Share This Article

Uncategorized
March 19, 2014 posted by Ozip Team

Worklife – Saatnya Ganti Karir atau Ganti Kantor?

Kamu mulai gelisah di hari Minggu malam? Setiap hari Senin-Jumat datang ke kantor, hanya untuk melihat jam berganti dan kemudian menunggu-nunggu weekend di hari Jumat malam sampai Minggu? Kalau sudah begini, sepertinya sudah tiba saatnya kamu mulai berpikir bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan yang lebih sesuai dengan jiwamu. Yuk simak saran-saran berikut ini!

Apa Yang Kamu Rasakan?

Sebelum memutuskan benar-benar ingin pindah, perhatikan tanda-tanda berikut ini. Apakah kamu:

1)   Merasa Kehabisan Energi atau Bosan ?

Im-so-tired-puppies-9726114-1600-1200

 

Di awal hari, untuk keluar dari tempat tidur ke kantor, kamu harus mengumpilkan seluruh kekuatan daya tekadmu. Lalu, ketika menjalani pekerjaan, kamu kadang merasa bosan atau frustrasi. Kadang-kadang yang lain, baru beberapa jam kamu sudah tidak fokus lagi dan lebih banyak daydreaming sambil browsing gambar-gambar kucing di Internet. Di akhir hari, kamu merasa selalu kehabisan energi, dan tidak bisa lagi menghadapi hubungan yang lain. Karena bete, capek, dan hanya ingin menyendiri, hubungan dengan keluarga dan teman-teman pun makin lama memburuk.

Nah, kalau keadaannya seperti ini, sudah pertanda yang sangat pasti bahwa kamu harus mulai menanyakan ke diri sendiri, apakah yakin masih mau bertahan di tempat yang sama?

Yang harus dilakukan pertama kali ketika menyadari bahwa keadaan tersebut mirip seperti keadaan kamu, adalah coba teliti lebih jauh lagi apa sebenarnya yang membuat kamu tidak puas.

Apakah karena perjalanan yang jauh dari rumah ke kantor? Kalau begini, coba bayangkan apakah dengan pindah tempat tinggal sehingga bisa lebih dekat ke kantor akan membuat kamu lebih senang. Apakah karena sifat pekerjaan yang kamu jalani sendiri memang sangat membosankan untuk kamu? Kalau begini, coba lihat apakah ada kesempatan posisi lain di kantormu yang lebih sesuai dengan minat dan skill yang kamu miliki dan ingin eksplor lebih jauh. Apakah teman-teman sekantor dan budaya kantor sangat berbeda dengan siapa dirimu yang sebenarnya pada intinya? Atau apakah hubungan yang buruk dengan boss membuat semuanya terasa lebih berat?  Coba bicarakan baik-baik bagaimana kamu bisa memperbaiki pola komunikasi dan kerja dengan bos. Utarakan bagaimana harapan kamu dalam bekerja di kantor tersebut.

Jika semua sudah dilakukan dan sepertinya tidak ada yang bisa membuat perasaan kamu berubah dan masih tetap terasa berat untuk meneruskan pekerjaan tersebut, boleh diambil kesimpulan bahwa ada ruang di luar sana yang bisa menawarkan kesempatan berkontribusi yang lebih baik untuk kamu. Ingat-ingat lagi, apakah ada alasan tertentu yang tidak berangkat dari keinginan yang tulus untuk menjalani pekerjaan ini ketika dulu Anda mengambilnya? Mungkinkah Anda mengikuti kemauan orangtua, hanya ingin prestisenya, tergiur dengan gaji dan titel, dan sebagainya? Jika jawabannya iya, berarti memang sudah saatnya Anda menjalani kehidupan dengan lebih jujur kepada diri sendiri, dimulai dengan urusan pekerjaan.

2)   Tidak Peduli

i-dont-care

Menurut Alison Elissa Cardy, career direction coach, hal lainnya yang bisa dijadikan pertanda jelas bahwa kamu sudah harus pindah karir adalah ketika kamu mulai tidak peduli dengan apa yang terjadi di kantor.

