OzipMates yang budiman,
Pada edisi kali ini bersama-sama OzipMates akan berkunjung ke suatu desa wisata dengan nama unik. Desa Pulau Sapi. Disebut desa Pulau Sapi, bukan karena warganya peternak sapi dan bukan pula karena banyak sapi liar. Namun, dalam sejarahnya ada sapi yang hanyut dari hulu sungai dan ditemukan warga desa saat awal dibukanya kawasan hutan untuk pemukiman baru di desa ini. Unik bukan?
15 menit berkendara dari Kabupaten Malinau, desa Pulau Sapi berkembang sepanjang tepi Sungai Mentarang Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang 10 tahun lalu ditetapkan sebagai provinsi ke-34 Indonesia. Kabupaten Malinau secara alamiah berkembang menjadi destinasi wisata internasional karena kombinasi alam dan budayanya yang atraktif. Kawasan ini memiliki taman nasional legendaris “Heart of Broneo” Kayan Mentarang dengan gajah mini Borneo (Elephas maximus borneensis) yang sangat langka dan Desa Ekowisata Dayak Kenyah “Omah Lung” Setulang yang akan dikupas pada series selanjutnya.
Mayoritas penduduk desa Pulau Sapi berlatar suku bangsa Dayak Lundayeh yang dalam catatan sejarah lokal berasal dari imigrasi penduduk kawasan hulu Malinau dan memiliki kekerabatan erat dengan suku bangsa Dayak di dua negara tetangga, Brunai Darussalam dan Malaysia (Sabah, Sipitang dan Serawak).



Masyarakat Lundayeh sendiri membawa kekayaan seni budaya tiada duanya yang sangat menekankan kisah kehidupan sehari-hari, prosa tentang kisah Panglima Burung yang membawa kedamaian, kekuatan dan kesetiaan. Diwujudkan melalui musik, storytelling mengenai adat Nui Ulung yang telah lama ditinggalkan, tari daerah, anyaman rotan, kerajinan logam dan batik hingga kuliner khas lokal. Kuliner khas Dayak Lundayeh seperti, Telu (ikan furud/ikan tawar yang difermentasi), Lubak Laya (nasi lembek gurih memakai garam gunung Krayan), dan Biter Daun Timun (bubur daun timun). Kuliner khas masyarakat Malinau seperti Luba Laya (nasi lembek dari beras Adan), sop Juhu Singkah (batang rotan muda segar) dan teman teh atau kopi Robusta Malinau yang pahit ditemani Kue Dange (ketan, parutan kelapa, dan gula merah) yang manis.
Travel, enjoy and learn. Ayo kunjungi Indonesia.
Rio S. Migang *Eco-Plan International. Maryland, USA | Foto Istimewa (berbagai sumber)













