OzipMates yang budiman,
Pada edisi kali ini kita akan berkunjung ke satu desa yang terkenal karena identitas budaya masyarakat adat Dayak Kenyah Oma Lung. Identitas adat budayanya mampu menjaga kekayaan alam Borneo selama ratusan tahun. Oma Lung yang berarti tempat tinggal di palung hulu sungai, juga menggambarkan kehidupan pencaharian mereka sangat bergantung pada preservasi air bersih. Oleh karenanya suatu hal yang sangat tepat bila dikatakan bahwa keberadaan masyarakat ini sangatlah krusial terhadap keberlangsungan ekosistem bagi mayoritas masyarakat Kalimantan yang umumnya tinggal di hilir sungai yang jauh.

Selain hulu sungai yang senantiasa terjaga kebersihannya, hutan desa Tane’ Olen Setulang yang terpelihara dan dimanfaatkan secukupnya sesuai kebutuhan, menjadi bukti preservasi alam hutan kuno yang sukses diwariskan dari generasi ke generasi oleh leluhur Oma Lung. Areal pemukiman pun tidak ada sampah terlihat, bahkan parit kecil yang mengaliri air ke sawah-sawah terlihat sangat bening.
Bila Taman Nasional Sequoia, California memiliki General Sherman, pohon raksasa kebanggaan Amerika. Australia memiliki Pohon Centurion (Mountain Ash) setinggi hampir 100 meter di Tasmania. Maka di hutan Tane’ Olen, Malinau Kalimantan Indonesia juga memiliki Meranti Kuning, salah satu pohon raksasa setinggi hampir 90 meter yang diperkenalkan ke dunia internasional oleh peneliti Universitas Cambridge.
Sektor kepariwisataan mendapatkan nilai tambah dari publikasi tersebut dan pemda lokal juga mendapat manfaat dari terbukanya peluang wisata minat khusus ke kawasan ini. Tentu saja selain pendekatan ekowisata, pendekatan antropologi budaya lokal juga perlu didalami lebih jauh untuk memperkuat kesiapan daya dukung masyarakat adat Kenyah.
Pariwisata Kabupaten Malinau sendiri telah berkembang cukup baik, selain Setulang dan hutan konservasi Tane Olen, atraksi alam seperti air terjun Semolon, air terjun Martin Billa, susur sungai Sentaban, hiking Gunung Sidi dan Taman Nasional Kayan Mentarang telah menjadi tujuan favorit wisatawan asing.

Bersama warga Oma Lung yang ramah, menikmati kuliner lokal Wadi (fermentasi ikan atau daging babi), sayur Juhu Singkah (sop rotan muda) dan sayur Peloq (daun timun daun binahong yang ditumbuk), sambal Payang (buah keluak yang difermentasi) dan cemilan Dange (parutan kelapa panggang manis) ditemani kopi hutan Malinau saat berkumpul di Lamin adat Adjang Lidem, terasa luar biasa. Sebagaimana ukiran ornamen khas Dayak Oma Lung di atas lamin Adjang Lidem terdapat ukiran dua manusia saling berpelukan, yang menguatkan arti “Setulang” sebagai sebuah ikatan persaudaraan yang senantiasa rukun damai. Damai dengan diri, damai dengan sesama dan damai dengan alam.
Travel, enjoy and learn. Ayo kunjungi Indonesia.
Rio S. Migang
*Pendiri EcoPlan Australia. Saat ini berdomisili di Maryland, Amerika Serikat. | Foto Istimewa (berbagai sumber)













