Share This Article

Uncategorized
March 19, 2014 posted by Ozip Team

Biz Profile – Learn from the Winners of Telstra Business Awards

Biz Profile – Learn from the Winners of Telstra Business Awards

Behind every great business, there’s a great story to tell,” itulah alasan kenapa kisah sukses dari para finalis Telstra Business Awards di tahun 2013 kemarin menjadi salah satu bahan konten TV show di Sky News Business. Di edisi Womenpreneur ini, mari kita lihat beberapa kiprah mereka yang memenangkan penghargaan ini dan saran-saran yang mereka berikan untuk wanita lainnya yang berkecimpung di bisnis. Learn and be inspired, ladies and gentlemen!

Jo Fisher

Founder, Managing Director, Jo Fisher Group

Pada tahun 2002, Jo Fisher mendirikan perusahaan rekrutmen posisi eksekutif hanya dengan sebuah laptop dan minatnya yang besar. Sekarang, setelah 12 tahun, Jo Fisher Group telah berkembang menjadi empat perusahaan yang memberikan pelayanan rekrutmen posisi jo-fishereksekutif/manajemen, dukungan rekrutmen jabatan professional, solusi manajemen interim, leadership advisory, pelayanan transisi karir untuk eksekutif di Australia dan Selandia Baru. Spesialisasi Jo termasuk mencari posisi manajemen C-level baik untuk di swasta maupun di pemerintahan, non-profit, dan pendidikan.

Kemampuannya mengolah bisnis sehingga kinerja bisnisnya tetap kuat dan mampu bertahan dengan baik pun mendapatkan pengakuan dari para juri, sehingga dalam posisinya sebagai Managing Director ini ia menggondol Victorian Winner untuk kategori Business Owner Awards tahun 2013.

Kepekaannya terhadap kebutuhan yang berbeda di tempat kerja dan komitmennya untuk memberikan kesempatan kepada wanita membuatnya menempatkan 46 persen jabatan senior lewat grupnya kepada wanita. Komitmennya untuk memberikan kesempatan kepada wanita tidak hanya dibuktikan lewat bisnisnya. Ia juga menjadi angel investor di Scale Investors, sebuah investor network yang mengutamakan investasi di bisnis-bisnis yang mempunyai setidaknya satu orang wanita sebagai pemegang saham atau pengambil keputusan. Sebagai salah satu dari investor, Jo berkomitmen setidaknya berpartisipasi dalam satu deal investasi sejumlah minimal $25,000 dan juga memberikan kontak atau expertisenya dalam operasional bisnisnya. 

Pemegang gelar Master of Business Administration dari Deakin University ini mengaku bahwa dirinya memang mempunyai passion untuk membantu kliennya mempunyai representasi yang lebih beragam untuk gender, umur, dan budaya di tingkat level eksekutif.

“Mempelajari dan menghargai nilai dari perbedaan yang ada di orang-orang, bagaimana mereka berpikir dan beroperasi, bagaimana sudut pandang mereka terhadap dunia berbeda dan bagaimana pentingnya kontribusi dari setiap dan masing-masing mereka kepada dunia, penting untuk mencapai kesuksesan,” ujarnya saat menerima Award ini.

Sadhana Smiles

Property Manager, Harcourts Victoria CEO

Sadhana SmilesSadhana Smiles adalah pemenang Telstra Victorian Business Woman of the Year di tahun 2013. Bersamaan dengan gelar tersebut, ia juga memenangkan penghargaan untuk kategori Private and Corporate Sector Award.

Wanita yang satu ini merupakan CEO Harcourts Victoria, salah satu perusahaan properti terbesar di Australia, merupakan perintis organisasi kesehatan non profit di Fiji, dan seorang single mum.

Sadhana yang lahir di Fiji ini memang mempunyai rekam jejak yang sangat bagus sepanjang karirnya. Ia mengantarkan sejumlah angka pertumbuhan yang drastis selama masa-masa paling sulit untuk industri real estate setelah Global Financial Crisis terjadi. Sebagai salah satu dari sedikit CEO wanita di industrinya, ia berhasil membawa cabang Victoria dari grup properti internasional Harcourts tersebut mendapatkan pertumbuhan revenue sebesar 11 persen di tahun 2012. Sebelumnya, ia memegang kepercayaan sebagai CEO Harcourts NSW dan berhasil mendapatkan pertumbuhan 26 % untuk angka penjualan.   Hal ini tetap dilakukannya walaupun ia tumbuh di budaya yang tidak terbiasa memandang wanita sebagai pencari uang atau pemegang high-powered jobs.

