ANZAC DAY 2025: Refleksi Nasional atas Pengorbanan dan Persatuan

Oleh: Muhammad Iqbal

Setiap tanggal 25 April, seluruh Australia memperingati ANZAC Day untuk menghormati keberanian dan pengorbanan para prajurit yang bertugas dalam peperangan, konflik dan serta misi kedamaian. ANZAC sendiri merupakan singkatan dari Australian and New Zealand Army Corps, atau Angkatan Bersenjata Australia dan Selandia Baru. Pada tahun 2025 ini, menandai peringatan ke-110 pendaratan pasukan ANZAC di Gallipoli, yang juga menjadikan momen ini sangat penting bagi masyarakat Melbourne dan sekitarnya.

Upacara dan Kegiatan Utama di Melbourne Dawn Service di Shrine of Remembrance

Upacara utama ANZAC Day di Melbourne berpusat di Shrine of Remembrance, dan dimulai pukul 05.30 pagi di Birdwood Avenue. Upacara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya sama sekali, sehingga setiap tahunnya ribuan warga hadir untuk mengikuti momen ini dalam keheningan. Diperkirakan lebih dari 50.000 orang berkumpul untuk mengenang momen ini.

Acara pada upacara ini dimulai dengan pembacaan puisi, nyanyian rohani, peletakan karangan bunga, dan pidato dari Gubernur Victoria. Di sekitar Shrine, layar-layar besar dipasang agar pengunjung tetap bisa menyaksikan jalannya upacara meskipun berada di tengah kerumunan dan gelapnya pagi. Setelah upacara, pengunjung dapat memasuki Sanctuary untuk meletakkan bunga poppy sebagai tanda penghormatan.

Pada upacara tahun ini, terjadi insiden saat Tokoh Adat Bunurong dan Gunditjmara, Uncle Mark Brown, menyampaikan sambutan Welcome to Country. Sekelompok kecil individu, termasuk tokoh neo-Nazi Jacob Hersant, meneriakkan ejekan dan mencoba menghentikan sambutan tersebut. Hersant kemudian dikawal keluar oleh polisi dan diselidiki atas perilaku ofensifnya. Insiden ini menuai kecaman luas dari para pemimpin politik, termasuk Perdana Menteri Anthony Albanese dan Pemimpin Oposisi Peter Dutton, yang menyebut tindakan itu sebagai penghinaan terhadap semangat ANZAC dan nilai-nilai nasional Australia.

Veteran March

Pukul 09.00 pagi, suasana di pusat kota Melbourne berubah menjadi lautan rasa hormat saat ribuan veteran, keluarga, personel militer aktif, dan komunitas memulai barisan dari Swanston Street menuju Shrine. March ini bukan hanya sekadar parade militer pada umumnya, tetapi juga sebagai salah satu simbol penghargaan lintas generasi atas pengorbanan demi nilai-nilai kebebasan dan solidaritas.

Sepanjang rute, masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang memberikan tepuk tangan hangat. Tak sedikit pula yang meneteskan air mata sebagai bentuk penghormatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun setiap 25 April.

Pertandingan AFL Tradisional

Tidak sampai disitu saja. Sore harinya, penghormatan juga berlanjut ke Melbourne Cricket Ground (MCG). Pertandingan tahunan antara Essendon dan Collingwood digelar dalam semangat ANZAC. Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, pertandingan ini diawali dengan satu menit hening sebagai momen refleksi nasional.

Pada tahun 2025, kedua tim mengenakan guernsey, seragam olahraga Australian Football League, khusus yang dirancang untuk menghormati sejarah militer Australia, lengkap dengan motif lencana unit militer dan simbol pengabdian. Suasana stadion pun terasa khidmat, menandai bagaimana olahraga bisa menjadi alat pemersatu dan pengingat akan jasa para pahlawan bangsa.

Kegiatan lainnya di beberapa Suburb

Selain di pusat kota, peringatan ANZAC Day juga diadakan di sejumlah suburb Melbourne, terutama di sekitar monumen atau cenotaph. Di wilayah City of Monash, upacara diselenggarakan oleh Returned and Services League (RSL) di tiga lokasi: Glen Waverley Cenotaph, Clayton RSL Memorial and Remembrance Space, dan Oakleigh Cenotaph. Upacara dimulai pukul 06.00 pagi dan diakhiri dengan penempatan karangan bunga oleh keluarga prajurit, pejabat pemerintah, dan warga setempat.

Karangan bunga ini juga dapat ditemukan di berbagai cenotaph lain di Melbourne, seperti salah satunya di Flemington Cenotaph. Menariknya, beberapa rangkaian bunga tetap dibiarkan berada di tempatnya selama lebih dari dua minggu, bahkan hingga satu bulan. Umumnya, hal ini dilakukan atas permintaan keluarga dan dengan persetujuan pemerintah setempat, serta disesuaikan dengan kondisi bunga yang masih layak.

Bunga Poppy Merah

Salah satu simbol paling ikonik dari ANZAC Day adalah bunga poppy merah. Di sekitar Shrine of Remembrance, bunga ini ditanam secara khusus dan digunakan sebagai tanda penghormatan.

Asal usul bunga ini berkaitan dengan puisi “In Flanders Fields” karya Letnan Kolonel John McCrae, seorang dokter militer Kanada. Dalam puisinya yang ditulis tahun 1915, McCrae menggambarkan bunga poppy yang tumbuh di antara makam tentara yang gugur di ladang Flanders, Belgia, salah satu lokasi pertempuran paling sengit di Perang Dunia I.

Warna merah mencolok bunga poppy melambangkan darah para prajurit yang gugur. Bunga ini tumbuh diatas tanah yang hancur oleh perang, menjadikannya lambang harapan dan kehidupan baru di tengah kehancuran. Simbol ini kemudian diadopsi luas oleh negara-negara Persemakmuran, termasuk Australia dan Selandia Baru, sebagai bagian dari peringatan nasional.