Setelah berhasil pada pagelarannya di tahun lalu, Indo Haus Market Melbourne Pop Up 2026 akhirnya kembali hadir di Melbourne. Acara ini berlangsung selama empat hari, dari 30 Maret hingga 2 April 2026, bertempat di Hawker Space, Collins Street. Berlokasi di pusat kota, acara ini menjadi tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat umum, diaspora Indonesia, hingga pelaku bisnis yang ingin mengenal lebih dekat produk Indonesia.
Indo Haus Market bukan sekadar bazar biasa. Acara ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari KJRI Melbourne, Atase Perdagangan Indonesia di Canberra, PPI Australia, Mata Garuda Australia dan New Zealand, hingga Indonesia Eximbank dan JakPreneur. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa membawa produk Indonesia ke luar negeri bukan hanya tugas satu pihak, tetapi kerja bersama.
Tahun ini, sebanyak 42 UMKM berhasil lolos seleksi dan berpartisipasi. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari fashion, aksesoris, sepatu, hingga produk lifestyle dan kerajinan. Setiap brand membawa cerita dan identitasnya masing-masing, yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung di Australia.
Seleksi UMKM: Dari Ide hingga Siap ke Pasar Global

Dokumentasi Pribadi
Produk Ramah Lingkungan yang ditampilkan di Pop Up Market
Sebelum bisa tampil di Melbourne, para UMKM ini harus melewati proses seleksi yang cukup panjang. Ada beberapa jalur kurasi, seperti Kurasi Viral (Golden Ticket), Kurasi Profesional, Kurasi Busana, Kurasi JakPreneur, hingga Kurasi dari LPEI.
Salah satu yang menarik adalah jalur Golden Ticket, yang memberikan kesempatan lebih bagi pelaku UMKM. Mereka tidak hanya bisa langsung berjualan di acara, tetapi juga mendapatkan bantuan perizinan, pengiriman barang, hingga laporan penjualan. Ini menjadi langkah penting untuk membantu UMKM lebih siap masuk ke pasar internasional.
Proses seleksi ini juga melibatkan juri dari latar belakang yang beragam, mulai dari Valerie Krasnadewi dan Veronika Krasnasari yang aktif sebagai penggiat brand Indonesia dan sustainability sekaligus sebagai mahasiswa peraih LPDP, Farchan Noor Rachman, ASN sekaligus Penggiat Digital, hingga Dewi Harlas, Influencer UMKM Ekspor yang telah berhasil mengekspor banyak produk UMKM Indonesia ke berbagai negara..Hal ini membuat proses kurasi terasa lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Momen Pembukaan: Lebih dari Sekadar Seremoni

Dokumentasi Pribadi
Kiri-Kanan: Veronika Krasnasari (Penggiat Brand Indonesia dan Sustainability), Dewi Harlas, Jonathan Hasian Haposan (Mata Garuda Australia & New Zealand), Muhammad Ibrahim (PPI Australia), Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo (KJRI Melbourne), Agung Haris Setiawan (Atase Perdagangan di Canberra), Valerie Krasnadewi (Penggiat Brand Indonesia dan Sustainability), Dwi Citra Sitompul (Eximbank)
Acara resmi dibuka pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 11.00 pagi dengan pemotongan pita. Namun, yang terasa bukan hanya suasana formal, melainkan semangat yang dibawa oleh setiap pihak yang terlibat.
Dalam sambutannya, Muhammad Ibrahim, mewakili Mas Ridho, President PPI Australia menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya tentang jualan, tetapi bagian dari upaya memperkenalkan produk Indonesia ke dunia. Hal ini juga menjadi lanjutan dari berbagai kegiatan sebelumnya, seperti seminar ekspor dan kolaborasi antar komunitas.
Presiden Mata Garuda Australia dan New Zealand, dr. Jonathan, juga menekankan bahwa Indo Haus Market adalah bentuk kebanggaan. Produk Indonesia tidak kalah dengan produk dari negara lain, dan justru memiliki nilai unik yang bisa ditawarkan ke pasar global.
Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Agung Haris Setiawan, Atase Perdagangan Indonesia di Canberra, yang melihat acara ini sebagai contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan pelaku usaha.
Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Bapak Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menyoroti hal yang cukup menarik: pasar Australia sangat menghargai cerita di balik sebuah produk. Tidak hanya kualitas, tetapi juga nilai, proses, dan keberlanjutan.
Beliau juga menyampaikan tiga hal penting bagi para pelaku UMKM. Pertama, jangan hanya fokus pada penjualan selama acara, tapi pikirkan proyeksi langkah bisnis kedepannya. Kedua, gunakan kesempatan ini untuk mengenal pasar internasional dan memvalidasi produk di kancah internasional. Dan ketiga, bangun relasi sebanyak mungkin.
Lebih dari Sekadar Market

Dokumentasi Pribadi
Ramainya Pengunjung ke Indo Haus Market Pop Up 2026
Indo Haus Market 2026 bukan hanya tentang transaksi jual beli. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang pertemuan antara budaya, bisnis, dan komunitas. Diaspora Indonesia bisa bernostalgia dengan produk tanah air, sementara pengunjung lokal bisa mengenal Indonesia dari sudut pandang yang berbeda.
Pada akhirnya, Indo Haus Market menjadi bukti bahwa produk Indonesia punya tempat di panggung internasional. Bukan hanya karena kualitasnya, tetapi juga karena identitas dan cerita yang dibawanya.
Dan di tengah kota Melbourne, selama empat hari itu, Indonesia terasa semakin lebih dekat.

Dokumentasi Pribadi
Berbagai Produk UMKM dari Indonesia yang tampil di Indo Haus Market Pop Up 2026
