Kekuatannya datang dari keyakinannya yang begitu kuat dan positif. “I believe women can have it all,” ujarnya dalam pidato penerimaan penghargaannya. “The only thing you can’t fix is death. Everything else in life you can fix.”

Sebelum bergabung dengan Harcourts, Sadhana sempat bekerja di McGrath Real Estate dan Hocking Stuart. Bekerjasama dengan franchisees, agen, dan konsumen, ia membangun sebuah rencana untuk mengubah persepsi pelanggan tentang sektor real estate dan memposisikan Harcourts sebagai perusahaan yang “sama konsistennya dengan McDonald’s dan sama enerjetiknya dengan Virgin.”

“Saya percaya bahwa penting bagi kesuksesan suatu bisnis bahwa nyawa kepemimpinan sudah ada dari level yang paling bawah, sehingga saya menginvestasikan banyak fokus pada level lokal, sama banyaknya dengan yang saya investasikan pada level leadership,” ujarnya.

Kontribusi Sadhana yang lain, antara lain, mempublikasikan buku pelatihan manajemen berjudul People Power – did you have them @ hello?

Ia juga menjadi host untuk acara Walk a Mile in their Shoes, aksi jalan kaki anti-kekerasan yang pertama di Australia bulan Mei tahun lalu yang telah mengumpulkan lebih dari $30,000 untuk White Ribbon Australia.

Sekitar tahun 2007, Sadhana merintis Links Fiji, sebuah organisasi non-profit yang berfokus pada pendidikan kesehatan dan memberikan dana kepada tim medis untuk mengunjungi desa-desa di Fiji. Dalam setiap perjalanan tim medis (yang dilakukan dua kali setahun) kurang lebih 1,000 pasien sudah dites dan dirawat untuk kanker serviks, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Selain itu, Sadhana juga telah mengadopsi tujuh anak Fiji.

Kate McKenzie, Duta Telstra Business Women’s Awards, mengatakan, “Pemenang-pemenang dari Victoria adalah wanita karir yang inspirasional dengan pencapaian yang luar biasa. Namun juri-juri sangat terkesan dengan kemampuan Ms Smiles untuk mengimbangkan komitmen bisnisnya dengan kepeduliannya terhadap komunitas internasional. Mereka mengakui pencapaiannya dalam membesarkan namanya di industri yang didominasi oleh pria dan juga keterlibatannya dalam mengorganisir event-event pengumpulan dana di komunitas,” ujarnya.

Sadhana mempunyai saran untuk wanita-wanita lainnya, yang tidak jauh-jauh dari mendorong wanita untuk bisa lebih vokal tentang kebutuhannya. “Get better at asking for things,” ujarnya, menunjukkan pengertiannya tentang sifat wanita yang kerap tidak enakan.

Menurut Sadhana, seringkali hambatan terbesar yang membuat wanita tidak bisa mendapatkan posisi-posisi senior adalah diri mereka sendiri. Jika para wanita bisa lebih fokus kepada membentuk hubungan yang baik dan menanyakan pekerjaan yang mereka inginkan, mungkin mereka akan bisa diberi kesempatan. “Just ask,” ujarnya. Menurutnya, dirinya pun tidak pernah dianggap sebagai kandidat yang pas oleh pria. Hanya karena ia mengutarakan ketertarikannya untuk posisi kunci kepempinan, dan mengikuti alur proses aplikasi secara formal, skill dan keuletannya untuk melaksanakan pekerjaan dengan cepat diakui oleh para pemimpin pria di perusahaannya.

“Ya, memang masih ada masalah seputar diskriminasi dan bullying. Saya seringkali berada di meeting yang terdapat percakapan tentang saya yang sangat tidak pantas. Saya rasa ada dua cara saya bisa menghadapinya – saya bisa membiarkan hal tersebut mempengaruhi saya, atau saya bisa teruskan saja melakukan pekerjaan saya. Dalam kebanyakan kasus, saya memilih untuk terus melakukan pekerjaan. Insiden seperti itu bisa menghancurkan kepercayaan pada diri sendiri dan mempengaruhi rasa percaya diri.  Sebagai wanita, jangan berpikir Anda harus menjalaninya sendirian. Cobalah untuk mendapatkan jaringan dukungan yang kuat di sekitar Anda,” ujarnya.

