat mulai berlakunya tertib hukum nasional dan berakhirnya tertib hukum kolonial. Dari sisi politis, proklamasi menandakan momentum bangsa Indonesia menjadi negara kesatuan yang terbebas dari penjajahan dan menjadi negara berdaulat yang mampu menentukan nasibnya sendiri. (more…)

  • Memerdekakan Diri Sendiri »

    “The Republic of Indonesia is not owned by a group, does not belong to a religion, not owned by a tribe, not owned by a custom class, but it belongs to all of us from Sabang to Merauke!” (Soekarno, 1955) (more…)

  • Merdeka untuk Tertawa »

    Pernahkah kamu tertawa selama empat jam dan tidak merasa lelah? Itu seperti komputer yang mulai lelet lalu scan anti virus diaktifkan dan di-refresh. Kerja yang mulai bikin suntuk seketika jadi lancar, virus dan sampah dunia maya pun sirna. Begitulah suasana yang dirasakan penonton malam itu. Lega dan lapang, sekalipun “babak-belur” disindir nggak bisa cebok pakai air.  Sungguh sayang jika pada Sabtu petang (16/8/’14) itu, kamu tidak bergabung dalam Pandawa: Pandangan Merdeka dalam Tawa di Melbourne City Conference Centre. Sajian dari PPIA Deakin dan PPIA Swinburne itu berhasil meledakkan tawa hampir sepanjang pertunjukan. (more…)

  • Panggung untuk Soe Hok Gie »

    Sosok Soe Hok Gie ternyata masih memiliki daya pikat yang kuat. Sabtu (16/8/’14), ratusan penonton rela mengantri untuk memasuki Atheneum Theater, Melbourne. Mereka penasaran dengan kisah catatan harian sang demonstran yang legendaris itu. Sajian Panggung Merdeka dari PPIA Victoria kali ini memang berbeda. Inilah puncak kebersamaan antar-pelajar Indonesia di Victoria di era Aghnia Syahputra. Dengan berani mereka menyajikan teater yang digarap lintas-kampus dan pilihan tema yang tak biasa. Di saat nama Soekarno kembali menjulang menandai kemenangan PDIP dalam Pemilihan legislatif dan Jokowi sebagai Presdien RI ke-7, PPIA Victoria justru menampilkan situasi kritis kejatuhan presiden pertama itu. Maka kritik tajam khas aktivis mahasiswa pun berhamburan selama pemanggungan. Memang itulah panggung para pelajar, panggung yang merdeka dan kritis, sebagai bukti rasa peduli pada nasib Ibu Pertiwi. (more…)

  • Perlu Sinergi Antar-Generasi »

    Bayangkan wilayah Melbourne pada pertengahan 1960-an. Saat itu warga Indonesia di sekitar Victoria masih kurang dari 100 orang. Belum ada warung makan atau toko klontong Indonesia. Bumbu-bumbu dapur pun tak mudah dijumpai. Apalagi kebijakan White Policy masih berlaku, semakin membuat hidup tak nyaman. Namun, dorongan untuk mempromosikan Indonesia tak pernah kendur. Tuti Gunawan, Ebet Kadarusman, dan kawan-kawan, pada 1965 akhirnya bersepakat mendirikan IKAWIRA (Ikatan Keluarga Indonesia di Victoria). Kekeluargaan ditetapkan sebagai asas kelembagaan organisasi ini. Artinya, siapapun orangnya, tanpa memperdulikan etnik, agama, kewarganegaraan, ideologi, asal cinta Indonesia, bisa bergabung dalam IKAWIRIA. Tak heran jika anggota organisasi ini ibarat gado-gado, penuh warna tetapi saling menguatkan. (more…)

  • Yang Muda Yang Merdeka »

    “Beri aku 1.000 orang tua,

    Niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya.

    Beri aku 10 pemuda,

    Niscaya akan kuguncang dunia!”

    Ir. Soekarno

    Kemerdekaan adalah gelora dan semangat muda. Gairah para pemuda yang menggelombang pada era revolusi itu, telah memberikan andil pada lahirnya proklamasi 17 Agustus 1945. Gelombang yang sama menggelora di ujung Orde Lama dan Orde Baru, menumbangkan pemimpin yang dianggap tiran. Sajian teater Soe Hok Gie Lensa Kecil Seorang Pejuang dari PPIA Victoria, (more…)

  • Victoria Kini Punya Balai Bahasa dan Budaya »

    Setelah berproses lebih kurang dua tahun, Balai Bahasa dan Budaya Indonesia Victoria dan Tasmania (BBBIVT), kini diresmikan. Bertempat di gedung Sydney Myer Asia Centre Melbourne University, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI Prof. Ronny Rachman Noor, memotong tumpeng sebagai tanda peresmian. Atdikbud yang berkedudukan di Canberra itu menyerahkan potongan tumpeng kepada Mr. John Richardson, State Director, DFAT.

