Memperingati Kemerdekaan ala Mahasiswa Indonesia di Melbourne TEMU LAWAK 2019

Tidak terasa tanggal 17 Agustus sudah di depan mata. Tentunya Hari Kemerdekaan Indonesia memiliki makna yang tersendiri bagi kita. Sebagai upaya untuk memperingati hari tersebut, PPIA Victoria kembali menyelenggarakan acara Temu Lawak pada tanggal 17 Agustus 2019, pukul 2:00 siang, di Athenaeum Theatre 188 Collins Street.

PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia) Victoria merupakan sebuah organisasi non-profit yang berafiliasi dengan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) dengan tujuan untuk menyatukan seluruh mahasiswa Indonesia yang berada di wilayah Victoria. Visi dan misi PPIA Vic salah satunya untuk menjadi sarana bagi para anggota dan panitia sub-divisi PPIA (PPIA Unimelb, PPIA Monash, dll.) serta pihak eksternal untuk saling berkolaborasi dalam aktivitas dan acara untuk mewujudkan visi bersama.

Temu Lawak (Teater Muda Langkah Awal Merdeka) merupakan pentas seni berwujud teater musikal yang mengandung unsur komedi. Kata ‘temu’ dan ‘lawak’ menjadi dasar dari tujuan acara ini yaitu sebagai sebuah sarana di mana kita semua dapat berkumpul dan bercanda ria bersama pada Hari Kemerdekaan Indonesia. Namun Temu Lawak 2019 diadakan bukan hanya untuk merayakan sejarah kita sebagai negara yang merdeka, melainkan juga untuk membangkitkan jiwa merdeka kita sebagai bangsa yang satu. Serta pula memperkenalkan beragam budaya dan adat-istiadat suku-suku Indonesia kepada kawula muda yang seringkali belum terekspos terhadap hal-hal ini.

Dimulai dari pentas perdana Temu Lawak di tahun 2016, pentas-pentas Temu Lawak selalu menyampaikan pesan moral melalui penampilan yang penuh canda tawa. Temu Lawak 2017 menampilkan keseharian rakyat Indonesia saat perang dan dijajah serta mengingatkan kita bahwa dalam masa kelam pun kita tetap dapat merasakan kebahagiaan dan kehangatan dari kebersamaan. Temu Lawak 2018 “Solara” menyentuh nilai-nilai patriotisme yang seringkali terlupakan oleh kaum muda. Pada tahun 2019 ini, Temu Lawak akan menyentuh nilai-nilai kekeluargaan melalui cerita yang lebih akrab dengan kehidupan kita sebagai mahasiswa dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya.

Produksi Temu Lawak 2019 berjudul “Tangih Amak.” Pemeran utama dalam karya ini berasal dari Minang, maka judul ini menggunakan bahasa daerah tersebut yang berarti “tangisan ibu.” Teater tahun ini menceritakan tentang perjalanan hidup Rizal, seorang mahasiswa di Melbourne. Sebelum dikirim oleh ibunya untuk mengejar pendidikan di luar negeri, Rizal memiliki kehidupan yang sederhana di sebuah desa di Padang.

Secara garis besar Temu Lawak 2019 berniat untuk mengingatkan kita semua, terutama para mahasiswa di Melbourne, bahwa seringkali kita melupakan kebaikan orang tua kita. Seringkali kita menganggap kesuksesan adalah hasil darah dan peluh kita sendiri. Padahal keberhasilan dalam bentuk apapun mustahil untuk diraih tanpa dukungan materi dan ajaran orang tua. Bagaimanapun juga mereka adalah orang tua kita yang senantiasa mengasihi dan mendoakan yang terbaik untuk kita kapan pun dan di mana pun mereka berada.

Acara Temu Lawak 2019 juga menyediakan wadah bagi kaum Indonesia, terutama para kawula muda, yang tertarik dengan dunia kesenian untuk berkarya. Dari tahap awal hingga akhir –koreografer, pengarang skor musik, pemeran, sutradara, penulis naskah– semua yang terlibat adalah bagian dari komunitas Indonesia. Selama proses persiapan, para pemain teater Temu Lawak menjalani latihan sebanyak 3 kali seminggu untuk menghadirkan penampilan yang terbaik. Selama 3 tahun terakhir ini, Temu Lawak selalu berhasil menarik lebih dari 700 penonton setiap tahunnya dan menggarap ulasan-ulasan yang positif terutama mengenai unsur komedinya.

Acara ini 100% murni dari Indonesia dan untuk Indonesia. Mari kita mendukung sesama kita dengan menyaksikan Temu Lawak 2019 dan bersama-sama menjalin kebersamaan di Hari Kemerdekaan Indonesia.

Untuk tiket Temu Lawak 2019 bisa menghubungi kami di 

+62 819 0848 5911 (WhatsApp: Gaby Felicia) atau 

+61 342 407 766 ([email protected]) atau [email protected] 

Harga tiket: $20 – $30.

Teks: Fiona Aberima