SOEKARNO SI PENYAIR

SOEKARNO & PUISI

“Aku dikutuk seperti bandit dan dipuja bagai dewa.”

Tidak ada yang berani untuk ‘mengaku mengerti’ sosok yang bernama Sukarno kecuali ibunya sendiri tercinta Idayu Nyoman Rai dan tentu saja istri-istrinya yang tercinta yang jumlahnya sembilan orang. 

Sukarno sosok yang kontradiksi seperti diakuinya sendiri ‘Aku dikutuk seperti bandit dan dipuja bagai dewa’.

Sukarno bukan sosok feudal sama sekali. Bukan sosok yang suka diladeni seperti hampir semua pejabat seperti yang tertera di dalam buku ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’.

“Dalam masalah pribadi maupun politik, aku sering menimbulkan teka-teki. Biasanya para presiden duduk bersandar dan menunggu untuk dilayani.  Sukarno tidak. Aku baru merasa bahagia kalau orang yang berada disekitarku merasa bahagia.  Bila kudengar ajudanku di malam sebelumnya datang pada pukul 3, kudatangi dia dan kutanya, “Kau baik-baik saja? Apakah kau cukup tidur?” Aku juga tidak peduli dengan apa yang dilakukannya malam itu, aku hanya ingin agar dia memulai harinya dengan gembira”.

Itulah sosok Sukarno yang anti feudal!

Kepercayaan banyak orang bahwa laki-laki yang romantis tentu menulis puisi karena diasumsikan bahwa puisi selalu tentang cinta.  Dan tentu asumsi ini tidak seluruhnya tidak benar. Memang puisi terindah akan selalu indah dan mesra kalau si penyair sedang jatuh cinta, tidak bisa tidak pasti indah karena keluar dari hati. Atau si penyair ‘sedang patah hati’ yang juga pasti keluar dari hati. Dua suasana hati yang ekstrim bertolak belakang pasti menciptakan hasil yang menggugah hati!

Sukarno seorang proklamator, negarawan, penggagas, insinyur arsitek dan pecinta ulung yang punya istri sembilan wanita.  Tentu tidak ‘sembilan’ pada periode waktu yang sama karena bertentangan dengan agama Islam. Sesuatu yang tidak mungkin kalau bukan pecinta ulung sampai punya istri Sembilan, setuju ya? 

Setelah Pameran Foto Sukarno ‘Unveiling Soekarno’ yang berlangsung dari 1/6-14/6 pada tahun 2023 di Sydney Myer Building, Parkville, timbul polemik , ‘ Apakah Sukarno menulis puisi? Apakah Sukarno juga penyair? Apakah puisi yang dibacakan oleh Claudia Heil ‘ Sejarahlah Yang Akan Membersihkan Namaku’ dari Sacred Heart Gilrs’ College & Oscar Saffin ‘Aku Melihat Indonesia’ dari Christian College Geelong, 2 untaian puisi? 

Betul, Sukarno menciptakan/menulis ratusan bahkan mungkin ribuan slogan dan retorika; seperti ‘Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit!’ Ganyang Malaysia dll? Tapi menulis puisi? Pernah dengar memang M. Hatta menulis puisi, itu betul! Tapi Sukarno menulis puisi, kedengerannya tak mungkin, terlalu sibuk dengan bagaimana mengatasi pemberontakan PRRI, Permesta, DI-TII Kartosuwiryo, Andi Aziz dll. Plus istri yang lebih dari satu orang? 

Mari kita lihat dua(2) contoh surat cinta Sukarno kepada istrinya Ratna Sari Dewi di bawah ini ini:

“Jika saya mati, kuburlah saya di bawah pohon yang rindang. Saya memiliki seorang istri, yang saya cintai dengan segenap jiwa saya. Namanya Ratna Sari Dewi. Jika dia meninggal, kubur dia di kuburanku. Aku ingin dia selalu bersamaku,” surat yang ditulis Bung Karno tanggal 6 Juni 1962.

Bung Karno kepada Ratna Sari Dewi juga pernah menulis surat, “Jadilah sumber kegembiraan bagi saya. Kebahagiaan saya, sumber kekuatan saya, jadilah sumber inspirasi,”

Dua surat tersebut diatas jelas hebat memang tapi ini bukan puisi, ini pernyataan cinta seorang suami kepada salah seorang istrinya yang bernama Ranta Sari Dewi.

  • Saya cintai dengan segenap jiwa saya – Apakah ini puisi (?) atau pernyataan?
  • Istri sumber inspirasi  – ?
  • Istri sumber kekuatan – ?

‘Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat. Para ahli menjelaskan arti puisi dalam definisi yang bervariasi’.

Pemeran Foto Sukarno (2023) ‘Unveiling Soekarno’ dan Puisi yang dibacakan oleh Claudia Heil ‘ yang berjudul ‘Sejarahlah Yang Akan Membersihkan Namaku’ dari Sacred Heart Gilrs’ College & Oscar Saffin berjudul ‘Aku Melihat Indonesia’ dari Christian College Geelong, membuka mata kita semua ternyata sosok manusia Indonesia yang bernama Sukarno disamping mengurus negeri yang kebetulan bernama INDONESIA yang begitu kompleks masih sempat-sempatnya menulis P U I S I (dengan asumsi tiga kalimat di atas dikategorikan sebagai puisi) !! Puisi terbatas hanya kepada kekasih-kekasihnya!!!

SELAMAT HARI ULANG TAHUN YANG KE 124 BUNG KARNO!!!


Anton Alimin