Merayakan Akhir Tahun Bersama: Ruang Berbagi Pengalaman Parenting di Australia

Menjelang berakhirnya tahun 2025, banyak orang tua merenungkan kembali perjalanan panjang yang telah dijalani. Mulai dari rutinitas mengantar jemput, menyiapkan makan setiap hari, hingga menghadapi perubahan suasana hati anak, semuanya menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Peran orang tua memang tidak mudah, tetapi setiap usaha dan ketulusan layak dirayakan.

Dalam suasana tersebut, Komunitas WISE mengadakan acara tutup tahun sebagai kesempatan untuk berkumpul dan saling menguatkan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman tentang suka dan tantangan menjadi orang tua di Australia. Berbeda latar belakang, berbeda usia anak, namun tujuan setiap keluarga tetap sama: memberikan yang terbaik bagi buah hati.

Salah satu sesi yang paling ditunggu adalah sesi berbagi pengalaman dari para orang tua. Cerita yang muncul sangat beragam, menggambarkan dinamika keluarga yang unik satu sama lain. Ada orang tua yang membesarkan tiga anak dengan jarak usia jauh, dan belajar bahwa membandingkan anak justru menghambat perkembangan mereka. Ada pula yang menggambarkan parenting seperti layangan, memberi kesempatan anak terbang tinggi, namun tetap menjaga agar mereka tidak hilang arah.

OZIP / Sharing pengalaman dan tips parenting

Bagi sebagian orang tua lain, tantangannya adalah menjalani peran ganda. Mengatur keuangan, mengurus transportasi anak, hingga membangun bonding di antara saudara kandung dilakukan dengan penuh kesabaran. Ada juga yang menekankan pentingnya memberi ruang bagi anak untuk mandiri, termasuk membiarkan mereka mencoba hal baru meski muncul perasaan takut. Dalam proses itu, orang tua belajar bahwa dukungan dan doa sering kali lebih kuat daripada kendali.

Pembahasan tentang budaya dan bahasa juga menjadi bagian yang penting. Banyak keluarga yang berusaha menjaga bahasa ibu sambil tetap menyesuaikan diri dengan lingkungan Australia. Ada yang menceritakan anaknya lebih nyaman dengan bahasa Inggris, tetapi tetap dibiasakan memakai bahasa Indonesia di rumah. Perpaduan identitas ini menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak imigran.

Isu lain yang tidak kalah penting adalah pembatasan penggunaan teknologi. Beberapa orang tua berbagi strategi mengelola screen time agar anak tidak terlalu bergantung pada gawai. Ada yang menggunakan sistem pengaturan waktu otomatis, ada pula yang memperkenalkan berbagai kegiatan di luar rumah agar anak tidak selalu terpaku pada layar. Semua sepakat bahwa kebiasaan digital perlu diatur sejak dini.

Selain itu, pembahasan mengenai karakter anak juga muncul. Ada orang tua yang menggunakan metode sederhana untuk memahami tipe kepribadian anak sehingga pendekatan yang diberikan bisa lebih tepat. Hal ini membantu orang tua menerima bahwa setiap anak berkembang dengan cara yang berbeda.

Tidak ketinggalan, topik mengenai kesehatan mental, cyberbullying, dan pengaruh media sosial juga menjadi perhatian. Tantangan parenting masa kini berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, orang tua perlu lebih terbuka, membangun komunikasi dua arah, serta membantu anak memilah informasi yang benar.

Di tengah berbagai cerita tersebut, terdapat satu pesan yang sama: menjadi orang tua juga berarti terus belajar. Banyak nilai yang diwariskan dari generasi sebelumnya perlu disaring, sementara tantangan baru menuntut penyesuaian. Pada akhirnya, yang ingin dicapai bukan hanya keberhasilan akademik atau materi, tetapi karakter, kemandirian, dan hubungan keluarga yang kuat.

OZIP / Menyantap Potluck yang dibawa oleh masing-masing rekan-rekan WISE

Acara tutup tahun ini menjadi pengingat bahwa perjalanan parenting tidak harus dilakukan sendirian. Dengan saling berbagi, orang tua dapat menemukan perspektif baru, merasa lebih didukung, dan lebih siap menghadapi tahun yang baru. Sebuah momen sederhana, tetapi penuh arti bagi setiap keluarga.