Samsara, Film Indonesia yang berlenggang di MIFF 2025

Kontributor: Muhammad Iqbal

Masih di bulan kemerdekaan Indonesia, Agustus kemarin, salah satu karya produser asal Tanah Air, Garin Nugroho, kembali berlenggang di Melbourne International Film Festival (MIFF) 2025. Momen ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Nyatanya, ini bukan kali pertama karya Garin tampil di MIFF. Sebelumnya, Garin sudah beberapa kali membawakan karyanya di ajang ini, antara lain Memories of My Body (MIFF 2019), Opera Jawa (MIFF 2007), Love on a Slice of Bread (MIFF 1992), The Blindfold (MIFF 2012), dan Letters for an Angel (MIFF 1994).

Samsara, film yang dirilis perdana pada 10 Mei 2024 di Esplanade – Theatres on the Bay, Singapura, dalam acara Pesta Raya: Malay Festival of the Arts, menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film pada umumnya. Film drama romansa bisu berdurasi 90 menit ini tampil dalam format hitam putih, dipertunjukkan dengan iringan musik secara langsung (live music). Perpaduan alunan gamelan tradisional dan unsur musik elektronik menciptakan suasana menonton yang unik dan memikat.

MIFF 2025

Darta (Ario Bayu) dan Sinta (Juliet Widyasari Burnett)


Film ini bercerita tentang Darta (diperankan oleh Ario Bayu), seorang pria dari keluarga sederhana yang jatuh cinta kepada Sinta (diperankan oleh penari Indonesia-Australia, Juliet Widyasari Burnett). Namun, cintanya mendapat tentangan dari keluarga Sinta karena latar belakang sosialnya. Demi mendapatkan restu, Darta melakukan ritual hitam dengan memanggil Raja Monyet untuk memperoleh kekayaan. Akhirnya, Darta menikah dengan Sinta dan dikaruniai seorang anak lelaki. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama, kutukan dari masa lalunya perlahan menimpa istri dan anaknya, membawa keluarga mereka ke dalam penderitaan.

Mengakar kuat pada unsur mistis dan budaya Indonesia, serta berlatar di Bali era 1930-an, Samsara menghadirkan nuansa sakral yang begitu kental. Format film bisu dan penggunaan warna hitam putih menambah kesan spiritual dan klasik yang jarang ditemukan dalam film-film lainnya.

Film ini juga meraih berbagai penghargaan di Festival Film Indonesia 2024, termasuk:

  1. Best Director – Garin Nugroho
  2. Best Cinematography – Batara Goempar
  3. Best Original Score – Wayan Sudirana dan Kasimyn
  4. Best Costume Design – Retno Ratih Damayanti

Tidak hanya tampil di MIFF 2025, Samsara juga melanglang buana ke berbagai festival film internasional, antara lain ASEAN Film Festival di M+ Cinema, Hong Kong; 21st Jecheon International Music & Film Festival (JIMFF) di Korea Selatan; serta Perth Festival di Australia.