Suara Indonesia Radio Queensland menyelenggarakan Radiothon 2026 4EB Radio, sebuah program yang melibatkan komunitas Indonesia melalui penggalangan dana untuk mendukung keberlangsungan media komunitas di tengah lanskap multikultural Australia di Brisbane. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 di stasiun radio 4EB yang berlokasi di Kangaroo Point, Brisbane. Selain itu, Radiothon juga ajang open house bagi seluruh pendengar radio 4EB di Queensland, dengan studio tour dan workshop siaran.

Melalui Radiothon 2026, Suara Indonesia juga memperkenalkan program-program unggulannya di Radio 4EB, diantaranya Suara Indonesia 98.1FM setiap Rabu pukul 4 – 5 sore dan Thanks Guys Indonesia Friday (TGIF) setiap Jumat pukul 3 – 4 sore, yang kini dapat diakses melalui siaran global digital. Dengan memperkuat jangkauan dan peran radio sebagai ruang temu diaspora Indonesia, program-program ini menjadi jembatan informasi, budaya, dan hiburan bagi diaspora Indonesia di Brisbane, Queensland maupun pendengar dari mancanegara.
Acara dihadiri oleh komunitas Indonesia di Queensland. baik mereka yang telah lama menetap di Australia maupun para pelajar yang baru tiba. Saat ini, Suara Indonesia sudah memiliki tim siaran dengan partisipasi aktif mahasiswa, seperti Imam Suryanto dan Titik Sumaryati, selaku pembawa acara Radiothon 2026. Koordinator Suara Indonesia, Hedy Nicolson, menegaskan bahwa Radiothon memiliki makna yang lebih luas dari sekadar penggalangan dana. “Radiothon adalah momen kebersamaan untuk menjaga agar suara komunitas Indonesia tetap hidup dan bisa terus didengar oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujar Ibu Hedy.
Suara Indonesia merupakan program radio berbahasa Indonesia yang dikelola oleh komunitas dan didedikasikan untuk memperkuat identitas budaya dan memupuk koneksi sosial antar generasi. Program ini menyediakan platform yang inklusif untuk bercerita, memperdengarkan musik, memperluas wawasan budaya, berita komunitas, serta diskusi isu-isu yang relevan bagi kehidupan diaspora. Suara Indonesia menciptakan ruang bagi masyarakat Indonesia di Australia agar tetap terhubung dengan akar budaya dengan pemeliharaan dan pelestarian bahasa Indonesia dan menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas Indonesia.
Menurut Ibu Hedy, dukungan komunitas menjadi kunci keberlanjutan program ini. Auditya, mahasiswa Indonesia yang juga menjadi penyiar di Suara Indonesia mengungkapkan, “Dari dulu penasaran dan pengen coba jadi penyiar. Akhirnya di Radiothon bisa ngerasain siaran langsung dan didengarkan banyak orang.” “Semoga Suara Indonesia terus mengudara dan jadi pengobat rindu untuk teman-teman di Brisbane ataupun dimana saja,” tambahnya. Melalui Radiothon 2026, Suara Indonesia mengajak seluruh diaspora Indonesia untuk ikut ambil bagian mendukung dan memperkuat keberadaan media komunitas sebagai ruang suara, budaya, dan solidaritas. (Eve)
















