Share This Article

Events
February 20, 2015 posted by Ozip Team

“Me and My Teeth” Dental Health for Kids Program

“Me and My Teeth” Dental Health for Kids Program

Oleh Deasi Widya, Master of International Relations, the University of Melbourne dan Pengajar TPA Brunswick.

Libur panjang akhir tahun atau summer break, menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menantang. Menyenangkan karena waktu liburan yang cukup lama, mencapai 1,5 bulan sehingga setiap keluarga dapat berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas bersama lebih lama dari hari-hari biasanya. Menantang, karena para orang tua, terutama yang tidak memiliki jatah libur yang panjang seperti anak sekolah, harus memutar otak mencarikan beragam kegiatan untuk putra-putri mereka agar tidak bosan tinggal di rumah.

Mengawali tahun 2015, Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Brunswick menangkap kegelisahan para orang tua yang menginginkan selama liburan berlangsung, anak-anaknya tetap melakukan aktivitas yang produktif. Sekaligus sebagai warming up dimulainya term ajaran baru awal Februari nanti, pada hari Minggu, 18 Januari 2015 bertempat di Surau Kita Coburg, TPA Brunswick menyelenggarakan Holiday Program untuk anak-anak di komunitas pelajar Muslim Indonesia di Brunswick dan sekitarnya. Tema kegiatan yang dipilih adalah yang berhubungan dengan bahan ajar Islamic Studies yang telah diajarkan yaitu kebersihan adalah sebagian dari Iman. Pada kegiatan kali ini, akan dibahas khusus mengenai kebersihan dan kesehatan gigi.

Liburan Menyenangkan-OZIP

Mengenalkan bagian-bagian gigi.

 

“Me and My Teeth” Dental Health for Kids diselenggarakan selain dengan tujuan untuk mengisi liburan anak-anak dengan kegiatan yang menarik dan informatif, juga untuk mengingatkan para orang tua akan pentingnya merawat dan menjaga kebersihan gigi anak-anak sejak dini. Program ini menghadirkan dokter gigi yang juga menjadi wali murid TPA Brunswick, yaitu drg. Nur Ichsani Pratiwi dan drg. Sekar Datu Rinenggo yang memiliki pengalaman menangani masalah kesehatan gigi pada anak.

 

Antusias dari 40 anak-anak rentang usia 1 sampai 9 tahun yang mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa. Mereka dengan penuh perhatian menyimak apa yang disampaikan the dentists dari sesi awal hingga akhir. Pemaparan yang menarik dan mudah dimengerti dengan diselingi contoh menyikat gigi yang baik dan benar, membuat anak-anak tak beranjak dari duduk mereka dan kehilangan konsentrasi. Apalagi, pada akhir presentasi diputarkan video animasi yang menceritakan tentang akibat dari malasnya menyikat gigi. Semangat anak-anak semakin bertambah saat sesi kuis berhadiah hand made teeth dolls. Berbagai pertanyaan dilontarkan para dokter gigi untuk dijawab anak-anak dengan imbalan mendapat boneka gigi lucu berbagai warna. Untuk anak-anak lain yang belum berkesempatan menjawab pertanyaan dan mendapatkan hadiah, masih ada sesi permainan “sad and happy teeth” yang memberikan healthy goodie bags untuk semua anak. Menyenangkan bukan?

 

Liburan Menyenangkan-OZIP

Program yang interaktif.

Agar anak-anak tidak mudah melupakan pelajaran penting mengenai kebersihan dan kesehatan gigi, mereka juga diberi kesempatan untuk praktek menyikat gigi dengan supervisi langsung dari kedua dokter gigi. Setelahnya, anak-anak mendapatkan free basic dental check up. Secara mengejutkan, semua anak bersemangat dengan bersabar mengantri untuk menunggu giliran diperiksa. Tidak ada satu anak pun yang takut berhadapan dengan dokter gigi dan membuka mulut mereka lebar-lebar untuk diperiksa. Mitos bahwa anak-anak benci dan takut pada dokter gigi tak terbukti di program liburan ini. Luar biasa bukan? Para orang tua yang mendampingi saat anak diperiksa, di samping mendapat dental report juga diberi kesempatan berkonsultasi mengenai rencana penanganan selanjutnya untuk anak-anak mereka. Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman menyenangkan, anak-anak sangat gembira karena diberi Brush Teeth Daily Chart sebagai pengingat waktu sikat gigi mereka. Gold coin donation for entry rasanya tidak memberatkan dibanding ilmu, pengalaman menyenangkan dan pemeriksaan gigi yang didapat anak-anak.

 

Foto: Ridho Perwiro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *