OzipMates yang budiman, pada edisi kali ini kita akan mengunjungi nagari di Sumatera Barat.
Namanya desa Wisata Nagari Silokek, satu nagari yang dianugerahkan hamparan keindahan geologi batu kapur atau gamping (kars) berusia 350 juta tahun dan batuan granit beku berusia 250 juta tahun. Pemerintah Indonesia kemudian menjadikan 2000 hektar kawasan Silokek sebagai kawasan inti Geopark Nasional Ranah Minang Silokek. Sebagai gambaran luasnya kawasan ini kurang lebih sama dengan luas Mayfield Garden di Oberon, NSW.

Di nagari ini terdapat lokasi arung jeram sepanjang 5 km, rafting dan festival susur sungai Kuantan serta 18 lokasi panjat tebing yang menarik banyak turis dunia. Adanya Ngalau atau goa alam Basurek, sebuah gua dengan ornamen-ornamen unik sepanjang kira-kira 250 meter yang memiliki catatan sejarah dari zaman penjajahan Belanda dan Jepang, serta menjadi bukti jalur perdagangan dan syiar agama Islam dari Selat Malaka ke Sumatera Barat. Budaya Tari Dulang menggambarkan era keemasan para pendulang emas, yang melengkapi diri mereka dengan seni bela diri Silek Podang (silat pedang) warisan tradisi Minangkabau.

Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam 2 menit berkendara dari bandara Internasional Minangkabau, Padang menuju Nagari Silokek yang berada di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Walaupun terasa jauh, namun akan terobati dengan banyaknya pilihan homestay yang nyaman serta fasilitas camping yang luas bagi para pecinta outdoor.

Kuliner khas asal Minangkabau terkenal menjadi idola banyak orang. Tidak ada satu wilayahpun di Indonesia yang tidak memiliki warung makan Padang. Ada dimana-dimana dengan keunikan cita rasa yang dapat dibedakan berdasarkan asal daerahnya antara lain kuliner Padang khas Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Solok, Pesisir Selatan, Batusangkar, Agam hingga Dharmasraya.
Travel, enjoy and learn. Ayo kunjungi Indonesia.
Rio S. Migang *Pendiri EcoPlan Australia. Saat ini berdomisili di Maryland, Amerika Serikat. | Foto Istimewa (berbagai sumber)













