Share This Article

Info & tips
March 19, 2018 posted by Ozip Team

Kembali ke Analog

Kembali ke Analog

Era digital membawa banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan. Salah satunya ada di dunia fotografi. Sekalipun serbuan teknologi kamera digital sudah mulai populer sejak awal tahun 2000-an, namun bermain-main dengan kamera film/analog tetap mempunyai keasyikan tersendiri.

Kamera analog adalah kamera yang menggunakan roll film sebagai media penyimpan gambar. Beberapa merk film yang masih eksis sampai saat ini, diantaranya, Kodak, Fuji, dan Ilford. Biasanya, setiap roll berisi 24 atau 36 exposure. Selain pilihan jumlah exposure, juga ada pilihan ASA. ASA di setiap roll film bisa bervariasi, yang dipilih berdasarkan kondisi pencahayaan (malam/siang, ruang terbuka/tertutup, dan lain-lain).

Di liburan musim panas yang dihabiskan di New South Wales dan Queensland, Penulis pertama kali berkesempatan untuk mengeksplor asyiknya menggunakan kamera analog. Kamera analog memberikan pengalaman yang berbeda dibanding kamera digital. Kita ‘dipaksa’ untuk lebih sabar dalam menemukan komposisi dan timing yang tepat untuk setiap foto, mengingat kapasitas yang terbatas di setiap roll. Warna yang dihasilkan setiap roll film juga lebih ‘jujur’ dan berkarakter. Seperti film Fuji yang memiliki ciri khas ‘tone’ warna hijau dan film Kodak yang memiliki ‘tone’ warna kekuningan. Selain itu, rasa penasaran sekaligus excited selalu ada setiap menunggu hasil pengolahan (cucian) film. Kita tidak pernah tahu hasil akhir setiap foto yang kita ambil.

Untungnya, masih ada beberapa tempat pencucian film di Melbourne ini. Sebut saja Michaels Camera dan DigiDirect di Elizabeth Street, atau Hillvale Photo di Brunswick. Memang sih, fotografi analog kesannya lebih butuh banyak dana, karena kita butuh dana untuk membeli roll film, pencucian, dan cetak/scan. Tapi percaya deh, fotografi analog ini akan memberikan pengalaman dan kenangan yang berbeda, karena kita dibuat lebih menghargai proses di setiap pengambilan foto. Beberapa contoh hasil foto analog yang didapatkan saat liburan musim panas lalu bisa dinikmati di halaman ini.

Selamat mencoba!

Text dan foto: Maseta Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *