Garuda Contribution Fest 2026: Ruang Berbagi Ide dan Membangun Jejaring di Melbourne

Garuda Contribution Fest 2026 digelar pada 22 Agustus 2026 di The University of Melbourne. Materi publikasi: MGANZ.

Acara ini mengajak pelajar Indonesia di Australia dan Selandia Baru untuk belajar dari para pembicara, mengembangkan ide, dan bertemu dengan komunitas serta perusahaan.

Teks: Jefrianus Putra Zebua  |  Foto: Dokumentasi Garuda Contribution Fest 2026  |  Flyer: MGANZ

Pelajar Indonesia di luar negeri tidak harus menunggu sampai pulang untuk mulai berkontribusi. Mereka dapat berbagi ide, melakukan penelitian, membangun jaringan, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu Indonesia.

Gagasan tersebut menjadi fokus Garuda Contribution Fest 2026 yang digelar oleh Mata Garuda Australia–New Zealand (MGANZ) pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Arts West Building, The University of Melbourne. Dengan tema “Ideas Across Borders, Impact for Indonesia”, acara ini mempertemukan penerima beasiswa LPDP, pelajar Indonesia, akademisi, diaspora, praktisi, dan perwakilan industri.

Sebelum acara dimulai, panitia menyampaikan penghormatan kepada Traditional Owners of the land tempat kegiatan berlangsung. Setelah itu, peserta diajak memikirkan cara menggunakan ilmu dan pengalaman selama studi untuk membantu Indonesia.

Ketua panitia Garuda Contribution Fest 2026 menyampaikan pengantar kepada peserta. Foto: Dokumentasi Garuda Contribution Fest 2026.

Kontribusi Bisa Dimulai Saat Masih Belajar

MGANZ adalah organisasi resmi bagi awardee dan alumni LPDP di Australia dan Selandia Baru. Organisasi ini berdiri pada 2024 dan berada di bawah koordinasi Mata Garuda International. Saat ini, MGANZ menghubungkan lebih dari 6.000 awardee dan alumni di kawasan Australia dan Selandia Baru.

Ketua MGANZ, dr. Jonathan Hasian Haposan, menyampaikan penjelasan tentang kegiatan. Foto: Dokumentasi Garuda Contribution Fest 2026.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, mengatakan bahwa Garuda Contribution Fest bukan hanya tempat bertemu. Acara ini juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berbagi pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan menyiapkan rencana kontribusi.

Konsul Jenderal RI di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, memberikan sambutan. Foto: Dokumentasi Garuda Contribution Fest 2026.

“Jejaring bukan semata-mata tentang siapa yang kita kenal, tetapi juga bagaimana kita dapat saling mendukung, membuka peluang, dan akhirnya bersama-sama memberikan dampak nyata.”Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo — Konsul Jenderal RI di Melbourne

Pesan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi tidak hanya dilakukan setelah seseorang kembali ke Indonesia. Mahasiswa juga dapat berkontribusi selama berada di luar negeri melalui penelitian bersama, berbagi pengetahuan, kegiatan komunitas, dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Tiga Bagian Utama Acara

Acara ini memiliki tiga bagian, yaitu Get Inspired, Get Involved, dan Get Connected. Melalui Get Inspired, peserta belajar dari para pembicara. Dalam Get Involved, mereka mengembangkan dan mempresentasikan ide. Melalui Get Connected, peserta bertemu dengan komunitas dan perusahaan untuk membahas kerja sama dan peluang karier.

Sesi Get Inspired membahas pengembangan talenta Indonesia, inovasi, kepemimpinan, penelitian, komunikasi publik, industri kreatif, dan persiapan memasuki dunia kerja. Para pembicaranya adalah Iwan Sunito, Wishnutama Kusubandio, Whisnu Bahriansyah, Agus Sunarto, Ivanka Jillian, Prasakti Ramadhana Fahadi atau Dana Fahadi, serta M. Ikhsan Basjir.

Sesi Get Inspired bersama salah satu narasumber. Foto: Dokumentasi Garuda Contribution Fest 2026.

