Share This Article

Uncategorized
May 13, 2014 posted by Ozip Team

AIYA , Piye Kabare?

AIYA , Piye Kabare?

Inilah organisasi pemuda terbaru dalam upaya memperkuat hubungan Australia-Indonesia. AIYA, Australian Indonesian Youth Association. Sekalipun baru berusia tiga tahun, kehadirannya cukup meyakinkan karena lebih terorganisir dan terasa kiprahnya. Saat ini sudah terdapat sembilan chapter AIYA termasuk salah satunya di Jakarta. Dengan bantuan website, facebook, twitter dan linkedln, AIYA segera mendapatkan banyak peminat.

Organisasi ini bertujuan menyambungkan pemuda Australia dan Indonesia agar saling mengenal dan membuka kesempatan untuk mengembangkan karier, berbagi informasi bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam hubungan kedua negara, menginspirasi kalangan pengusaha, pemerintah serta organisasi lainnya untuk memfasilitasi kegiatan yang melibatkan pemuda Indonesia dan Australia. Kehadiran AIYA didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) melalui Australian Indonesian Institute.

 

AIYA coba mencairkan hubungan antarpemuda kedua negara melalui berbagai  program interaktif. Mereka berkolaborasi dalam berbagai kegiatan mulai dari yang ilmiah hingga kesenian.  Ada kegiatan serius semacam CAUSINDY (Conference of Australian and Indonesian Youth), kolaborasi seni, olahraga, dan kegiatan khas anak muda lainnya. Bahasa Indonesia tentu menjadi salah satu topik penting dalam kegiatan AIYA. Anak-anak muda dari Australia memanfaatkan forum ini untuk memperlancar bahasa Indonesia mereka dan meningkatkan pemahaman atas budaya negara tetangganya itu.

 

AIYA Chapter NSW misalnya, menjelang Pemilu Legislatif Maret yang lalu, mengadakan acara kampanye partai. Enam pegiat AIYA tampil secara bergantian menyampaikan visi-misi enam partai yang berlaga dalam Pemilu 2014. Seru. Mereka berkampanye layaknya tokoh dari partai idolanya.

 

AIYA Chapter Victoria lain lagi. Secara berkala mereka mengadakan pertemuan sebagai ajang memperlancar bahasa Indonesia. Kali lain anggota dari Australia memperkenalkan olah raga kebanggan mereka footy. Pertemuan mereka biasanya ditutup dengan menyantap hidangan di restoran Indonesia. Atau anggota yang berasal dari Indonesia diperkenalkan dengan acara makan-makan paling digemari di sini, barbeque. AIYA Vic terasa kian eksis setelah membentuk grup Tari Saman. Mereka laris tampil dalam berbagai acara warga Indonesia. Mereka akrab dengan lagu-lagu Indonesia termasuk dangdut dan goyangannya.

 

Melalui forum semacam AIYA, anak-anak muda kedua negara setiap saat bisa berdiskusi santai dan merancang masa depan. Suasana santai itulah yang dibutuhkan dalam menata hubungan kedua negara yang selama ini sering tegang karena isu politik dan ekonomi. Bertetangga dekat memang bisa punya dua pilihan: kompak berbagi atau saling curiga dan terus “berkelahi”.

 

Jadi, jangan kaget jika mengikuti pertemuan AIYA, Anda akan diajak dangdutan dan bergoyang a la Caesar. Jika dangdut jika bisa jadi alat diplomasi, mengapa tidak? Dan .. siap-siap saja jika tiba-tiba ada bule menyapa Anda dengan akrab,

 

“Hei, piye kabare? Apik-apik wae toh?”

“Hei, bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *