Indonesia Modest Fashion Week Melbourne 2026: Tradisi dan Kreativitas Bertemu di Melbourne

Model mengenakan karya desainer Alia Siregar (OZIP/Muhammad Iqbal)

Oleh Muhammad Iqbal

Sekali lagi, Melbourne menjadi tuan rumah salah satu acara budaya dan fashion Indonesia yang paling dinantikan, yaitu Indonesia Modest Fashion Week Melbourne (IMFWM) 2026. Tahun ini menjadi tahun keempat acara ini diselenggarakan di Melbourne, sekaligus memperlihatkan bagaimana modest fashion Indonesia semakin dikenal di Australia dan dunia internasional.

IMFWM 2026 berlangsung di tiga kota di Australia pada 22 hingga 26 Mei 2026. Sebelum acara utama dimulai di Melbourne, rangkaian “Road to IMFWM” lebih dulu hadir di Canberra pada 16 Mei dan dilanjutkan ke Sydney sehari setelahnya. Kehadiran acara ini bukan hanya tentang fashion, tetapi juga tentang budaya, identitas, dan kreativitas diaspora Indonesia.

Acara yang diselenggarakan oleh Perwira Inc. (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) sebagai bagian dari Indonesian Diaspora Network ini resmi membuka rangkaian utamanya pada Jumat malam, 22 Mei 2026, melalui acara Fashion Walk di Atrium Fed Square, Melbourne.

Fashion Walk yang Memadukan Tradisi dan Modernitas

Fashion Walk IMFWM 2026 menghadirkan 12 desainer Indonesia dengan karya yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer. Tema modest fashion terasa sangat kuat, yang tetap mempertahankan nilai tradisional namun tetap tampil modern, nyaman, dan relevan dengan gaya masa kini.

Malam pembukaan dimulai dengan sambutan dari Diana Lestari selaku Presiden Perwira Inc. Ia menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya sekadar runway fashion, tetapi juga bentuk kolaborasi kreatif untuk menjaga tradisi Indonesia dan memperkenalkannya ke panggung internasional.

Sambutan berikutnya dibawakan oleh Dr. Renee Heath, anggota Parlemen Victoria. Ia mengungkapkan antusiasmenya terhadap dunia fashion, khususnya fashion show di Australia. Bahkan, ia mengaku selalu mengikuti berbagai acara fashion di Melbourne. Ketika diminta untuk membuka IMFWM 2026 pun, Renee menyebut momen tersebut seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Bapak Yohanes Jatmiko, juga menyoroti pentingnya modest fashion Indonesia yang tidak hanya memadukan unsur tradisional dan modern, tetapi juga mengutamakan kenyamanan dan sustainability dalam proses maupun bahan yang digunakan.

Selain itu, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, turut memberikan sambutan secara daring. Ia mengapresiasi Perwira Inc. yang terus aktif membawa modest fashion Indonesia ke tingkat internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat modest fashion dunia.

Karya Desainer Indonesia di Tengah Kota Melbourne

OZIP/Muhammad Iqbal
Model mengenakan karya desainer Alia Siregar

Fashion Walk tahun ini menghadirkan berbagai karya dari desainer Indonesia berbakat, seperti Mahadani Persada by Essy Masita, Felicia by Yenny Ries, Extravaganza by Ganda Marpaung dan beberapa desainer lainnya yang membawa ciri khas masing-masing.

Setiap koleksi memiliki pendekatan yang berbeda. Ada yang menampilkan kain tradisional dengan sentuhan modern, ada juga yang bermain dengan warna dan potongan sederhana namun elegan. Semua karya tetap membawa identitas Indonesia tanpa kehilangan sisi kontemporernya.

Yang menarik, beberapa koleksi dari para desainer ini juga akan kembali ditampilkan dalam rangkaian Satay and Reog Festival 2026 di Fed Square. Hal ini membuat kolaborasi antara fashion dan budaya Indonesia terasa semakin kuat.

Pop Up Store dan Workshop

Tidak berhenti di Fashion Walk, IMFWM 2026 juga menghadirkan Pop Up Store yang berlangsung pada 24 hingga 26 Mei 2026 di 362 Little Collins Street, Melbourne.

Di sini, pengunjung tidak hanya bisa melihat langsung koleksi para desainer, tetapi juga membeli berbagai produk fashion yang ditampilkan selama acara. Selain itu, ada juga kegiatan eco print workshop, yang memperkenalkan teknik pewarnaan alami menggunakan daun dan tanaman.

Workshop ini menjadi salah satu bentuk pendekatan sustainability yang mulai banyak digunakan dalam dunia fashion modern.

Lebih dari Sekadar Fashion

OZIP/Muhammad Iqbal

Model Mancanegara mengenakan karya Extravaganda by Ganda Marpaung


Indonesia Modest Fashion Week Melbourne 2026 bukan hanya tentang fashion runway. Tetapi acara ini juga menjadi ruang pertemuan budaya, kreativitas, dan komunitas diaspora Indonesia di Australia.

Di tengah kota Melbourne, karya-karya Indonesia kembali menunjukkan bahwa tradisi dapat berjalan berdampingan dengan modernitas. Dan lewat acara seperti ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian penting dari perkembangan fashion dunia.