TITIEK PUSPA PENYANYI LEGENDARIS (1937 – 2025)  SUDAH PERGI

‘Innalillahi roji’un – Dari tanah kembali ke tanah’ – Dust to dust’.

Jam menunjukkan jam 20.16 AEST, 10 April 2025 seorang teman masa kecil ditengah obrolan memberitahukan bahwa penyanyi legendaries dan pencipta lagu Indonesia Titiek Puspa meninggal dunia. Juga teman tadi memberitahukan bahwa Mbak Titiek Puspa mengalami pendarahan otak dan sudah dioperasi dan berhasil tapi Tuhan memutuskan lain, yaitu kembali ke pangkuanNya, amiin.

Memang Tuhan enggan berbagi ilmuNya mengenai tiga (3) hal, kelahiran, jodoh dan kematian. Dan Tuhan tetap merahasiakan 3 hal tersebut diatas dan menjadikannya sebagai misteri dan membiarkan mahlukNya yang bernama manusia menerka-nerka apa maksud Tuhan merahasiakannya tiga (3) hal di atas?

Titiek Puspa, artis penyanyi  empat (4) zaman telah kembali kepangkuanNya dengan tenang dan damai pada usia 87 tahun, hari Kamis 10 April 2025 di Rumah Sakit Medistra, Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada pukul 16.25 WIB, pada usia 87 tahun dan dimakamkan di Taman Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.

Sosok hebat yang tak ada duanya, yang memberikan seluruh hidupnya untuk dunia musik. Lahir dari pasangan Tugeno Puspowidjoyo dan Siti Mariyam. Titiek Puspa anak ke 4 dari 12 bersaudara; 7 laki-laki dan 5 perempuan.

Sejak kecil bercita-cita menjadi guru Taman Kanak-Kanak, namun suka menyanyi dan sering ikut kompetisi dan kemudian pada usia 14 tahun memenangkan kompetisi menyanyi di Bintang Radio RRI Semarang yang merupakan takdir yang membawa Titiek Puspa menjadi penyanyi legendaris Indonesia yang tak tertandingi. Hanya ada satu Titiek Puspa dan tidak akan ada lagi Titiek Puspa ke 2!

Menurut beberapa musik kritik, Titiek Puspa sudah cukup lama menyanyi tapi mulai menulis lirik dan sekaligus menciptakan lagu sejak menikah dengan musisi ternama Mus Mualim,  Mus Malimlah yang semakin membangkitkan bakat mencipta, penulis lirik dan menyanyikannya sekaligus dengan lirik-lirik yang menyentuh hati dan abadi.  Sesuatu yang datang dari hati sanubari yang dalam tentu yang tersentuh juga hati.

Titiek Puspa merupakan satu-satunya penyanyi Indonesia yang diminta Bung Karno untuk menyanyikan lagu Rusia dalam bahasa Rusia menjelang kedatangan Nikita Khrushchev pemimpin Rusia pada tahun 1960 (Uni Sovyet waktu itu). Bung Karno pasti bisa melihat bakat bahasa Titiek Puspa dan suaranya yang khas Titiek Puspa! Dan ini terjadi beberapa kali, kalau ada tamu asing, Bung Karno pasti meminta Titiek Puspa menyanyikan lagu dalam bahasa ibu si tamu! Arti kata memang Titiek Puspa punya bahasa asing yang luar biasa!!

Titiek Puspa tidak hanya menyanyi, mencipta lagu tapi juga berakting dalam beberapa film seperti ‘KarminemInem Pelayan Sexy, dan Apanya Dong. Jadi betul-betul sosok yang serba bisa! Bahkan  tahun 2020 pemerintah Indonesia mengabadikan Titiek Puspa di dalam sebuah perangko!

Dalam acara wawancara bersama Si Kolonel Deddy Carbuzier, beberapa minggu sebelum meninggal bahkan sepertinya Titiek Puspa sudah mengisyaratkan bahwa beliau akan pergi dengan berkata:”Mati pun saya pasrah. I am coming!” Mungkin betul kepada mahluk yang disayangiNya, Tuhan memberi tanda-tanda!

Titiek Puspa mengakui bahwa beliau adalah sarang penyakit bahkan harus ganti nama sampai beberapa kali dari Kadarwati kemudian menjadi Sumarti , kemudian terakhir Titiek Puspa! Di masyarakat Jawa memang lumrah mengganti nama seorang anak sampai berkali-kali, karena dikaitkan mungkin nama tersebut tidak cocok dengan si anak. Pada usia 73 tahun kena kanker! Tapi tetap tampil bahagia dan melihat dunia dan hidup ini enteng dan bahagia! Sosok manusia Indonesia yang selalu bersikap positif. 

Menurut para musisi Indonesia Titiek Puspa meninggalkan 17 lagu-lagu abadi seperti, Si Hitam, Minah Gadis Dusun, Cinta, Jatuh Cinta, Bing, Hidupku Untuk Cinta, Esok Malam Kujelang dll.

Lagu-lagu yang diciptakan Titiek Puspa ada yang bernuansa sedih haru, ceria, lucu dan juga ada yang bernuansa perjuangan. Betul-betul penyanyi yang serba bisa!

Titiek Puspa lahir Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, 1 November 1937 dengan nama Sudarwati dan satu-satunya penyanyi Indonesia di mana 2 karya lagu dipilih oleh Rolling Stone Indonesia sebagai lagu terbaik. Titiek Puspa tidak hanya dikenal sebagai penyanyi tapi juga sebagai penggubah dan pencipta lagu.  Banyak lagu dan lirik ciptaan Titiek Puspa yang abadi karena bisa dipastikan ditulis dari hati. Seperti lagu Cinta, Minah Dari Dusun dan Kupu-Kupu Malam dan banyak lagu lainnya. 

Selamat jalan Mbak Titiek Puspa, Indonesia kehilangan dan berikut ini kita persembahkan puisi Rumi terakhir tentang kematiannya sendiri:

‘’Di malam sebelumnya aku bermimpi 

Melihat  seorang syekh di pelataran rindu

Ia menudingkan tangannya padaku dan berkata:

“Bersiap-siaplah untuk bertemu denganku”

Itu kata Rumi, Titiek Puspa berpesan tentang hidup ini kepada kita semua ‘Hidup itu tentang ihklas dan memaafkan’. Hebat!

Tentu Allah swt menempatkan arwah Titiek Puspa di pangkuanNya, amiin.

Kontributor: Anton Alimin | Podcast: Good morning Indonesia with Poetry