HADES FADING (HADES MEMUDAR) DIPERSEMBAHKAN OLEH MAINTEATER, BEKERJA SAMA DENGAN KATH PAPAS PRODUCTION SEBAGAI BAGIAN DARI ASIA TOPA 2020

Hades Fading (Hades Memudar) adalah sebuah pertunjukan vokal dan visual yang melukiskan kembali kisah Yunani Kuno, terutamanya di dalam dunia Hades yang perlahan sirna oleh waktu di tengah dunia yang sekarat dan terkikis oleh waktu. Hades Fading bertujuan memperingatkan manusia akan sebuah skenario dunia yang menanti jika kita tidak peduli akan dunia kita. 

Berangkat dari pertunjukan perdana yang sukses di Bandung, Jawa Barat, di bulan Agustus 2019, Hades Fading kini hadir di La Mama untuk pertunjukan perdananya di Australia sebagai bagian dari Asia TOPA (Asia Pacific Triennial of Performing Arts) yang berlangsung dari tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2020.

Hades Fading adalah sebuah persembahan artistik yang berbeda dari yang lainnya. Vokalisasi orchestra dipadu dengan persembahan visual pertunjukan menyatukan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk para penonton. Proyeksi menakjubkan Deden Bulqini tertera dalam tulisan yang ditulis oleh penulis asal Melbourne Sandra Fiona Long, menggabungkan kata-kata dalam bahasa yang berbeda, dan menyatukannya dengan musik yang ditulis dan dimainkan oleh Ria Soemardjo dan para anggota band. Ria yang berdomisili di Melbourne memilih untuk menggabungkan vokal khas Jawa dan genre music jazz yang membuat penonton terpesona akan keindahan music yang dibawa. Turut bekerja sama dengan Ria merupakan pemain harpa guzheng, Sisca guzheng harp, yang menambah dinamisme musikalisasi ke dalam pertunjukan ini.

Di balik layar Hades Fading adalah artis-artis drama terkemuka Bandung, Heliana Sinaga sebagai Eurydice, Wawan Sofwan sebagai Orpheus, Rinrin Candraresmi sebagai Persephone and Godi Suwarna sebagai Hades. Mereka semua turut membawa energy, dan humor ke dalam pertunjukan yang memadukan tradisi dan mitos berbeda ini.

Godi Suwarna (Hades) sendiri merupakan seorang penyair yang telah mengukir nama di daerah Jawa Barat. Beliau telah turut mempelopori gerakan penulis muda yang menerbitkan tulisan dalam bahasa Sunda dan telah memenangkan bermacam penghargaan untuk karyanya.

Hades Fading merupakan kolaborasi terkini antara artis di Indonesia dan Melbourne, berdasarkan inisiasi actor Wawan Sofwan dan direktur penulis Sandra Fiona Long yang merefleksikan kebiasaan konsumerisme dan dampaknya. 

Persembahan Mainteater sebelumnya turut mencakup Happy 1000 1000 Bahagia, pemenang Innovation of Form di ajang Melbourne Fringe, dan penerima nominasi Green Room untuk Innovative New Form (2000); The Wind in Bminor, yang ditampilkan di Hothouse Theatre’s Month di the Country, La Mama dan Fitzroy Town Hall (2007); Urat Jagat (Veins of the Universe) yang berdasarkan syair puisi Godi Suwarna’s mengenai dunia yang tengah sakit juga turut ditampilkan di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 2015.

“Stunning from all sides. Acting, design, music and especially the direction create a performance which is truly an aesthetic work of art from all angles.”

Tribune Jateng (Indonesia)

Hades Fading didukung oleh pemerintah Australia melalui Australia Council for the Arts, termasuk badan seni pemerintahan, Besen Family Foundation, Helen Soemardjo Fund, Playking Foundation, Australian Cultural Fund, dan Auspicious Arts Projects Inc. Proyek ini turut didukung oleh Creative Victoria and Project Eleven.

WAKTU

27 Februari 19:30 | 28 Februari 14:00 & 19:30 | 29 Februari 20:00, diikuti dengan Q&A |1 Maret  14:00

LOKASI

La Mama Courthouse, 349 Drummond Street, Carlton

TIKET

$30 Dewasa | $20 Tiket Konsesi

BOOKING

03 9347 6948 or www.lamama.com.au or www.asiatopa.com.au

Para artis bersedia untuk diwawancarai dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Media contact: Kath Papas, Producer P: 0422 570 837 E: [email protected] Untuk pertanyaan seputar media La Mama dapat menghubungi: 

Sophia Constantine Marketing & Communications, La Mama Theatre

P : 03 9347 6948

E : [email protected]