
Dokumentasi pribadiSesi foto para narasumber bersama perwakilan Mata Garuda ANZ dan Atase Perdagangan RI di Canberra.
Bersamaan dengan terselenggaranya Indo Haus Market Melbourne 2026, Mata Garuda ANZ berkolaborasi dengan Atase Perdagangan RI di Canberra juga mengadakan diskusi interaktif bersama dengan pelaku industri yang sudah terjun langsung ke pasar Australia. Diskusi yang berlangsung pada 31 Maret 2026 di Hawker Space, Collins Street, ini menjadi bagian dari rangkaian hari kedua Indo Haus Market Melbourne Pop Up 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Mata Garuda ANZ, dr. Jonathan Hasian Haposan, menyampaikan bahwa entrepreneurship adalah salah satu cara untuk berkontribusi bagi Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan. Ia juga berharap sharing session ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang usaha, sekaligus membuka peluang bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar global.
Narasumber dalam sharing session ini adalah Michael Samsir, Direktur Warung SS Australia; Fikrie Aldjoeffry, CEO Riset Pasar Ekspor; Qanita, Owner Momiyo World; dan Raymond, COO & Co-Founder Export Expert Indonesia. Dalam kesempatan ini, para narasumber membagikan pengalaman dan wawasan mereka melalui empat segmen, yaitu Market Research and Buyer Hunting, Extra Profit Sources, Policy, Tax, and Commodity, serta Expansion.
Dalam sesi diskusi ini, para narasumber membagikan pengalaman berharga mereka mengenai peluang dan tantangan memasuki pasar Australia. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain pentingnya menciptakan first impression produk yang kuat bagi pelanggan, menjaga kualitas produk secara konsisten, serta membangun kepercayaan dengan customers. Selain itu, sesi ini juga menekankan pentingnya membangun jejaring dan relasi. Bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke pasar Australia, mengikuti networking session, pameran, atau expo dapat menjadi langkah awal untuk memahami pasar, menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda, dan membangun kepercayaan dengan calon mitra maupun pelanggan, bahkan ketika belum benar-benar tahu harus mulai dari mana.
Produk Lokal dengan Cerita di Baliknya

Dokumentasi pribadi
Produk handbag Indonesia, “Kina n Jade” yang ditampilkan pada Pop Up Market
Salah satu produk kreatif yang dipamerkan adalah produk fesyen dari brand lokal Kina n Jade, dengan berbagai tas tangan yang unik dan autentik. Dijelaskan bahwa tas-tas tersebut dibuat dari kulit sapi asli dan dihias menggunakan teknik batik tulis dengan alat canting tradisional. Setiap pola yang dihasilkan memiliki karakter tersendiri, membuat setiap produk terasa hanya ada satu-satunya. Melalui karyanya, Kina n Jade tidak hanya menawarkan produk fesyen, tetapi juga membawa misi untuk memperkenalkan dan menjaga warisan seni Indonesia melalui desain yang modern.

Dokumentasi pribadi
Produk handbag Indonesia, “K’s Ecobags” yang ditampilkan pada Pop Up Market
Brand yang satu ini menekankan nilai “look good while being eco friendly” dengan menawarkan produk ramah lingkungan yang modis. Setiap tas dari K’s Ecobags dibuat dari sampah plastik yang diolah kembali menjadi produk baru yang lebih bermanfaat. Dengan membeli produk ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan tas yang unik, tetapi juga ikut mendukung usaha mengurangi sampah plastik melalui pilihan belanja yang lebih bijak.
Kehadiran produk-produk Indonesia ini di Melbourne diharapkan dapat terus berkembang dan membuka jalan bagi lebih banyak produk lokal berkualitas untuk dikenal di pasar Australia. Melalui Indo Haus Market dan sharing session yang diadakan, proses ini bukan hanya tentang memperkenalkan produk, tetapi juga membangun pengetahuan, relasi, dan kepercayaan agar produk Indonesia dapat melangkah lebih jauh.

















