Share This Article

Uncategorized
March 19, 2014 posted by Ozip Team

International Woman’s : Day Meg Lie dan Lucky Zhou

By. Joceline Fanjaya Jana

 

Dalam rangka memperingati International Woman’s Day, berikut adalah rangkuman inspirasi dari dua wanita yang tidak takut akan tantangan dan intimidasi di dunia hukum Australia.

Di dunia hukum yang didominasi dengan mayoritas lelaki, dua wanita berikut ini berani berdiri, maju, dan pantang mundur. Meg Lie dan Lucky Zhou bersatu dalam bisnis, kemampuan, hasrat, dan kegigihan selama menjalani karir dibidang hukum dibawah kantor hukum Forefront Legal bersama partner ketiga mereka; Derrick Ting, yang berada di Melbourne CBD, Australia. Ruang lingkup praktek utama kantor hukum mereka adalah di bidang Property and Real Estate, Private Client Services, Corporate/Commercial Advisory, Litigation & Dispute Resolution, Family and Relationship Law.

 

Meg Lie

Meg Lie

Meg Lie merupakan salah satu rekan di kantor hukum Forefront Legal selain Lucky Zhou dan Derrick Ting. Bisnis mereka memiliki filosofi “Excellence, Innovation, Efficiency, and Affordability”.

 

Meg besar di Melbourne, sudah menjadikan Melbourne sebagai rumahnya, dan sangat mencintai kota ini. Bercita-cita menjadi artis saat masih kecil, Meg sangat mencintai creative arts dan masih menyukainya. Baginya, proses menciptakan seni itu sangat menarik. Tanpa melepaskan kegemarannya, Meg senang melukis, photography, dan membaca buku ditemani dengan secangkir kopi yang kesemuanya dapat membantunya untuk bersantai di waktu luang.

 

Salah satu saat yang tersulit dalam memulai bisnis tersebut adalah saat Meg harus berhenti bekerja. Langkah berikutnya adalah perencanaan bisnis yang matang namun dengan bantuan kedua rekannya, Meg merasa perjalanan mereka terasa lebih ringan dan perjalanan yang sangat memberi kepuasan. Dengan banyak pengalaman bersama klien yang berbeda dan dari bidang yang berbeda, untuk dapat memberi kepuasan ke diri secara pribadi, Meg harus mulai bekerja untuk diri sendiri, dan saat ada kesempatan tersebut, Meg langsung ambil kesempatannya. Dengan menjadi pemilik bisnis milik sendiri, kita dapat langsung mengontrol kualitas tertinggi bagi para klien. Ini juga membuat inti tujuan bisnis ini secara pribadi dapat dijunjung kepada para klien.

Terinspirasi dan mendapat contoh dari sosok ayahnya yang juga seorang pengusaha, Meg diajarkan agar jangan bermimpi tentang sukses namun harus bekerja keras untuk menjadi sukses. Tekad keras dan nilai-nilai kepercayaan yang ada dalam diri ayah Meg ini yang terus menginspirasinya dalam menjalani bisnis ini.

 

Bagi Meg, bekerja di bidang hukum yang didominasi dengan lelaki, bukanlah hal yang dapat mengintimidasinya. Jenis kelamin bukanlah penentu kemampuan kita atau yang menentukan kemampuan kita. Meg percaya akan kemampuan dirinya jadi biarlah hasil kerjanya yang membuktikan kemampuannya; bukan semata karena jenis kelamin atau penampilannya.

 

Namun kalau memang keadaan menjadi sulit, Meg akan mengatur dirinya berhitung 1 sampai 3 dan jalani satu per satu. Meg selalu melakukan pekerjaannya dengan profesional, percaya diri, dan outgoing.

Sebagai salah satu pemimpin di perusahaannya, Meg mengagumi kualitas pemimpin yang jujur, percaya diri, berkomitmen, dan menghormati orang lain.

 

Sebagai pengacara, Meg sangat menyukai segala yang berhubungan dengan hukum. Profesi ini terus membuatnya tertantang dan belajar hal-hal baru setiap harinya. Meg sangat menikmati pekerjaannya dan kepuasan yang didapat ketika berhasil membantu klien mendapatkan apa yang ditujukan.

