Share This Article

Info & tips
August 24, 2013 posted by Ozip Team

Sedikit tentang Sakit Leher

Sedikit tentang Sakit Leher

Kepala kita disanggah oleh leher, yakni struktur tulang belakang yang terdiri dari tujuh ruas tulang bertumpuk satu di atas yang lain. Tujuh ruas tulang belakang ini dilengkapi dengan bantalan tulang lunak dan diselimuti oleh banyak jaringan lunak kuat yang disebut ligamen. Selain itu, terdapat pula otot-otot di sekeliling tulang-tulang yang memberi perlindungan dan memungkinkan gerakan-gerakan leher. Jangkauan gerak leher yang luas dan beragam ini dikarenakan oleh bentuk sendi leher dan tata letak otot yang strategis. Besar jangkauan gerak suatu sendi biasanya diartikan oleh kurangnya stabilitas sendi tersebut. Seperti sendi pundak yang bisa bergerak ke berbagai arah dan mempunyai stabilitas terbatas, leher juga rentan cedera.

 

Cedera atau sakit leher adalah fenomena alami yang kerap kali datang dan pergi. Sakit leher akan terus bermunculan sepanjang hidup dalam berbagai bentuk, tanpa menghiraukan jenis kelamin, pekerjaan atau umur. Hal ini juga biasa diasosiasikan dengan kesembuhan secara berkala bahkan kadang spontan. Statistik menunjukan bahwa 50%-85% dari penderita sakit leher pertama kali akan menderita sakit leher kembali dalam 1-5 tahun mendatang. Pola sakit leher yang sama juga diamati pada pekerja kantoran dan korban kecelakaan (kepala tersentak ke belakang saat tabrakan atau whiplash).

 

Pada pekerja kantoran penyebab utama sakit leher adalah postur duduk yang kurang optimal. Postur yang tidak baik atau canggung akan menaruh beban berlebih pada ligamen, otot-otot leher and persendian leher. Postur-postur canggung ini biasanya adalah:

–       berdiri atau duduk membungkuk (pundak maju ke depan) dengan dagu menjulur ke depan seperti melihat ke layar monitor,

–       bekerja dengan kepala mendongak ke bawah secara berkelamaan,

–       duduk merosot di kursi,

–       tidur tengkurap.

 

Beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk memperkecil kemungkinan sakit leher antara lain:

 

–       Benarkan postur duduk atau berdiri anda: koreksi posisi pinggul anda dengan mengangkat dada anda ke depan, anggukan dagu anda sedikit dan lemaskan pundak anda

–       Pastikan meja kerja anda dipersiapkan untuk mendukung posisi kerja anda. Setiap orang mempunyai tata letak yang berbeda-beda. Jika anda kerap kali mengalami sakit leher sepulang kerja, ada faedahnya jika ada menghubungi physiotherapist anda untuk memeriksa tata letak tempat kerja anda.

–       Hasil riset membuktikan bahwa tidak ada strategi yang lebih baik dari mengubah posisi duduk dan kerja anda sesering mungkin. Anda direkomendasikan untuk mengubah posisi duduk anda setiap 30 menit.

–       Usahakan untuk tidak tidur tengkurap. Jika anda kerap kali bangun tidur dengan sakit leher (salah bantal), hasil studi merekomendasikan anda mengganti bantal anda dengan bantal isi karet (latex pillow). Hasil studi yang sama tidak merekomendasikan bantal isi bulu.

–       Olah raga dan lakukan peregangan leher (stretching) teratur untuk menghilangkan kekakuan.

 

Di klinik, presentasi sakit leher sangatlah beragam karena penyebabnya juga sangat beragam. Penyebab-penyebab sakit leher antara lain: efek psikologis, osteoarthritis sendi leher, jaringan syaraf yang sensitif, kebiasaan hidup, postur, berubahnya ketegangan alami otot dan banyak lagi.

 

Terapi yang bertumpu pada satu jenis pengobatan saja seperti manipulasi tulang leher saja atau latihan-latihan leher saja biasanya mempunyai efek kesembuhan yang kecil. Efek kesembuhan ini biasanya hanya 5%-70% dalam 3-6 kali pengobatan. Hasil riset membuktikan bahwa pengobatan secara kombinasi mempunyai hasil paling maksimal. Namun, kombinasi pengobatan ini sangatlah ditentukan oleh akuratnya diagnosis penyebab sakit leher tersebut. Tujuan dari semua pengobatan sakit leher adalah untuk menghilangkan rasa sakit dan pencegahan kembalinya sakit leher. Sebagian besar faktor penanggulangan sakit leher bergantung pada keinginan tiap individu untuk merubah kebiasaan hidup bukan ketergantungan pada terapi dokter.

 

Adrian Pranata

PhD Candidate, M.Physio (Musculoskeletal), B.Physio

APA Musculoskeletal Physiotherapist

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *