The Old and New Springvale Kuliner Indonesia: Antara Nostalgia dan Inovasi Rasa

Oleh: Muhammad Iqbal

Foto: Yunovan Chanif, Adista Nuratika

Yunovan Chanif/OZIP
Pengantar Makan UberEats sedang menunggu pesanan di depan resto Pandan Leaf

Springvale kembali menjadi salah satu pusat kuliner Indonesia yang menggugah selera di kawasan South East Melbourne. Kawasan ini seolah menjadi rumah kedua bagi diaspora Indonesia yang merindukan cita rasa Tanah Air, baik melalui restoran legendaris yang telah lama menemani mereka, maupun pendatang baru yang membawa warna segar ke dunia kuliner Melbourne. Dua di antaranya, DapurIndo dan PandanLeaf, menjadi representasi sempurna dari “The Old and New Springvale Kuliner”.

DapurIndo: Rasa Nostalgia yang Kembali Hidup

GoogleMaps
Tampak Depan Restoran Dapur Indo di Springvale

Bagi mahasiswa dan diaspora Indonesia yang telah lama tinggal di Melbourne, nama DapurIndo bukanlah hal baru. Restoran yang awalnya berdiri di Clayton pada tahun 2019 ini sempat menjadi tempat singgah favorit bagi mereka yang rindu cita rasa rumah. Setelah beberapa waktu sempat tutup, kini DapurIndo kembali membuka pintunya di 231 Springvale Rd, Springvale VIC 3171, dan beroperasi setiap Jumat hingga Minggu hingga pukul 9 malam.

Di balik dapurnya, ada sosok Tante Ati, sang pemilik sekaligus chef yang telah menemani banyak mahasiswa Indonesia di perantauan. Ia masih aktif memperbarui jadwal buka DapurIndo melalui Google Maps, dan tetap melayani pesanan pre-order setiap Kamis serta layanan catering yang sudah menjadi ciri khasnya sejak masa pandemi.

Adista Nuratika/OZIP
Atas-Kiri-Kanan: Batagor Bandung, Pempek Palembang, Bakso Malang

DapurIndo dikenal dengan sajian nasi Padang, siomay Bandung, pempek Palembang, dan bakso Malang yang otentik. Bagi para pelanggan lama, setiap hidangan membawa kembali kenangan masa kuliah dan hangatnya suasana Indonesia di tengah dinginnya Melbourne. Tidak hanya menyajikan cita rasa Nusantara, DapurIndo juga menghadirkan es teler dan es cendol sebagai pelengkap manis yang menutup santapan dengan sempurna.

Bagi banyak orang, DapurIndo bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang nostalgia, tempat cerita dan kenangan mahasiswa Indonesia di Melbourne terus hidup.

Adista Nuratika/OZIP
Beragam menu yang disajikan di DapurIndo

PandanLeaf: Cita Rasa Baru yang Menghangatkan

Yunovan Chanif/OZIP
Suasana Restoran Pandan Leaf saat Makan Siang

Tak jauh dari sana, berdiri restoran pendatang baru yang tak kalah menarik: PandanLeaf, beralamat di 11 Sandown Rd, Springvale VIC 3171. Resmi dibuka pada 25 April 2025, restoran ini menjadi pilihan segar bagi pecinta kuliner Nusantara. Lokasinya strategis, dekat dengan Stasiun Springvale, memiliki lahan parkir luas, dan berada sedikit di luar jalan utama, memberi suasana yang lebih tenang dan nyaman.

Yunovan Chanif/OZIP
Atas-Bawah Kiri-Kanan: Soto Banjar Kalimantan, Coto Makassar, Nasi Tempong Bebek Goreng, Bakmie Goreng.

Yang membuat PandanLeaf menonjol adalah keberaniannya menghadirkan menu daerah yang jarang ditemukan di restoran Indonesia lain di Melbourne. Mulai dari Coto Makassar, Soto Banjar Kalimantan, Nasi Kuning, Nasi Tempong Bebek, hingga Bubur Manado, semuanya dimasak langsung oleh juru masak dari daerah asalnya.

Coto Makassarnya disajikan dengan daging, hati, paru, dan babat, berbumbu kacang tanah dan jintan, lengkap dengan ketupat, menciptakan pengalaman kuliner yang autentik dan hangat di tengah cuaca dingin Melbourne.

Selain menu utama, PandanLeaf juga menjual berbagai produk UMKM Indonesia seperti Teh Daun Kelor, Kacang Disko, Marning Keju, Jenang Kelapa Muda, dan Rengginang, yang didatangkan langsung dari Indonesia maupun buatan diaspora lokal. Bahkan, ada momen menarik ketika seorang pelanggan Australia mengira PandanLeaf adalah kafe penyaji pastry dan kopi, sebelum terkejut menemukan sederet masakan Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara.

Pemiliknya, Yulia dan Peter, menjelaskan bahwa nama PandanLeaf diambil dari kecintaan mereka terhadap daun pandan yang aromanya menenangkan dan identik dengan kehangatan rumah. Filosofi itu mereka wujudkan dalam suasana restoran yang ramah dan bersahaja. Lebih dari itu, PandanLeaf juga menjalankan program berbagi 5 kg beras basmati bagi mahasiswa Indonesia yang membutuhkan, sebuah inisiatif kecil yang besar maknanya bagi komunitas perantau.

Warisan dan Pembaruan di Satu Jalan yang Sama

Yunovan Chanif/OZIP
Menyantap cita rasa rumahan Indonesia di PandanLeaf, Springvale.

.

Meski berbeda generasi, baik DapurIndo maupun PandanLeaf sama-sama merepresentasikan semangat yang sama: menghadirkan kehangatan rumah melalui makanan. DapurIndo melambangkan warisan dan kenangan, sementara PandanLeaf menjadi simbol pembaruan dan semangat berbagi. Keduanya kini berdiri di kawasan yang sama, Springvale, membangun jembatan antara rasa lama dan wajah baru kuliner Indonesia di Melbourne.

Springvale pun kian hidup dengan aroma rempah Nusantara yang menggoda setiap kali melintasi jalanannya. Dari semangkuk Coto Makassar yang hangat hingga seporsi pempek yang gurih, kawasan ini menjadi pengingat bahwa sejauh apapun kaki melangkah, cita rasa Indonesia selalu menemukan jalannya pulang.