Tentunya, memang akan ada saat-saat dimana sepertinya kepala kita perlu dicopot dan diganti dengan kepala yang baru. Hati kita sudah capek dan perlu istirahat beberapa hari sebelum bisa fokus melanjutkan pekerjaan. Kadang kita hanya butuh tidur yang nyenyak atau liburan.

Tetapi, ada juga yang mengalami keadaan dimana perasaan tersebut tidak bisa lagi dibendung ataupun dihentikan dengan adanya liburan, tidur yang nyenyak, atau hal lainnya.

Malahan, setiap hari sepertinya membuat mereka semakin jelas bahwa mereka ingin berada di tempat yang lain, hati dan kepala rasanya sudah tidak bisa diajak kerjasama lagi, dan kamu hanya bertindak secara autopilot saja – apa yang sudah menjadi kebiasaan kamu, tanpa memikirkan lebih lanjut lagi.

Nah, yang seperti ini tentunya harus membuat kamu khawatir. Tapi lagi-lagi, periksa lebih dalam hati kamu. Tanyakan lagi kepada diri sendiri: apa yang akan membuat kamu bisa peduli? Apakah ‘nilai’ yang kamu inginkan untuk ada dalam pekerjaan kamu sehari-hari? Apakah otonomi? Rasa komunitas? Tantangan baru setiap saat?

Di satu kasus, ada seorang wanita klien Alison Cardy yang bekerja sebagai konsultan manajemen. Ia mempunyai semangat kreatif dan ingin memberikan ide-ide untuk inovasi di kantornya. Namun ketika ia malah diminta untuk mengikuti prosedur, ia mulai kehilangan semangat bekerjanya. Yang ia butuhkan sebenarnya bukannya ganti karir, melainkan pekerjaan yang sama dengan perusahaan yang mendukung inovasi dari karyawannya. Setelah melakukan sedikit riset, ia pindah ke perusahaan yang menawarkan apa yang ia cari – sebuah budaya inovasi dan berbagi ide. Sebagai hasilnya, ia merasa perhatian dan kepeduliannya terhadap hasil karyanya naik drastis.

3)   Seharian ingin melakukan yang lain

Hmmm, satu hari lagi yang dihabiskan dengan membuat laporan keuangan…ketika sebenarnya kamu hanya ingin membuat cupcake dan memanggang kue. Hmmm, satu hari lagi yang dihabiskan dengan menyiapkan kasus klien…ketika sebenarnya yang kamu lakukan hanya merancang dan melakukan kampanye politik. It’s OK. Terkadang jalan-jalan salah itu memang harus ditempuh untuk membuat kita menyadari apa yang sebenarnya kita perlu jalani sebagai pekerjaan hidup kita. Ya, jika kamu sudah secara spesifik ingin melakukan hal yang lain, mulailah mengambil langkah-langkah kecil yang bisa mengantarkan kamu ke hal tersebut.

Misalnya saja, kamu sangat suka event planning. Cobalah cari kesempatan di kantor kamu untuk berkontribusi secara signifikan sebagai panitia acara event kantor. Ataukah ada posisi lowong di bagian Marketing and Promotion yang bisa Anda coba?

Hal lainnya, coba jalani hal tersebut sebagai side-project kamu.  Bisakah kamu mendapatkan part time work dengan komitmen 10 jam per minggu? Kamu bisa melakukannya di malam hari atau di hari akhir pekan.

Cara lainnya, disarankan oleh Adrian Grazella Larsen, Editor-in-Chief situs karir The Muse, adalah kamu bisa menulis blog tentang apa yang kamu sukai.  Coba cari tahu orang-orang, perkembangan terbaru, dan trend-trend yang sedang naik di bidang impian kamu tersebut. Kamu bisa punya kesempatan untuk belajar hal-hal dari industri baru tersebut, mewawancarai orang-orang yang berkiprah di bidang tersebut, dan tentu saja akhirnya membentuk jaringan yang baru untuk membantu kamu mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan!

 

Sumber gambar: http://images2.fanpop.com/, myarablife.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *