Menikmati Manis tanpa Meringis dengan Nuvia, ,World’s Best Plant-Based Sugar-Free Sweetener

Apakah pembaca OZIP adalah salah satu sweet tooth? Gula menjadi salah satu kebutuhan pokok yang relatif penting dalam kehidupan kita. Percaya tidak percaya, seperti yang dilansir di laman statista.com, konsumsi gula dunia per 2020/2021 mencapai 177.8 juta metric ton. Tentu kita sepakat, dalam kadar yang wajar, mengonsumi gula tentu baik bagi tubuh. Namun, mengonsumsi jumlah gula yang berlebih dapat memicu timbulnya penyakit lain yang berbahaya seperti diabetes melitus. 

Kiranya berangkat dari hal inilah Nuvia, perusahaan yang beralamatkan di Suite 2/15 Cochranes Rd, Moorabbin Victoria ini, membuat sebuah terobosan baru dalam menyediakan alternatif gula tebu yang selama ini dikonsumsi secara luas. Berikut bincang-bincang OZIP dengan Bapak August selaku founder dari Nuvia. 

Q: Dari manakah inspirasi dan bagaimana sejarah di balik berdirinya Nuvia? 

Nuvia merupakan bisnis keluarga Indonesia yang berdomisili di Melbourne, Victoria dan memulai kegiatan usahanya di bidang F&B lewat bendera Universal Food Products. Perjalanan business Nuvia di mulai lima tahun lalu ketika melahirkan produk stick pemanis buatan berbahan dasar Stevia. Seiring berjalannya waktu, kami mulai berinovasi di produk dengan melakukan kolaborasi dengan beberapa F&B brand di Australia.

Kebanyakan dari kita sudah sadar, mengonsumsi makanan dan minuman manis yang berlebih tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan oleh kandungan kalori tinggi yang ada di dalam gula dapat meningkatkan resiko diabetes, tekanan darah tinggi dan sakit jantung. Tapi bukan berarti kita harus berhenti mengonsumsi makanan atau minuman manis, supaya tidak terkena penyakit tersebut di atas, kita harus pandai mencari alternatif lain selain gula, yang rendah kalori dan lebih sehat. Pemanis alami Nuvia memberikan rasa manis seperti gula sehingga memudahkan kita semua mengurangi konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari.

Q: Apakah ada alasan khusus dalam memilih Stevia dibandingkan dengan jenis tumbuhan yang lain? 

A: Menurut sejarah, tumbuhan Stevia sudah dikonsumsi oleh masyarakat asli Amerika Selatan sejak abad ke-16 dipakai untuk pemanis obat dan minuman. Selain manis dan rendah kalori, tumbuhan Stevia memiliki kandungan glicosida yang mampu memperlebar pembuluh darah sehingga baik untuk kesehatan jantung dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Menurut riset ilmuwan di Jerman, kealamian tumbuhan Stevia tetap terjaga sepanjang proses ekstraksi hingga menjadi bubuk yang siap dikonsumsi. Karena rasa, kealamiannya, dan manfaat kesehatan, kami memilih menggunakan Stevia.

Q: Nuvia sendiri sekarang memiliki 3 jenis produk, apakah ada kemungkinan untuk menambah jenis produk lagi ke depannya? 

A: Tiga jenis produk Nuvia yang sekarang ada di market adalah pemanis alami Stevia (Nuvia Sweetener), minuman coklat bubuk tanpa gula tambahan & rendah kalori (Nuvia Drinking Chocolate), dan pemanis alami pengganti gula untuk kue dan roti (Nuvia Baking). Nuvia akan terus berinovasi dan mengeluarkan produk rendah gula/kalori yg dapat memudahkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup lebih sehat tanpa harus mengurangi citarasa makanan/minuman manis yang biasa dikonsumsi.

Q: Jika ada, boleh diceritakan sedikit bocoran untuk produk barunya?

A: Banyak produk inovatif Nuvia yang masih dalam tahap pengembangan seperti berbagai macam saus tanpa gula dan minuman fungsional tanpa gula. Jika ada produk rendah gula yang pembaca sekalian ingin untuk dibuat, bisa kirim email ke [email protected]

Q: Harapan dari bapak/ibu untuk Nuvia ke depannya? 

A: Kami berharap Nuvia bisa menjadi produk pilihan masyarakat Indonesia di mana pun mereka berada untuk membangun kebiasaan sehat baru di kehidupan mereka sehari-hari. Sudah menjadi rahasia umum, penggunaan gula berlebih dapat membahayakan kesehatan. Karenanya kami optimis Nuvia akan menjadi leading brand di Australia dan Indonesia agar dapat membantu kita semua hidup lebih sehat.

Q: Apakah ada rencana melebarkan sayap marketing ke negara lain? 

A: Ya, kami sudah mulai berjualan di Singapore dan berkolaborasi dengan healthy baker yang terakreditasi oleh pemerintah Singapore dari tahun 2011. Saat ini kami masih dalam tahap awal memperkenalkan Nuvia ke pasar Indonesia, dimana diabetes adalah salah satu penyebab kematian yg tinggi di sana. Sejak tahun 2013, Indonesia sudah menjadi negara 10 besar di dunia yang paling banyak jumlah penduduk dengan diabetes. Saya berharap dengan Nuvia masuk ke Indonesia dan juga berkolaborasi dengan brand F&B lokal, masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sehat dengan lebih mudah.

Q: Secara bisnis, apakah ada strategi khusus yang diterapkan Nuvia dalam menghadapi dampak dari pandemi COVID-19 pada pelaku bisnis?

A: Sejak awal masa pandemi, kita fokuskan diri untuk meningkatkan Nuvia brand presence dan kinerja dari Nuvia online store. Selain itu, kita menghabiskan waktu dalam pengembangan produk inovatif yang bisa membantu hidup sehat dengan lebih mudah.

Q: Apakah ada tips dan saran untuk sesama orang Indonesia di Australia untuk berani membuka usaha di sini?

A: Selain harus mempunyai jiwa tempur dan siap “perang” kapan dan dimana saja (untuk menjual dan memperkenalkan usaha yang sedang digeluti), menurut saya pandai berinovasi dan berkreasi adalah salah satu kunci utama untuk bisa lebih unggul memasuki pasar dan memperkenalkan produk jual kita ke khalayak luas.

Wah menarik ya, Sobat Pembaca. Jika Anda ingin mengganti gula yang dikonsumsi selama ini dengan yang lebih sehat, beralih ke Nuvia adalah sebuah langkah yang tepat. Seperti kata Nuvia, “Make a Simple, Healthy Swap Today”. Nuvia juga membagikan aneka resep kue bebas gula seperti guilt free black forest log; ultimate sugar free chocolate mud cake; dan masih banyak resep lainnya yang bisa dieksplor di laman www.nuviaproducts.com. Produk Nuvia sendiri bisa didapatkan di lebih dari 5 offline store seperti Sunnybrook Health Store dan Health Food Thyme maupun di online store-nya: www.nuviaproducts.com.

Apakah Sobat Pembaca OZIP sudah siap menikmati manis tanpa meringis? Yuk beralih ke Nuvia sekarang juga. 

Teks: Mutia Putri

Foto: Dokumentasi pribadi