Meg menyarankan bagi para wanita yang ingin memiliki bisnis agar : memiliki perencanaan yang matang ( jangan terburu-buru membuat keputusan ), harus tahu dan mengetahui batas-batas kemampuan pribadi, sangat penting mendapatkan dukungan dari keluarga, harus dapat menyadari bahwa ini adalah komitmen dan perjalanan tidak akan selalu mulus, dan tahu apa yang akan dihadapi ( baik secara legal atau perencanaan ).

 

Meg juga melihat bahwa bagaimana kita melayani atau bertindak terhadap orang lain atau klien akan mempengaruhi tindakan klien atau orang lain terhadap kita. Dan reputasi baik adalah hal yang penting untuk bisnis manapun juga. Bersama dengan kedua rekannya, Meg akan berusaha lebih memajukan Forefront Legal di tahun 2014 ini.

 

Meg percaya akan dua kutipan yang diperuntukan bagi para wanita yang ingin mencapai potensi mereka : “Don’t just dream about it, take action and work hard to achieve it!” dan “Nothing is impossible. The word itself says ‘I’m possible!’ ( Audrey Hepburn)”.

 

Lucky Zhou

Lucky Zhou

Guanqi ( Lucky ) Zhou atau yang lebih dikenal dengan panggilan Lucky, berasal dari China, telah menjalankan karir di bidang hukum selama beberapa tahun di Australia dan selalu menikmati tantangan-tantangan yang berhubungan dengan karirnya. Ini menjadi salah satu alasan Lucky kemudian bekerjasama dengan kedua rekannya untuk mendirikan kantor hukum di Melbourne. Kota inipun menjadi pilihan karena bagi Lucky, Melbourne adalah rumah dan kota yang juga memiliki hub komersial bagi bisnis mereka.

 

Dalam menjalani bisnis dan memilih untuk menjadi pemilik sebuah bisnis, Lucky harus dapat bisa menjadi individual yang memiliki pengetahuan yang luas, pekerja keras, berpikir komersil, dan tidak pernah lupa akan visi dari bisnis itu sendiri. Baginya, melihat pengusaha lain dapat mewujudkan visi mereka membuatnya ingin seperti mereka.

Dari inspirasi inilah Lucky belajar untuk fokus kepada hal yang penting dan tujuan akhirnya daripada fokus kepada faktor-faktor penghambatnya. Dengan kualitas kepemimpinan yang tegas dan kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang sulit, Lucky memiliki tujuan untuk mengembangkan perusahaan mereka ke depan. Sebagai seorang yang idealis yang berfokus kepada penuntasan suatu pekerjaan, oleh sebab itu Lucky memegang kepercayaan dalam inovasi dan mutu yang sangat tinggi dalam apapun yang mereka kerjakan.

 

Namun tidak ada bisnis tanpa kendala. Dengan bidang karir dimana lelaki yang lebih dominan ( namun menurutnya mulai perlahan berubah ), taktik intimidasi hanya berhasil kalau kita membiarkan diri kita terintimidasi; jadi harus dapat yakin atau percaya kepada diri sendiri, apapun yang kita lakukan dapat membantu memberikan ketegasan tentang diri kita, dan membantu menuntut rasa hormat dalam situasi-situasi tersebut.

 

Jika dapat mengatasi hal tersebut, akan ada rasa kepuasan tersendiri dan kita tahu kita dapat mengatasinya sama seperti tantangan-tantangan yang lainnya. Harus dapat menghargai bahwa rasa takut itu adalah perasaan yang natural dan kita tetap mampu mengatasi masa sulit tersebut walaupun takut. Banyak orang-orang lain yang juga mengalami rasa takut yang sama jadi ini dapat dijadikan hal yang menenangkan baginya.

Saran Lucky bagi para wanita yang ingin memiliki bisnis sendiri adalah : pastikan bisnis tersebut sehat dan layak dijalani, harus memiliki business plan yang komprehensif, harus siap secara finansial, harus memiliki penilaian resiko dalam penjalanan bisnis tersebut, dan harus siap bekerja keras karena itu adalah salah satu kewajiban kita sebagai pemilik bisnis.

 

Bagi Lucky, hanya ada dua pilihan jika keadaan berubah menjadi sulit: menyerah atau tetap berjalan. Lucky masih belum mau menyerah. Lucky percaya akan satu kutipan yang diperuntukan bagi para wanita yang ingin mencapai potensi mereka : “Only those who will risk going too far can possibly find out how far one can go”.

Meg dan Lucky dapat dihubungi di: info@forefrontlegal.com.au atau kunjungi situs mereka di : www.forefrontlegal.com.au

 

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *