Donald Trump – Episode 1

*This article was written by an Ozip contributor. The views and information expressed are those of the author, and Ozip is not responsible for the content of this article.*

‘’All hat and no cattle’’

Tanda-tanda keruntuhan sebuah kekaisaran selalu sama dari abad ke abad. Tidak percuma ungkapan yang berbunyi ‘’Sejarah berulang!’’ 

Siapa Donald Trump? 

Berikut komentar dari beberapa komentar di media/sosmed:

  • Sore loser brat
  • the greatest  tantrum
  • an angry boy
  • a madman
  • what if he’s not just an idiot?
  • a bully, a toddler tantrum
  • when a clown moves into a palace, he does not become a king, the palace becomes a circus
  • pathological liar
  • incompetent, deeply corrupted
  • trying to provoke a world war and civil war at the same time  a while demanding a Nobel Prize

Ada yang mengibaratkan Donald adalah seperti Kaisar Moderen Amerika Serikat. Kaisar Nero main biola sementara kota Roma terbakar! Francis Fukuyama, akademisi dari Universitas Stanford dan pengamat politik yang mengarang buku ‘The End of History & The Last Man’ (https://youtu.be/N1qRyhom1dc?si=zZbVmhKIkEKXnzd-) mengatakan bahwa: 

“Kita perlu memanggil kedua orang tua ‘Donny’Trump untuk menghentikan kelakuannya yang seperti anak-anak!” Kalau tidak salah Badan Psikiater Amerika pernah dalam salah satu jurnal menyimpulkan bahwa Donald Trump secara kejiwaan ‘seorang anak berumur 10 tahun terperangkap di tubuh seorang dewasa!

Kishore Mahbubani, mantan presiden Dewan Keamanan PBB, seorang pengamat politik dari Universitas Singapore mengatakan bahwa Donald Trump seorang yg merusak dengan Kebijakan Tarif dan merupakan satu sosok yang merupakan ujian untuk dunia dan hanya berpikir keuntungan jangka pendek serta kebijakannya yg dikenal dengan semboyan ‘American First’ – M-A-G-A – Make America Great Again merusak tatanan global.

Erick X Li salah seorang pengamat politik Tiongkok menyebutkan bahwa sosok seperti Donald Trump tidak akan terpilih bahkan di tingkat Kelurahan di Tiongkok! 

Mantan perdana menteri Jepang Ishiba yang pernah bertemu dengan Donald Trump menasehati untuk tidak beragumentasi dengan ‘Donny’, berikut ini kutipan langsung: 

“If you tell him, that he is wrong,’ he immediately gets angry. And if you say, ‘You are wrong, I will fix it,’ he immediately starts shouting. It is absolutely impossible to say things like that. You have to keep saying, ‘Yes, you are right.’ And if he suddenly gets angry, then you are really in trouble!’’

Pemimpin seperti inilah yang duduk di Gedung Putih, Negara Adi Kuasa yang bernama Amerika Serikat. Sosok manusia seperti inilah yang sekarang mencoba memporakporandakan tatanan ekonomi dunia dengan melancarkan perang ke nagara yang berdaulat Iran, di tengah-tengah perundingan perdamaian bersama Israel. Tidak ada lagi Hukum Isternasional. Bahkan PBB tidak mengecam Amerika Serikat dan Israel tapi justru mengecam Iran yang membela diri. 

Tidak heran Bung Karno keluar dari PBB 1964 dengan menyatakan bahwa PBB ‘sudah impoten’ tidak berdaya lagi!

Besar kemungkinan besar semuanya ini karena Donald Trump dari kecil mimpi untuk mendapatkan Hadiah Nobel. Bagi Donny Hadiah Nobel seperti mainan Teddy Bear. Dia harus dapat mainan oleh karena itu pada waktu dia kembali ke Gedung Putih, dia bertingkah seperti presiden yang membawa perdamaian dunia mengklaim bahwa dialah presiden Amerika Serikat pertama dan satu-satunya yang berhasil menghentikan delapan (8) peperangan selama dia di Gedung Putih! Tidak jelas dia dapat dari mana angka delapan (8) tersebut?  Bahkan di pemerintahan yang pertama, Donald mengaku bahwa dia lebih hebat dari Abraham Lincoln yang berhasil menghapuskan perbudakan! 

Yang lebih gila dan anehnya adalah wawancara Jonathan Swan reporter Australia bersama Donald Trump : https://www.youtube.com/results?search_query=interview+Jonathan+Swan+bersama+donald+trump & https://youtu.be/mFz75rOJMEo?si=ichPXLZ35yW-ST9F

Melihat dua (2) wawancara diatas jelas presiden yang satu ini ‘ga sehat’. Hanya reporter Australia Jonathan Swan yang berani beragumentasi dengan Donald Trump.

Tapi anehnya lima (5) tahun lalu pada jabatan pertama (1) masa kepresiden Trump  sudah diperkirakan sosok yang satu ini ‘tidak sehat/kurang sehat’ seperti tertera di judul berita tersebut: ‘’Inside the craziest meeting of the Trump presidency’’

https://youtu.be/ICX5NJwAvlk?si=bH8G8CuiBtc3f7Eb

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa sudah jelas sosok Donald Trump ‘tidak sehat’ perlu pertolongan professional tapi terpilih kembali empat (4) tahun berikutnya (2025). Baru-baru ini bahkan kolomnis David Smith dalam tulisannya bahwa partai Demokrat memperingatkan: ‘’Democrat are raising alarm over his mental stability and calling for his removal from office – Republicans remain conspicuously silent’’.

Meminjam ungkapan yg popular di Indonesia ‘tidak baik-baik saja’ ternyata bukan hanya Indonesia yang ‘tidak baik-baik saja’ tapi juga dunia dalam ambang bahaya!! Beruntung banyak negara termasuk Australia tidak mau ikut mengirim pasukan karena perang ini melanggar Hukum Internasional tapi sayangnya Indonesia tidak ikut mengecam Amerika Serikat dan Israel dan ini merupakan untuk pertama kali Indonesia mengkhianati politik Luar Negeri Bebas & Aktif yang dikumandangkan oleh Sang Proklamator dan Bapak Bangsa Bung Karno!

Anton Alimin

Good morning Indonesia with Poetry