Konferensi National Ethnic & Multicultural Broadcasting Council 2026 di Brisbane

Multicultural Voices Australia Conference 2026

Brisbane, AustraliaNational Ethnic and Multicultural Broadcasters’ Council (NEMBC) menyelenggarakan konferensi dan NEMBC Awards 2026 di Brisbane pada 22 – 23 Mei 2026, mempertemukan para penyiar komunitas, praktisi media, serta pelaku penyiaran multikultural dari seluruh Australia. Konferensi tahunan ini merupakan platform nasional penting yang mendorong kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta kontribusi komunitas dalam sektor penyiaran multikultural di Australia. Acara ini menghadirkan pembicara dari organisasi multikultural dan institusi media seperti SBS Australia, CTV+, Community Broadcasting Foundation (CBF), Scanlon Foundation Research Institute, dan Value Learning. Konferensi juga membuka sesi diskusi informal bagi Women’s Committee dan Youth Committee Broadcasters.

Peserta konferensi membahas berbagai isu penting yang membentuk masa depan industri media lokal, termasuk praktik terbaik, perubahan dalam lanskap media komunitas, serta tren yang perlu diperhatikan ke depan. Fokus utama acara ini adalah pembelajaran kolektif, mengeksplorasi arah perkembangan berikutnya dalam penyiaran multikultural. Momentum ini juga ditandai dengan perubahan nama NEMBC menjadi Multicultural Voices Australia (MVA), menjadi babak baru yang mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat, menghubungkan, dan meningkatkan suara multikultural di seluruh Australia. “Konferensi ini menjadi kesempatan untuk berkumpul, saling belajar, berbagi pengalaman, dan berkontribusi untuk komunitas kita,” ungkap Presiden MVA terpilih, Irene Bayldon dari Radio 4EB Brisbane.

Umi Quor, from Launceston City Park radio
Sandra Penna, from Phoenix FM Bendigo

OZIP mewawancarai para diaspora Indonesia yang juga pegiat media lokal dari berbagai wilayah di Australia. Konferensi ini pengalaman pertama bagi Ibu Sandra Penna, “Saya mempelajari bagaimana para penyiar di seluruh Australia menjalankan pengelolaan media lokal dan pembuatan program radio mereka, sehingga memperoleh ide-ide baru, inspirasi dan perspektif baru,” ungkapnya sebagai penyiar di Phoenix FM, dari Bendigo, Victoria. Kisah diaspora Indonesia lainnya yakni Ibu Umi Quor, sebagai penyiar dari Launceston City Park Radio, Tasmania. Beliau berbagi tips praktis bagaimana menarik sponsor dan menggalang dana untuk mengembangkan program dan stasiun radio, serta kegiatan komunitas lainnya.

with Laura from Phoenix FM

Sebagai rangkaian dari konferensi, pada malam Gala Dinner juga diumumkan prestasi dan apresiasi kepada individu dan organisasi atas kontribusi luar biasa dalam penyiaran etnik dan multikultural di Australia. Sebagai penyiar baru muda untuk Phoenix FM, Laura Vanessa memenangkan penghargaan sebagai Emerging Broadcaster. Ia menyatakan, “Pengalaman ini memberikan saya wawasan yang lebih mendalam tentang peran, tujuan, dan tanggung jawab sebagai seorang penyiar multikultural.” Yesika Ocktarani, pengelola program Suara Indonesia di Radio 4EB, Brisbane juga merefleksikan, “Program ini bukan sekadar acara musik atau bahasa; tetapi sebagai platform yang menghubungkan diaspora khususnya pelajar Indonesia menciptakan rasa memiliki bagi orang-orang yang tinggal jauh dari rumah serta mempromosikan pemahaman budaya Indonesia bagi masyarakat Australia.