Sesi pagi membahas masa depan SDM dan inovasi Indonesia. Pada sesi karier, peserta mendapat informasi tentang cara mengembangkan kreativitas, menyiapkan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja, dan menggunakan pengalaman studi di Australia ketika bekerja di Indonesia.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, hadir secara virtual. Ia menjelaskan bahwa Australia dan Selandia Baru memiliki banyak kampus serta pusat penelitian yang penting bagi pelajar Indonesia. Menurutnya, ilmu dan teknologi yang dipelajari perlu digunakan dengan baik untuk mendukung kemajuan Indonesia.

“Kontribusi tidak pernah seragam. Seseorang dapat berkontribusi sebagai ilmuwan, pemimpin perusahaan, pengusaha yang membuka lapangan kerja, atau pegawai pemerintah yang membawa perubahan.”Dwi Larso — Direktur Beasiswa LPDP

Ideathon untuk Mengembangkan Solusi

Dalam Get Involved, peserta mengikuti kompetisi Ideathon dengan tema “Masa Depan Indonesia: SDM, Inovasi, dan Kontribusi Global”. Mereka mengembangkan ide dalam lima bidang: pendidikan dan sosial-budaya, ekonomi dan bisnis, kebijakan publik, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, serta teknologi dan rekayasa.

Sekitar 40 peserta mengikuti kompetisi ini. Sebelum presentasi, mereka mendapat pendampingan untuk membuat ide lebih jelas dan realistis. Ide tersebut kemudian dinilai oleh juri dari kalangan akademisi dan pengusaha. Peserta perlu menjelaskan masalah yang dipilih, solusi yang ditawarkan, dan manfaatnya bagi masyarakat.

Pemenang Ideathon menerima penghargaan pada sesi Get Involved. Foto: Dokumentasi Garuda Contribution Fest 2026.

Ketua MGANZ, dr. Jonathan Hasian Haposan, menjelaskan bahwa Ideathon membantu peserta membuat ide untuk menyelesaikan masalah di Indonesia. Melalui pendampingan dan presentasi, peserta dapat memperbaiki ide mereka dan bertemu dengan pihak yang mungkin membantu pengembangannya.

Membangun Jejaring untuk Masa Depan

Pada sesi Get Connected, peserta dapat berbicara langsung dengan perwakilan organisasi dan perusahaan seperti Astra International, ParagonCorp, Mekari, SkillERA, dan UNDP. Mereka dapat mencari informasi tentang pekerjaan, magang, kerja sama, dan pilihan setelah menyelesaikan studi.

Sesi Get Connected mempertemukan peserta dengan perwakilan organisasi dan perusahaan, termasuk UNDP. Foto: Dokumentasi Garuda Contribution Fest 2026.

Panitia juga menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri dapat menghubungkan pengetahuan dan pengalaman dari Australia atau Selandia Baru dengan kebutuhan di Indonesia. Untuk melakukannya, mahasiswa perlu memahami praktik yang mereka lihat di luar negeri dan menyesuaikannya dengan kondisi Indonesia.

Hubungan yang dimulai dalam acara ini diharapkan dapat berlanjut setelah kegiatan selesai. Misalnya, peserta dapat memperoleh mentor, menemukan mitra penelitian, mendapat informasi karier, atau melanjutkan pengembangan ide dari kompetisi.

Tetap Berkontribusi untuk Indonesia

Banyak mahasiswa Indonesia di Australia sedang menyelesaikan studi, mencari pengalaman kerja, menyiapkan kepulangan, atau membangun kerja sama dari luar negeri. Setiap orang dapat memilih cara berkontribusi yang sesuai dengan bidang dan kemampuannya.

Hal yang penting bukan hanya tempat seseorang tinggal. Yang perlu dilihat adalah bagaimana ilmu digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah, bagaimana jaringan dapat membuka peluang, dan bagaimana pengalaman dari luar negeri dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.

Garuda Contribution Fest menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mulai berkontribusi dari tempat mereka belajar. Ide sederhana dapat berkembang jika dibahas, diuji, dan dikerjakan bersama.