    (more…)

Recent Posts

Menjadi Tua dan Bahagia

Menjadi Tua dan Bahagia

13 September, 2014

Tua. Banyak orang berpikir, “Aku masih terlalu muda untuk membicarakan topik ini”.  Kenyataannya manusia itu cenderung menolak untuk berpikir mengenai masa tua dan apa yang akan dilakukan saat tua nanti.

Recent Posts Thumbs

  • Menjadi Tua dan Bahagia
  • “Kepercayaan itu Sebagai Pelayanan”
  • Dari Karyawan Menjadi Entrepreneur
  • Kemerdekan Bukan Akhir Perjuangan
  • Memerdekakan Diri Sendiri
  • Merdeka untuk Tertawa
  • Panggung untuk Soe Hok Gie
  • Perlu Sinergi Antar-Generasi
  • Yang Muda Yang Merdeka
  • Victoria Kini Punya Balai Bahasa dan Budaya
  • Kibar Dwiwarna di Puncak Salju
  • 69 Penari yang Menggetarkan Nama Indonesia

First Column

Spotlight on Shanghai

Spotlight on Shanghai

28 June, 2013

Di artikel Travel Garuda Destinations kali ini, OZIP akan melirik benua Asia, mengintip apa yang membuat Shanghai patut dikunjungi. Garuda Indonesia mempunyai penerbangan 7 kali dalam 1 seminggu dengan rute...

Second Column

Wantilan Bali : Mengembalikan Kenangan pada Suasana Pulau Dewata

Wantilan Bali : Mengembalikan Kenangan pada Suasana Pulau Dewata

07 August, 2014

Nama restoran ini terdengar sangat familiar, namun banyak warga Indonesia yang belum pernah datang dan mencobanya. Wantilan Bali adalah restoran yang menyediakan makanan khas Bali. Salah satu tujuannya untuk memuaskan...

First Column

Interview with GM Garuda Indonesia-Melbourne – Bobby Rusyandi

Interview with GM Garuda Indonesia-Melbourne – Bobby Rusyandi

19 March, 2014

Bagi orang Indonesia, Melbourne adalah salah satu tujuan paling menarik untuk mengenyam pendidikan maupun memulai karier. Dengan populasi warga Indonesia yang meningkat tiap tahunnya, Melbourne telah menjadi salah satu pusat...

Second Column

Kemerdekan Bukan Akhir Perjuangan

Kemerdekan Bukan Akhir Perjuangan

13 September, 2014

Mengingat kembali pelajaran kenegaraan pada masa sekolah, kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, bisa dilihat dari berbagai sisi. Dari segi hukum, proklamasi kemerdekaan merupakan saat mulai berlakunya tertib hukum nasional dan...

Third Column

Finding and pursuing your dream job

Finding and pursuing your dream job

02 April, 2013

A job or a career is important for most of us to pursue at some point in our lives. Sadly, with the uncertainty of the world’s economy and retrenchment of...

From Blog

Menjadi Tua dan Bahagia
Religious
September 13, 2014

Menjadi Tua dan Bahagia

Tua. Banyak orang berpikir, “Aku masih terlalu muda untuk membicarakan topik ini”.  Kenyataannya manusia itu cenderung menolak untuk berpikir mengenai masa tua dan apa yang akan dilakukan saat tua nanti. (more…)

“Kepercayaan itu Sebagai Pelayanan”
Religious
September 13, 2014

“Kepercayaan itu Sebagai Pelayanan”

Keluarga Katolik Indonesia (KKI) Melbourne pada awalnya dirintis oleh Marcus Soema dan Rufinus Kedang pada tahun 1984 dengan ide menyelenggarakan Misa Natal yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di paroki St. Colman’s Balaclava. Dengan pertumbuhan jumlah umat Katolik Indonesia yang hadir dalam setiap perayaan misa, muncullah gagasan untuk membentuk suatu wadah umat Katolik Indonesia di Melbourne. Maka lahirlah KKI Melbourne pada 5 September 1987. (more…)

Dari Karyawan Menjadi Entrepreneur
OZIP Intellects
September 13, 2014

Dari Karyawan Menjadi Entrepreneur

Jika 10 orang saya tanya siapa yang ingin memiliki bisnis sendiri, kemungkinan besar 9 dari semua orang tersebut mengangkat tangan dan berkata, “Saya mau, tetapi…”

Memang, impian menjadi bos sendiri pasti ada di pikiran semua orang. Siapa yang tidak tergiur dengan ide untuk menghasilkan banyak uang dengan sedikit bekerja. Namun banyak orang tidak mengerti apa yang sesungguhnya dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses. (more…)