Aimee Marks

Founder, TOM Organic

Aimee Marks, 26 tahun, adalah pemenang kategori Young Business Women’s Award  di 2013 Telstra Business Women’s Award untuk aimee_mainVictoria.

Di usia 18 tahun sebagai seorang siswa SMU, Aimee mengaku frustrasi karena tampon yang dimilikinya seringkali keluar dari kemasannya dan jatuh ke dalam tasnya. Ia bertekad untuk memproduksi cara yang baru untuk mengemas produk tampon. Rencananya malah berkembang kepada mencari jalan untuk mencapai tanggungjawab sosial.

Ia mulai belajar tentang bagaimana bahan-bahan kimia, pestisida, pemutih, dan bahan-bahan sintetis yang digunakan di produk perawatan wanita mempunyai pengaruh pada kesehatan wanita dan kesehatan planet ini. Ide untuk membuat tampon organik muncul ketika ia mengetahui begitu banyaknya bahan-bahan tidak alami yang harus dipakainya begitu dekat dengan bagian intim kewanitaannya. Bahkan rencana membuat produk ini sudah disebutkannya saat ia melamar ke jurusan Entrepreneurship di RMIT University.

Setelah mengambil kuliah jurusan Entrepreneurship di RMIT University, ia berhasil mendapatkan banyak pelajaran baru tentang bidang tersebut. Ia juga beruntung mendapatkan akses ke pengalaman orang lain. “Ada kesempatan untuk meriset dan merencanakan bisnis ini di universitas. Saya dibimbing oleh orang-orang bisnis yang begitu luar biasa, termasuk Janine Allis dari Boost Juice dan Brian Hamersfeld, partner Natalie Bloom dan pemilik Moose Toys. Orangtua saya juga mempunyai bisnis kecil. Jadi saya memang mempunyai filosofi bahwa kamu bisa menciptakan dan melakukan apapun, tidak ada resep khusus, dan benar-benar hanya perlu memiliki minat dan semangat untuk mendorong apa yang kamu yakini,” ujarnya.

Aimee mengeluarkan merek TOM Organic tahun 2009 dari tempat tidurnya di St Kilda. Mulai dari sourcing material, desain kemasan, dan bernegosiasi dengan supplier, semuanya dilakukannya sendiri.  Kini, produk Aimee yaitu tampon, pembalut, dan liner yang biodegradable, dibuat dengan katun organik bersertifikat, dan bebas dari bahan-bahan kimia, sudah tersedia di Coles dan Woolworths.

Amy_Marks_Titian_Linley_21-682x1024“Pondasi bisnis ini sudah dimulai semenjak saya SMA, untuk sembilan tahun belakangan saya telah berusaha membangun perusahaan yang menggunakan bisnis sebagai salah satu cara untuk menyebarkan kebaikan di dunia, dengan mendefinisikan ulang makna sukses, sebuah bisnis yang menjamin bahwa manusia dan planet bisa sama-sama hidup berdampingan sebagai jantung dari aktivitas utama bisnis tersebut.”

“Untuk saya, TOM Organic adalah tentang pendidikan dan membentuk komunitas yang berkisar tentang kesehatan wanita, pemberdayaan wanita, dan memimpin cara orang membuat pilihan dari perspektif mass market. Menginspirasi wanita untuk membuat pilihan yang sadar ketika membeli produk dan tidak mengompromikan kesehatan dan lingkungan mereka. Ada begitu banyak produk yang luar biasa di luar sana sehingga Anda tidak perlu berkompromi.”

Ia pun berbagi filosofinya sebagai saran untuk wanita lain. “I think not settling for anything other than greatness is really important in all aspects of your life. You shouldn’t have to compromise. From a business entrepreneur perspective or a career perspective just remember to live your passion. Do things that really inspire you because ultimately that’s where you are going to have the greatest impact.

(Source: Telstra/DumboFeather/BRW Foto: Telstra, Titian Linley Dumbo Feather/BRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *