Sehari di Bendigo

Ozipmates, tahukah kamu selain di Melbourne diaspora Indonesia di area Victoria juga terkonsentrasi di Bendigo. Kota asri yang juga dikenal sebagai “The City of Gastronomy” ini berlokasi di utara Melbourne dan dapat kamu kunjungi menggunakan V line Coach dari Southern Cross Station dengan waktu tempuh 2 jam saja. 

Pada hari yang cerah ini, mari kita awali pagi dengan menaiki tram wisata “Vintage Talking Tram” yang dapat kamu temukan di pemberhentian tram Charing Cross. Pemberhentian ini hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Kereta Bendigo. Kereta wisata ini menawarkan pengalaman hop-on hop-off yang memungkinkan Anda untuk menjelajahi berbagai atraksi utama Bendigo dengan santai. Dilengkapi dengan sistem PA, kondektur akan menjelaskan sejarah kota ini beserta landmark landmarknya. Di setiap pemberhentian yang strategis kamu dapat turun dan naik tram sesuai keinginan dengan menunjukan Day Pass yang dapat kamu beli kepada konduktor kereta. 

Titik pertama adalah tambang emas “Central Deborah Gold Mines” pada pemberhentian ini kamu dapat mengikuti tur terpadu yang menggambarkan kegiatan-kegiatan yang pernah berlangsung di bangunan bersejarah ini. Terdapat ruang pandai besi, ruang infirmary, ruang mesin, dan juga yang paling menarik kamu dapat menggunakan lift industri yang akan mengantarkan kamu menuruni tanah sedalam 61 meter dan memperhatikan langsung bagaimana kondisi kerja para penambang di masa lalu. Tak terasa, di sini kamu dapat menghabiskan waktu hingga lebih dari dua jam sehingga pada lokasi selanjutnya mari kita mencicipi kuliner modern ala Bendigo. 

Kembalilah menaiki tram yang sama, kamu akan dibawa pulang ke area Charing Cross tepatnya di sekitar Alexandra Fountain dimana kamu dapat menemukan banyak lokasi untuk makan siang – mulai dari deretan restoran terbaik Bendigo yang berlokasi di View St. hingga area taman Rosalind Park yang dapat menjadi alternatif area piknik jika kamu membawa bekal sendiri. Taman ini dikelilingi oleh pohon Elm, Ek, dan Kauri yang dapat dieksplorasi dengan mengikuti jalan setapak di sepanjang taman. Masih di Area yang sama, kamu dapat menaiki menara yang merupakan simbol kota Bendigo “Poppet Head Lookout” yang menyuguhkan pemandangan terbaik dari kota ini dan dapat memberikan pengalaman yang menenangkan. Tak jauh dari Poppet Head Lookout, kamu juga dapat mengunjungi “Bendigo Art Gallery”. Pameran seni ini adalah salah satu galeri tertua di Australia yang memiliki banyak koleksi Lukisan Eropa dari abad ke-19 serta berbagai lukisan kontemporer Australia yang dikurasi dari tahun 1800-an hingga saat ini. Dari Rosalind Park, bergeser sedikit ke area timur kamu dapat menemukan “Golden Dragon Museum”. Jika pada edisi Ozip ePaper sebelumnya kamu telah mengetahui bagaimana diaspora Asia juga turut mengembangkan Australia dari era goldrush, di museum ini kamu dapat mengenal mereka lebih dekat melalui lebih dari 30.000 artefak warisan Tionghoa di Australia seperti tiga naga: Loong, Sun Loong, dan Dai Gum Loong. Selain itu, kamu juga dapat menikmati taman Yi Yuan dan mengunjungi Kuil Guan Yin yang masih berada di area museum. 

Jika kamu masih memiliki banyak waktu, kamu dapat kembali menaiki Tram dan mampir ke ‘Lake Weeroona’, salah satu area tambang yang kini disulap menjadi danau dengan taman yang indah dan juga kuil ‘Bendigo Joss House Temple’ yang didirikan pada tahun 1871. Kuil ini dibangun menggunakan bata merah artisan dan juga menyediakan wawasan mendalam tentang praktik ibadah dan warisan budaya Tionghoa di kawasan Bendigo, yang dikenal sebagai ‘Dai Gum San’ atau ‘Big Gold Mountain’

Tak terasa, senja menyapa. Sampai jumpa di edisi Ozip Travel Oz selanjutnya! 

Kontributor : Ivany Hanifa Rahmi