Senin 11 Agustus 2025, ditandai dengan Anis Baswedan memberikan di ceramah di Mesjid kesayangan masyarakat Indonesia di Westall.
Kemudian terjadi percakapan di medsos:
- Bagus! Tidak bisa diragukan kalau ada ‘Sekolah Calon Presiden’, Anis Baswedan lulus dgn baik! Tenang, tdk emosional, punya daya bujuk/persuasif, cuma bhs Indonesianya campur2 kosa-kata Inggris yg sebenarnya tdk perlu krn ada padanannya di perbendaharaan BI!
- Saya segan untuk kasih komentar ttg Anies, tapi tolong dilihat pernyataan-pernyataan dia saat jadi Gubernur dan apa saja pencapaiannya.
Tapi memang Tom Lembong punya pemikiran yang bagus…jadi kelihatannya sekarang jadi kelihatannya sekarang Anies kelihatan menarik.
- Anda kan penduduk Jakarta yg tahu betul kinerja Anis Baswedan, silakan! Kita2 diaspora hanya seperti penonton sepakbola & tidak tahu kinerja Anis sewaktu jadi gubernur DKI Jakarta! Kita justru ingin tahu!
- Mungkin melihat permasalahan yg dihadapi Indonesia begitu kompleks & rumit kita hrs tetap positif. Saya cukup kaget melihat (utube) ceramah Anis Baswedan di mesjid kesayangan masyarakat Indonesia di Westall tadi mlm yg POSITIF melihat masa depan Indonesia. Cara pandang Anis Baswedan bertolak belakang dgn sikap banyak para intelektual Indonesia di Indonesia yg lebih menitikberatkan ke segi negatifnya. Kata Mochtar Lubis di TIM 1977 mungkin ada benarnya, masalah terbesar yg dihadapi bangsa adalah FEO-DAL-ISME! Masih ada?
- Menurut analisa Anda, bagaimana ceramah singkat Anis semalam? Mana yang negatif dan mana yang positif?
- Hal yang paling positif dan penting dari ceramah Anis Baswedan, calon presiden yang tidak/belum berhasil menuju RI 1 di Westall 11/8/25 adalah, menganjurkan diaspora Indonesia yang sedang melakukan penelitian, apakah penelitian gelar doktoral maupun master ‘UNTUK TIDAK MEMILIH TOPIK INDONESIA’.
- Alasan Anis Baswedan masuk akal karena kalau mereka selesai dengan disertasi mereka dan pulang ke Indonesia ‘tidak ada bahan perbandingan’ karena mereka meneliti topik/bahan tentang Indonesia. Tapi tentu persolannya tidak sesederhana itu.
Buat mereka yang memilih topik tentang Indonesia tentu dengan alasan bermacam-macam
- Celakanya Anis Baswedan sendiri waktu mengambil gelar doctor dari Northern Illinois University disertasinya berjudul ‘Regional autonomy and patterns of democracy in Indonesia’. Ya topiknya tentang Indonesia! Keuntungan dengan memilih topik Indonesia bisa sering pulang ke Indonesia. Dan ini bisa dimaklumi, kenapa tidak? Meneliti sambil liburan! Sambil menyelam minum air’.
- Sepertinya Anis Baswedan kurang ‘fair’ dalam hal ini. Meminta mahasiswa Indonesia untuk tidak memilih topik Indonesia untuk disertasi mereka tapi dia sendiri memilih topik tentang Indonesia? Tapi ya manusia membuat ‘kesalahan’ (mungkin) dan berubah!
- Persoalan mengenai tidak disarankan kepada mahasiswa Indonesia untuk mengambil topik mengenai sosial politik Indonesia dan kalau tidak salah pernah diseminarkan (?) di konjen beberapa tahun lalu. Tidak kedengaran apa hasilnya dan hal ini memang ini tidak bisa dipaksakan, pilihan masing-masing individu dan pembimbing mungkin hanya bisa menyarankan atau tidak setuju dengan pilihan si mahasiswa.
- Pendek kata, yang keberatan mahasiswa Indonesia sebaiknya tidak memilih topik disertasinya tentang sosial, politik dan budaya Indonesia sederhana sekali ‘’Kenapa mahasiswa Indonesia sendiri meneliti tentang negerinya sendiri tapi hasil penelitian tersebut dimiliki orang lain (Universitas di mana ia belajar)?”
Anton Alimin













