Share This Article

Culinary
December 7, 2013 posted by Ozip Team

Pernak Pernik Kopi

Pernak Pernik Kopi

1)           World’s Coffee Destinations

2012-10-24-MainPerjalanan kopi dikabarkan bermula di Etiopia. Seorang penggembala kambing terinspirasi untuk mencoba juga makan buah kopi ketika melihat kambingnya menjadi aktif setelah mengonsumsi buah cherry kopi. Beberapa masa kemudian, kopi mulai menyebar ke Jazirah Arab. Di Arab, kopi menjadi minuman favorit. Sebagai pusatnya kopi, Arab ingin mempertahankan monopolinya. Semua biji yang diekspor, konon adalah biji yang tidak bagus agar negara lain tidak dapat berkembang dan memproduksi sendiri. Namun, kopi turut ikut kemana dakwah Islam menyebar, mulai dari Afrika Utara, daerah perbatasan Afrika dan Eropa, dan India. Legenda lainnya mengatakan, adalah seorang Baba Budan, jemaah haji dari India, yang menyelundupkan biji kopi yang subur dan bagus kualitasnya ke dalam perutnya untuk ditanam di tempat lain agar bisa memproduksi kopi sendiri. Sebelum Baba Budan, kopi tidak ditanam di tempat lain selain Arab dan Afrika.

Seperti tertulis dalam artikel Wisata karya Pak Nuim (lihat artikel “Splendour of the Sea” di edisi ini), pedagang Venisia mempunyai hubungan erat dengan dunia Islam. Begitulah kopi mulai menyebar ke Eropa, ketika pedagang Venisia melihat penduduk Turki semuanya gemar meminum kahveh, istilah kopi dalam bahasa mereka, mereka bertekad untuk memperkenalkan minuman tersebut ke Eropa juga. Kemudian Belanda ingin juga menguasai produksi kopi. Tanah Jawa yang dikuasai Belanda menjadi salah satu lokasi perkebunan kopi komersil pertama yang dimiliki oleh bangsa Eropa.

Keberhasilan Belanda, membuatnya yakin untuk memberikan hadiah tanaman kopi untuk aristokrat Eropa lainnya, seperti misalnya Perancis. Prancis yang saat itu sedang menjajah suatu pulau di Laut Karibia, juga turut membawa tanaman kopi ke Karibia. Kopi pun akhirnya ada di negara jajahan Prancis lainnya, seperti misalnya Guyana Perancis.

Kesuksesan kopi di Guyana Perancis membuat sang negara tetangga, Brazil, ingin menguasai kopi ini. Mau tahu legenda yang beredar bagaimana tanaman kopi bisa ada di Brazil? Adalah seorang Letnan Kolonel Francisco Palhetta, yang ditugaskan membawa biji kopi dari Guyana Perancis untuk ke Brazil. Cara yang diambilnya? Dengan mendekati sang istri Gubernur, Palhetta berhasil mendapatkan hadiah berupa buket bunga dan tanaman kopi untuk ditanam di Brazil!  Akhir tahun 1700-an kopi memasuki Brazil, dan sampai sekarang, Brazil tetap menduduki posisi No. 1 penghasil kopi terbesar di dunia.

 

2)           10 Negara Pengekspor Kopi Terbesar Masa Kini

Menurut International Coffee Organization, per November 2012, daftar berikut ini adalah 10 negara pengekspor kopi terbesar di dunia: Brazil, Vietnam, Indonesia (8, 25 juta kantong kopi), Kolombia, Ethiopia, Peru, India, Honduras, Mexico, dan Guatemala.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan data negara produsen kopi terbesar di dunia dari the US Department of Agriculture. Daftar tersebut dibagi dua, selain daftar total. Yaitu daftar 10 negara penghasil kopi arabica dan kopi robusta di dunia. Hanya 1 negara yang sama-sama ada di kedua daftar tersebut. Sebagai penghasil kopi biji Arabica, Brazil ada di posisi 1, diikuti oleh Kolombia dan Ethiopia. Sebagai penghasil kopi biji Robusta, Brazil pun masih di posisi 2, hanya didului oleh Vietnam.

 

3)           Beda Robusta dan Arabica

Apa perbedaan antara robusta dan arabica? Kedua-duanya sama-sama biji kopi yang digunakan untuk produksi komersil. Namun, ternyata ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Mereka berbeda dalam lingkup rasa, kondisi yang bagus untuk tumbuh, maupun harga (robusta jauh lebih murah). Biji kopi Arabica biasanya terasa lebih manis dan lebih halus, dengan keasaman yang lebih tinggi. Sementara Robusta mempunyai rasa yang lebih kuat dan keras, dengan kandungan kafein dua kali lebih banyak dari biji kopi Arabica. Banyak orang yang menganggap Robusta lebih rendah kualitasnya dari Arabica. Walaupun begitu ada beberapa jenis kopi robusta yang mempunyai aroma yang dalam dan sangat dihargai karena kualitasnya. Robusta bisa tumbuh di dataran yang lebih rendah dari Arabica, lebih cepat matang, dan menghasilkan lebih banyak hasil panen per pohon. Sementara Arabica bisa membutuhkan lebih dari setahun untuk menjadi matang. Penghasil robusta adalah negara-negara Afrika dan Indonesia, dan Arabica tumbuh di Afrika, Papua Nugini, dan sebagian besar di negara-negara Latin Amerika. Kolombia misalnya, hanya punya biji kopi Arabica. Tetapi Brazil memproduksi keduanya. Negara lainnya yang memproduksi keduanya adalah India, namun India lebih banyak memproduksi robusta.

 

4)           World’s Barista Championship – what does it mean?

Apa yang harus Anda lakukan untuk memenangkan titel World’s Barista Championship? Untuk mereka yang serius dengan kopi sebagai lahan berkarya, World’s Barista Championship sesuai dengan namanya. Kejuaraan barista dari seluruh dunia ini adalah ajang para juara pembuat kopi di negara-negara yang berbeda menentukan siapakah diantara mereka yang pantas menjadi juara di antara juara lainnya.

Di kompetisi yang pertama kali dilaksanakan tahun 2000 di Monte Carlo ini, pesertanya adalah pemenang event kopi nasional di suatu negara. Misalnya saja, Runner Up World’s Barista Championship tahun 2013 adalah Matthew Perger dari St Ali, yang memenangkan Juara I di Australian Barista Championship. Peserta lainnya antara lain Doddy Samsura, 1st Champion of Grand Final Indonesian Barista Competition 2011, dan Ryan Tan, pemegang gelar Juara Barista Singapore selama 3 tahun berturut-turut: 2011, 2012, dan 2013.

Pemenang ditentukan setelah penilaian ketat yang dilakukan oleh satu juri kepala, dua orang juri teknis, dan empat orang juri perasa. Mereka harus menyajikan tiga jenis/kategori minuman kepada masing-masing juri tersebut, yaitu espresso, cappucino, dan signature drink mereka. Selama belum menyelesaikan semua tipe minuman yang sedang dikerjakan, maka tidak bisa meneruskan ke kategori minuman selanjutnya. Waktu yang dimiliki hanya 15 menit persiapan, 15 menit performance dan 15 menit pembersihan, untuk total 12 minuman yang harus mereka sediakan. Dan selama mereka mengerjakan hal tersebut, ada dua orang juri teknis yang menilai semua yang mereka lakukan, mulai dari persiapan sampai penyajian ke juri.

 

5)           Best Coffee Places You MUST try in Melbourne

Bagaimana dengan Melbourne sendiri? Tentunya Melbourne juga dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk mencicipi kopi yang lezat. Ada beberapa tempat yang tidak boleh dilewatkan. Dari beberapa riset ke sumber yang berbeda, nama-nama yang muncul ternyata berulang-ulang. Kebanyakan merekomendasikan: St. Ali di South Melbourne atau saudaranya, Seven Seeds dekat University of Melbourne di Berkeley St, dan Brother Baba Budan di 359 Lt Bourke St; Dukes di Flinders Lane;  Market Lane Coffee di South Yarra, Patricia Coffee Brewers di sudut Lt Bourke & Lt William St, serta Proud Mary di Oxford Street, Collingwood. Kalau sedang jalan-jalan di Lygon Street, sempatkan datang ke Tiamo Coffee Restaurant dan Brunetti. Keduanya merupakan institusi khas Melbourne yang tidak boleh sampai dilewatkan.

explore-itineraries-three-great-days-melbourne

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *