Oleh: Rista Lidia Serafika Kmurawak
Musim Semi selalu ditandai dengan cantiknya bunga berwarna-warni yang memanjakan mata. Bayangkan jika kita hanya memiliki kesempatan sekali setiap tahun untuk melihat bunga-bunga bermekaran – tentu saja momen itu harus digunakan sebaik mungkin untuk diabadikan, bukan? Apalagi ketika bunga yang biasanya hanya dapat dijumpai di negara lain, kini hadir begitu dekat. Tulip, sang primadona musim semi yang selalu berhasil memikat hati meski telah dipandang berkali-kali.
Di Melbourne, keindahan Tulip dapat dinikmati secara langsung di Tesselaar Tulip Festival, yang memiliki lebih dari 120 jenis tulip bermekaran di sana. Tahun ini menjadi momen yang istimewa karena Tesselaar Tulip Festival merayakan 70 tahun sejak pertama kali dibuka pada tahun 1954 untuk umum. Bayangakan, sudah berapa banyak pasang mata yang dibuat bahagia setiap tahun oleh festival ini.
Festival ini berawal dari pasangan imigran Belanda, Cees dan Johanna Tesselaar, yang ingin membagikan keindahan dari negara asal mereka saat mereka pindah ke Melbourne tahun 1939. Lima belas tahun kemudian, mereka membuka kebun mereka untuk umum dengan skema sumbangan koin untuk Australian Red Cross. Siapa sangka bertahun-tahun kemudian kebun bunga mereka tumbuh menjadi festival musiman paling dinanti-nantikan di Melbourne.
Lebih dari sekedar kepuasan mata, Tesselaar Tulip Festival juga menghadirkan pengalaman layaknya “satu hari di negeri Tulip”. Kincir angin, pakaian tradisional Belanda, hingga beragam hidangan khas menambah keunikan suasana festival ini. Sambil menikmati semua momen itu, pengunjung juga ditemani dengan alunan musik klasik yang menghadirkan nuansa khas Eropa. Hanya butuh waktu kurang dari dua jam dengan transportasi umum, pengalaman berharga ini sudah bisa dinikmati sepenuhnya.
Perkebunan bunga Tesselaar berlokasi di Silvan, kawasan Dandenong Ranges yang terkenal dengan pemandangan hijau dan udara sejuk. Dari pusat kota Melbourne, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5-2 jam. Bagi pengguna transportasi umum, rute termudah yang dapat diambil adalah dengan menggunakan kereta menuju Stasiun Lilydale, kemudian dilanjutkan dengan bus 663 yang berhenti tepat di depan lokasi festival. Sementara itu, untuk pengguna kendaraan pribadi, tersedia area parkir yang luas yang sangat memudahkan akses pengunjung.
Harga tiket masuk ke festival ini berkisar AUD22.50-36 untuk dewasa, sementara anak-anak dapat masuk gratis. Tiket dapat dibeli secara online maupun langsung di lokasi, namun pembelian daring lebih disarankan untuk menghindari antrean panjang. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh area kebun, berbagai pertunjukan, dan suasana “Belanda kecil” di tengah Victoria.
Untuk mendapatkan pengalaman yang maksimal, pastikan untuk memeriksa perkiraan cuaca sebelum berkunjung. Hamparan tulip akan tampak semakin menawan saat dipotret dengan latar langit biru cerah. Agar hasil foto harmonis, pertimbangkan untuk memakai pakaian dengan warna terang atau lembut dengan pola sederhana agar tidak “bertabrakan” dengan warna-warni tulip. Dengan begitu, momen indah ditengah kebun tulip akan terekam lebih cantik dalam setiap bidikan kamera.
“Datang dengan keingintahuan yang besar, pulang dengan hati yang penuh” Kira-kira begitulah yang saya rasakan saat mengunjungi perkebunan Tulip ini.













