Share This Article

Travel
December 14, 2013 posted by Ozip Team

Point Nepean National Park, Portsea, Mornington Peninsula

Point Nepean National Park, Portsea, Mornington Peninsula

Point Nepean Pic 4 Point Nepean

By. Joceline Fanjaya Jana

Point Nepean National Park ini merupakan salah satu taman yang penuh dengan cerita dan sejarah sejak tahun 1980-an. Taman ini terletak di ujung Mornington Peninsula yang merupakan bagian dari daerah Portsea. Selain sebagai taman wisata, disana juga disediakan aktivitas untuk para pengunjung agar dapat mengetahui asal muasal sebagian penduduk di Victoria dari sejarahnya. Nama Nepean merupakan dari nama Evan Nepean, sekretaris angkatan laut Inggris.

Di taman ini terdapat dua bagian tujuan terbesar. Yang pertama adalah stasiun karantina atau Point Nepean quarantine station dan yang kedua adalah semenanjung menuju benteng Nepean ( Fort Nepean ) atau Point Nepean. Bagi para pengunjung yang tertarik untuk mengetahui sejarahnya, disarankan untuk menjelajahi semenanjung menuju Fort Nepean atau Point Nepean terlebih dahulu.

 

Fort Napean/Point Napean

Bagian semenanjung menuju Fort Nepean atau Point Nepean tidak dibuka untuk akses kendaraan bermotor. Para pengunjung dapat berjalan kaki, naik sepeda, atau membayar bis yang memang disediakan oleh pihak taman dengan biaya yang relatif murah. Untuk mengetahui jadwal bis, biaya, dan tempat pemberhentian bis tersebut, para pengunjung dapat mengunjungi pusat informasi taman atau di information centre.

Daerah Point Nepean merupakan tempat asal muasal para suku Aborigin bernama Boonerwrung. Peninggalan-peninggalan suku Boonerwrung tersebut diperkirakan berusia 40.000 tahun. Terdapat 70 situs purbakala yang tercatat di daerah Point Nepean.

Dalam perjalanan menuju benteng Nepean ( Fort Nepean ) atau Point Nepean, para pengunjung dapat melihat peninggalan-peninggalan tempat pemantauan para serdadu jaman dahulu yang bertugas untuk melihat kapal-kapal laut yang datang atau mendekat. Tempat pemantauan ini terletak di atas bukit-bukit dan di atas tebing-tebing karang. Dari tempat pemantauan yang kecil sampai yang besar. Cheviot Hill merupakan lokasi paling tinggi taman dan terdapat benteng yang terletak paling tinggi dari seluruh benteng yang terdapat di Point Nepean. Namun para pengunjung harus berjalan kaki menuju benteng tersebut. Benteng tersebut merupakan peninggalan dari zaman Perang Dunia II.

Tidak jauh dari Cheviot Hill Stop, para pengunjung dapat melihat tugu peringatan Harold Holt atau Harold Holt Memorial. Tugu ini untuk memperingati kematian perdana menteri Australia, Harold Holt, pada Desember 1967. Pada saat itu, sang perdana menteri berenang di pantai Cheviot namun gagal untuk kembali ke pantai. Beliau dinyatakan hilang.

Menelusuri lebih jauh, dengan nama jalanan Defence Road sebagai satu-satunya jalanan beraspal di Point Nepean, para pengunjung juga dapat melihat Fort Pearce beserta dengan tempat tinggal para serdadu pada saat itu yang dikenal dengan nama Pearce Barracks.

Pada bagian paling ujung Nepean atau Point Nepean, terdapat benteng Nepean atau Fort Nepean. Ini adalah rute paling ujung dari taman. Benteng ini merupakan benteng yang dibangun sekitar tahun 1800-an. Para pengunjung dapat menjelajahi terowongan-terowongan, benteng, tempat pemantauan, tempat senjata, dan ruang mesin yang merupakan peninggalan pada masa perang dunia ke-I dan perang dunia ke-II.

 

Quarantine Station

Stasiun karantina atau Quarantine Station merupakan stasiun atau tempat dimana para pendatang zaman dahulu harus tinggal sementara sampai sudah dinyatakan layak untuk masuk ke kota Melbourne. Stasiun ini dibangun pada tahun 1852. Pada tahun 1880-an, satu-satunya cara untuk memasuki Australia adalah melalui kapal. Perjalanan dari Inggris sampai ke Point Nepean dapat berlangsung berbulan-bulan. Dalam setahun, para pendatang yang terutama dari Inggris dan Eropa dapat mencapai 100.000 orang. Point Nepean merupakan salah satu tempat masuk kapal imigran ke Australia.

Stasiun karantina ini dibangun oleh pemerintah dengan tujuan memisahkan antara para pendatang yang sakit dengan yang sehat. Perjalanan yang memakan waktu berbulan-bulan tersebut memang rentan dengan penyakit yang dengan mudah menyebar dan menular dikarenakan fasilitas yang memang pada saat itu kapal belum dibuat secanggih zaman sekarang. Dalam kapal, ternak-ternak juga dibawa untuk keperluan pangan dan oleh sebab itu menjadi mudah terbentuknya penyakit dalam satu kapal. Penyakit mulai dari flu, diare, demam, sampai kematian merupakan hal yang biasa terjadi selama perjalanan. Tidak sedikit yang meninggal dunia di dalam kapal dan disimpan sampai mendarat di Point Nepean.

Cerita yang paling terkenal tentang perjuangan para imigran pada saat itu adalah kapal Ticonderoga. Kapal ini sampai pertama kali pada tanggal 5 November 1852 dari Mersey River dekat Liverpool, Inggris. Pada saat itu Australia dikenal sebagai masa tambang emasnya. Penumpangnya merupakan  mayoritas petani, peternak, dan para keluarganya dengan jumlah 795 orang penumpang dan 57 awak kapal. Ticonderoga mengalami perjalanan yang luar biasa di lautan. Anak-anak yang pertama meninggal dunia dari radang paru-paru, kekurangan gizi, dan diare. Tidak lama kemudian, epidemik tifus melanda. 100 orang penumpang dan awak kapal meninggal dunia dan 300 orang lainnya sakit parah. Tidak sedikit yang kehilangan seluruh keluarganya selama perjalanan ke Australia pada saat itu.

Sesampainya di stasiun karantina, semua barang milik pendatang harus melalui proses pembersihan atau disinfeksi. Ini untuk mencegah adanya penyakit yang mungkin menempel pada barang-barang yang mereka bawa. Bagi yang sakit, mereka akan dirawat di salah satu dari tiga gedung rumah sakit. Setiap rumah sakit dapat merawat sekitar 100 pasien sekaligus. Bagi mereka yang sakit keras, mereka terpaksa dirawat di rumah sakit di bagian karantina.

Influenza juga sempat menjadi masalah yang cukup besar bagi para imigran selama perjalanan. Tidak sedikit yang meninggal dunia karena itu. Oleh sebab itu dibangun satu bagian khusus bagi mereka yang terserang influenza yang dikenal dengan influenza huts-nya atau pondok-pondok bagi mereka yang terserang influenza. Pandemik yang paling terkenal adalah flu Spanyol atau Spanish Flu.

Pada saat tragedi Ticonderoga, dikarenakan jumlah kematian yang banyak, tempat pemakaman sempat menjadi masalah. Jumlah peti mati yang tidak sebanyak yang meninggal dunia dalam waktu yang bersamaan atau berdekatan, ada yang terpaksa harus menguburkan anggota keluarganya dalam satu liang kubur yang sama tanpa peti mati. Ada juga yang terpaksa diposisikan berdiri agar dapat memuat lebih banyak jenasahnya.

Stasiun karantina dibangun untuk membantu memenuhi kehidupan para imigran untuk sementara. Sekolah dibangun untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

Mengunjungi stasiun karantina ini, para pengunjung dapat melihat perjuangan dan kondisi zaman dahulu demi kehidupan yang baru di Australia. Tahun 1977 adalah tahun terakhir pasien dikarantina disana. Pada tahun 1980, stasiun karantina ini resmi ditutup.

 Point Nepean Pic 3

***

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *