Minangkabau Festival 2018: Mengenalkan Budaya, Menyatukan Bangsa

Berlokasi di Gedung HC Lantai 2 Deakin University, Burwood Highway, Minang Diaspora Network – Global Forum Minangkabau Festival 2018 dilaksanakan untuk pertama kalinya. Berkat kerja sama Ikatan Keluarga Minang Saiyo Melbourne dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat, kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu (29-30/9) lalu. Festival ini terdiri dari empat kegiatan utama, termasuk Minangkabau Handicraft Showcase, Photo Booth dengan pakaian khas Minang, drama musikal Siti Nurbaya, dan ditutup dengan Fashion Show pakaian adat dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Kegiatan dibuka dengan tarian persembahan dari grup tari Santampang Banian yang didatangkan langsung dari Sumatera Barat. Para penari dan kostum sengaja didatangkan langsung dari Indonesia bersama dengan kedatangan Gubernur Sumatera Barat. Sang Gubernur sendiri berkunjung ke Melbourne dengan membawa misi pengenalan keindahan budaya dan potensi investasi di Sumatera Barat kepada warga Melbourne. Adapun tujuan dari Minangkabau Festival ini sendiri adalah untuk mempromosikan Sumatera Barat secara keseluruhan, baik itu budaya, kuliner, musik, tarian, dan lain-lain.

Sembari menunggu peserta berdatangan dan melakukan registrasi pendaftaran, pengunjung dihibur dengan pertunjukan band di atas panggung. Musik yang mengalun pun memanggil jiwa para putra Minang untuk berdansa dan menikmati suasana. Kegiatan menari ini pun diramaikan oleh beberapa pelajar lokal yang tertarik dengan kebudayaan Indonesia, khususnya Sumatera Barat.

“Diperkirakan ada sekitar 600 orang pengunjung yang meramaikan festival ini, yang terdiri warga negara Indonesia dan warga negara asing,” ungkap Dr Muhammad Abduh, selaku Ketua Ikatan Keluarga Minang Saiyo Melbourne. Sementara itu, seorang pengunjung asal Medan, Ibu Yepi, menceritakan kegembiraannya untuk mengikuti rangkaian acara hari ini. “Saya sudah merasa menjadi bagian dari keluarga komunitas warga Minang dan datang ke acara hari ini seperti merayakan kekeluargaan kami,” ujarnya.

Kara Menzies, seorang guru Bahasa Indonesia yang mengajar di Braemar College yang berlokasi di daerah Wooden, Macedon Range, turut menghadiri acara ini bersama ibunya. “Karena saya guru Bahasa Indonesia, jadi saya sangat termotivasi untuk tahu lebih banyak tentang Indonesia” jelas Kara.

Teks dan foto: Siti Mahdaria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here