Share This Article

Uncategorized
February 20, 2014 posted by Ozip Team

Business Profile : Personal Finance Female Guru

Business Profile : Personal Finance Female Guru

Di OZIP edisi khusus Money & Finance, untuk rubrik Business Profile ini kita akan melihat perjalanan & pelajaran dari dua wanita yang terkenal sebagai personal finance guru.

–      Kate Northrup

MoneyLoveStoryBook

Siapa Dia?

Kate_NorthrupKate Northrup adalah penulis buku Money: A Love Story, Untangle Your Financial Woes and Create the Life You Really Want (Hay House, 2013). Sebagai bagian dari promosi buku tersebut, ia mewawancarai berbagai orang akan kisah mereka mengatasi masalah keuangan mereka dan menjalin hubungan yang baik dengan situasi finansial mereka. Ia mempunyai berbagai program online di www.katenorthrup.com dan live event untuk orang-orang yang ingin belajar bagaimana menciptakan kebebasan finansial, bagaimana mereka bisa menghasilkan lebih banyak uang dan membuat keputusan keuangan yang lebih baik, hubungan antara kesehatan keuangan dan kesehatan fisik, emosional, dan spiritual, dan membangun bisnis yang dirancang agar dapat memberikan pemiliknya gaya hidup yang disukai. Ia juga mempunyai online talkshow GlimpseTV dimana ia mewawancarai para entrepreneurs, thought leaders, dan sebagainya, tentang topik-topik di atas.

 

Bagaimana Kisahnya?

Kate memulai bisnisnya di industri penjualan langsung atau network marketing dengan partner produk USANA Health Sciences di usia 18 tahun. Bisnisnya dibangun selama ia menjalani kuliah di Brown University, bahkan saat liburan Natal dan musim panas, hingga akhirnya ketika ia lulus ia tidak perlu lagi mencari pekerjaan. Ia kemudian membentuk tim dengan ibunya, Christiane Northrup, MD, serta paman dan bibinya, untuk membangun The Freedom Family, jaringan pengusaha industri kesehatan yang sekarang sudah mempunyai lebih dari 3,000 anggota. The Freedom Family mengajarkan bagaimana caranya membangun bisnis dengan prinsip conscious network marketing. Dengan menggunakan prinsip ini, Kate beserta tunangannya, Mike, berhasil menciptakan kebebasan finansial (keadaan dimana pendapatan pasif mereka melebihi biaya hidup mereka) di bawah usia 30 tahun.

Namun sebelumnya, ia sempat terjerat hutang konsumtif sebesar $20,000. Walaupun ia selalu bisa menghasilkan cukup uang, namun ia tidak pernah bisa merasakan kebebasan finansial. Banyak kebiasaan-kebiasaannya seperti misalnya tidak mau memeriksa rekening, boros dan sering belanja, sampai berpikir bahwa ibunya yang akan menuntaskan masalah hutangnya. Akhirnya ia memutuskan bahwa di usia 28 tahun ia harus terbebas dari semua masalah keuangan tersebut. Dalam waktu cepat, ia bisa menyelesaikan hutang konsumtifnya dan berhasil mencapai kebebasan finansial yang diinginkannya.

Apa Filosofinya?

  • Mengatur keuangan dengan baik adalah salah satu cara/jalan agar kita bisa menggunakan tenaga dan pikiran kita untuk tujuan hidup kita, pelayanan kepada dunia, dan memberikan nilai yang lebih besar lagi.

 

  • Kemewahan yang paling utama adalah mempunyai pilihan bagaimana menghabiskan waktu yang kita miliki. Kate sendiri ingin membangun kebebasan finansial sebelum ia menikah dan mempunyai anak karena ia ingin bisa menghabiskan banyak waktu untuk mengurusi dan menjalani hidup dengan anaknya.

 

  • Langkah pertama adalah menyerahkan kewajiban untuk mengurus uang kita kepada diri kita sendiri. Jangan pernah berpikir bahwa suami yang akan mengurus, orangtua yang akan menyelamatkan, bos yang akan memberi bonus dan menyelesaikan semua masalah, dan sebagainya. Anggap bahwa mengurus keuangan adalah kewajiban diri kita sendiri dan kita bisa untuk mengurusnya.  Untuk meningkatkan kepercayaan diri ini maka yang diperlukan adalah memperhatikan kelebihan kita, memperhatikan hal-hal benar dan baik yang telah kita perbuat setiap harinya, bagaimana kita memberi nilai dalam kehidupan orang lain, dan bagaimana kita bisa memberi nilai tambah lagi ke depannya.

 

  • Memberikan perhatian kepada apa yang kita miliki, kepada apa yang sudah ada di tangan kita, membuat kita lebih bersyukur. Ketika ia mulai mengecek jumlah rekening banknya setiap hari, dan menyempatkan diri untuk bersyukur akan apa yang ia miliki, maka ia memperhatikan bahwa uangnya terus bertambah dan ia bisa mengurangi pengeluarannya.

 

  • Uang adalah alat penukar nilai, dan memberikan nilai untuk orang lain yang kemudian nilai itu dihargai dengan sejumlah uang yang kita terima adalah perbuatan spiritual. Jika kita menghakimi bahwa orang yang kaya adalah mereka yang mengorbankan orang lain, mereka yang melakukan kejahatan dan kriminalitas untuk mendapatkan keuntungan, dan sebagainya, maka hal itu akan menjadi halangan untuk kita bisa menjadi seperti mereka. Karena secara tidak sadar diri kita akan menghentikan kita, dan bertanya, kenapa kita ingin menjadi seperti orang yang kita hakimi?

 

–      Barbara Stanny

BarbaraStannybook2 barbarastannybook3 barbarastannybook1

 

Siapa Dia?

BarbaraStanny-wideBarbara Stanny (www.barbarastanny.com) dikenal sebagai otoritas keuangan wanita. Ia adalah penulis beberapa buku keuangan & psikologi keuangan wanita, seperti Prince Charming Isn’t Coming: How Women Get Smart About Money; Overcoming Underearning, dan Secrets of Six-Figure Women.

Selain buku-buku tersebut, ia juga merancang program Sacred Success, program retret untuk para wanita yang ingin keluar dari jeratan hutang, dan program-program teleseminar serta private coaching yang bertujuan menggali lebih dalam prinsip-prinsip yang ditulis dalam bukunya.

Bagaimana Kisahnya?

Sebelum menjadi konselor keuangan, Barbara adalah seorang jurnalis. Tumbuh besar di bawah asuhan orangtua yang berada, Barbara dibesarkan dengan kepercayaan bahwa mengurus keuangan adalah tugas para pria. Tidak heran kalau ia tidak terbiasa mengurusi keuangannya sendiri. Sebelum menikah, ayahnya yang mengurusinya, sementara setelah menikah, suaminya yang mengontrol keuangan. Namun apa yang terjadi ketika pria yang seharusnya mengurus keuangannya justru tidak mempunyai kapasitas yang mumpuni?

Hal tersebut terjadi pada Barbara, di mana suaminya ketika itu, yang sekarang sudah bercerai dengannya, menghabiskan uang tabungannya. Ternyata diam-diam, suaminya mempunyai kebiasaan berjudi. Ketika ia meminta bantuan kepada ayahnya untuk memecahkan masalahnya, ternyata ayahnya justru menolak untuk membantunya, karena ingin melatih Barbara agar bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Sebagai seorang jurnalis, akhirnya ia mulai belajar tentang pengaturan keuangan yang lebih baik. Ia memulai dengan mewawancarai wanita-wanita yang berhasil mengatur keuangannya. Ternyata ada serangkaian prinsip-prinsip yang dilakukan oleh masing-masing wanita yang ia wawancarai. Akhirnya, Barbara memutuskan untuk mengaplikasikannya, dan menuliskannya di buku pertamanya, Prince Charming Isn’t Coming: How Women Get Smart About Money.  Ia pun mempunyai fokus karir baru sebagai konselor keuangan. Namun, tetap saja ia tidak bisa menghasilkan cukup uang yang banyak, tidak peduli seberapa kerasnya ia bekerja.

Berguru kepada mentornya, pemilik Financial Recovery Institute, Karen McCall, membuatnya menyadari bahwa ia adalah seorang “underearner”, orang yang menghasilkan uang lebih kecil dari potensi yang dimilikinya. Walaupun sempat menolak dengan mengatakan bahwa ia adalah seorang penulis, dan “penulis tidak menghasilkan banyak uang!” akhirnya ia memutuskan untuk mulai  memperhatikan dan meriset wanita-wanita yang mendobrak batasan pendapatan dan gender.

Mewawancarai lebih dari 150 wanita yang menghasilkan $100,000 atau lebih, ia bertujuan untuk mencari tahu bagaimana mereka melakukannya, apakah ia bisa melakukannya, dan bagaimana ia bisa menghindari hambatan-hambatan yang mungkin terjadi. Dari riset itulah ia menulis buku keduanya, Secrets of Six Figure Women: Surprising Strategies to Up Your Earnings and Change Your Life. Tidak hanya itu, ia juga berhasil mencapai pendapatan sebesar itu, sebelum menyelesaikan bukunya.

Dalam sekitar waktu yang sama, ia juga mulai memberikan seminar dengan topik Overcoming Underearning. Setelah beberapa tahun, ia mewawancarai ratusan wanita yang pernah menghadiri seminarnya. Hasilnya adalah buku ketiganya, Overcoming Underearning: A Five Step Plan to a Richer Life. Formula program ini khusus untuk mereka yang masih mengandalkan gaji dari satu bulan ke bulan lainnya, masih terjebak hutang, dan ingin pindah dari mode “survival” ke “stabilitas”.

Kini, Barbara mulai menawarkan program baru yang berjudul Sacred Success, dengan konten baru, yang didasarkan dari hasil wawancara Barbara dengan wanita-wanita yang menghasilkan jutaan dollar. Menurutnya, peta untuk menghasilkan pendapataan jutaan dollar sangat berbeda dengan tips-tips untuk menghentikan kebiasaan mempunyai pendapatan lebih rendah dari yang kita bisa dapatkan.

Apa Filosofinya?

  • Fenomena underearning sangat terkait dengan karakteristik-karakteristik seperti perasaan rendah diri, ketergantungan kepada orang lain, kurang percaya diri, dan meyakinkan diri sendiri bahwa lebih mulia untuk berpendapatan sedang atau rendah ketimbang berpendapatan tinggi.

 

  • Untuk lepas dari kebiasaan underearning, satu hal yang perlu dilakukan adalah membangun fokus dan niat. Salah satu yang paling sering terjadi adalah orang yang pintar, berbakat dan ambisius mempunyai pendapatan lebih rendah dari yang bisa mereka dapatkan karena mereka tidak fokus, melakukan banyak hal sekaligus, dan mengejar berbagai hal yang berbeda. Mungkin saja motivasinya adalah untuk menghasilkan uang, tetapi mereka tidak menyadari bahwa mereka menyabotase diri mereka sendiri dengan membagi-bagi diri mereka ke banyak hal yang berbeda.

 

  • Dalam kedua bukunya, Barbara menekankan pentingnya bernegosiasi untuk pendapatan. Jangan hanya langsung menerima yang ditawarkan. Untuk memperbaiki kemampuan bernegosiasi, maka cobalah untuk mengambil kelas, membaca buku, bertanya kepada orang-orang yang berpengalaman dan pandai bernegosiasi, dan belajar dari kesalahan. Dan poin yang keempat inilah yang paling berpengaruh dalam proses perbaikan kemampuan kita bernegosiasi.

 

  • Salah satu faktor yang penting yang membuat seseorang terus bertahan di pendapatan yang lebih rendah dari yang ia terima adalah kurangnya rasa tanggungjawab pribadi untuk mencapai sukses dan kurangnya determinasi pribadi untuk menentukan hasil (terlalu bergantung kepada apa yang terjadi di sekeliling kita). Untuk bisa mengalahkan tendensi ini, persyaratan utamanya adalah keinginan dan kesediaan untuk menjadi tidak nyaman, keluar dari zona nyaman, dan melakukan apa yang Anda pikir tidak bisa Anda lakukan.

 

  • Empat Aturan Tentang Uang: Spend Less, Save More, Invest Wisely & Give Generously

 

  • Mengalahkan tendensi untuk berpendapatan lebih rendah tidak ada hubungannya dengan umur, tingkat pendidikan, atau pengalaman karir…yang paling dibutuhkan adalah kesediaan untuk melakukan apa yang ditakuti, berpikir lebih besar, menghargai diri sendiri, mencari kejelasan, dan bisa melangkah keluar dari zona nyaman.

 

  • Dalam merubah perilaku kita, berada di jaringan sosial yang suportif cukup memainkan peranan yang penting. Untuk menemani Anda dalam perjalanan merubah perilaku finansial kita, carilah orang-orang yang memiliki apa yang Anda inginkan. Sebuah klub dimana Anda bisa mendiskusikan hal-hal baru yang Anda pelajari, dan dimana Anda bisa bertanya.

 

  • Tiga langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjadi lebih baik dalam pengolahan keuangan Anda: belajarlah satu hal baru tentang keuangan setiap hari,  lakukan percakapan tentang uang setiap minggu, dan secara otomatis simpan uang Anda setiap bulan.

 

  • Ambil kendali akan uang Anda – Anda bisa membantu diri Anda. Hal tersebut adalah tindakan kasih sayang, baik kepada diri Anda sendiri maupun untuk orang-orang yang Anda cintai. Anda bisa membuat hidup mereka lebih baik, dan Anda bisa memberi untuk badan sosial yang memperjuangkan hal-hal yang Anda pedulikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *