Oleh: Rista Lidia Serafika Kmurawak
Mengusung tema Serenada Nusantara, SoundSekerta 2025 yang digelar pada 1 Oktober lalu berhasil membawa kehangatan Nusantara ke tengah dinginnya Kota Melbourne. Apresiasi sebesar-besarnya kepada PPIA Monash University, nama dibalik suksesnya SoundSekerta 2025. Acara ini membuahkan kegembiraan bagi hampir 1800 diaspora yang datang malam itu. Bahkan beberapa penonton rela menempuh jarak jauh dari New South Wales dan Brisbane demi hadir di Melbourne Town Hall.
SoundSekerta adalah festival musik tahunan yang selalu dinanti oleh komunitas Indonesia di Melbourne. Setiap tahunnya, acara ini menghadirkan musisi-musisi terbaik Indonesia untuk menghibur diaspora Indonesia. Tahun 2023, SoundSekerta mengundang Nadine Amizah, D’Masiv, dan Hindia. Sementara di tahun 2022, panggungnya dimeriahkan oleh Vierratale dan Tulus. Tahun ini, SoundSekerta kembali menyapa dengan menghadirkan musisi yang mewakili segala generasi, Tulus.
Panggung SoundSekerta 2025 dibuka dengan talenta muda diaspora, LEMES dan Soulcase, yang berhasil memeriahkan suasana dengan lagu-lagu mereka yang energik. Mereka membawakan beberapa lagu populer Indonesia, termasuk Kamu dari Coboy Junior yang langsung membuat penonton riuh dan ikut bernyanyi. Rasanya seperti dibawa kembali ke masa sekolah. Energi mereka menjadi pembuka yang sempurna sebelum bintang tamu malam itu, Tulus, naik ke panggung.
Penampilan Tulus menjadi puncak dari rangkaian acara SoundSekerta 2025. Dengan keramahan dan interaksi hangatnya, Tulus menyapa penonton dan membuka penampilannya dengan lagu-lagunya yang mengundang suara ribuan orang di dalam Melbourne Town Hall. Antusiasme penonton terlihat sejak lagu pertama, Tukar Jiwa, dimulai yang disambut dengan alunan nyanyian dari diaspora Indonesia yang memenuhi ruangan.
Lebih dari sekadar festival musik, SoundSekerta 2025 menjadi acara yang mempertemukan ribuan diaspora Indonesia dalam semangat yang sama. Musik menjadi bahasa yang mempersatukan, menghadirkan kehangatan, dan mengobati rasa rindu akan Tanah air.
Seperti kata Tulus dalam Mahakarya, kami turut merasakan hati dan kerja keras panitia yang tercurah dalam SoundSekerta 2025 – sebuah mahakarya dari PPIA Monash.

















