Suasana kehangatan kampung halaman menyelimuti kawasan Captain Burke Park, Kangaroo Point, pada hari Minggu, 30 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 AEST. Sekitar seribuan masyarakat diaspora Indonesia berkumpul merayakan hari kemerdekan Indonesia sekaligus festival tahunan terbesar di Queensland, Pesta Rakyat Brisbane (PESRA) 2026. PESRA diselenggarakan oleh PPIA Queensland dengan partisipasi dari komunitas diaspora Indonesia di Queensland dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Dengan mengusung tema Aruna Nusantara yang terinspirasi dari rona merah fajar yang melambangkan semangat persatuan archipelago Indonesia, PESRA 2026 sukses menjadi ajang silaturahmi sekaligus penawar rindu akan tanah air bagi para pelajar, pekerja, dan warga Indonesia di Australia.

Berbeda dari tahun sebelumnya, festival kebudayaan dan kesenian Indonesia yang digelar outdoor ini disajikan secara gratis bagi seluruh masyarakat yang hadir. Gelaran acara tidak hanya bertujuan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tapi juga mempererat tali persaudaraan komunitas diaspora, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Nusantara kepada masyarakat luas di Australia. Rangkaian festival dibuka dengan prosesi upacara pengibaran bendera merah putih oleh tim Paskibraka Brisbane dan dipimpin Konsul Jenderal Pendekar Muda Leonard Sondakh dari KJRI Sydney. Setelah upacara bendera yang khidmat, acara kemudian dilanjutkan dengan kemeriahan berbagai lomba tradisional khas 17-an, pertunjukan seni dan tari daerah, hingga bazar kuliner yang menghadirkan beberapa gerai makanan khas Indonesia serta berbagai sponsor lokal dan internasional.
Panggung utama PESRA 2026 tampil semakin hidup dan semarak berkat pementasan seni dari berbagai sanggar dan komunitas budaya. Penonton disuguhkan ragam tarian tradisional dan pertunjukan memukau dari KICA (Kusuma Indonesia Community Australia), Viva Lestari, Seharum Nusantara, Krida Nusantara Art Group, hingga penampilan solo dari penyanyi Raissa. Perpaduan gerak tari Nusantara yang anggun dan dinamis serta alunan musik daerah berhasil memikat perhatian pengunjung diaspora maupun warga lokal Australia, sekaligus memamerkan keagungan warisan budaya Indonesia di panggung internasional. Kemeriahan dan kehangatan Pesta Rakyat tahun ini dirasakan langsung oleh para pengunjung yang hadir. Salah seorang pengunjung PESRA, Rinda mengungkapkan antusiasmenya, “PESRA tahun ini ramai dan seru sekali! Rasanya seperti pulang kampung sebentar, bisa menikmati bakso hangat dan masakan khas Nusantara sambil nonton lomba 17-an di pinggir sungai Brisbane bersama keluarga.”
Tidak hanya merayakan kebudayaan dan kebersamaan, PESRA 2026 juga menjadi momen penting bagi diaspora untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap bencana gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui aksi kemanusiaan bertajuk “81 for NTT”, komunitas diaspora berhasil mengumpulkan dana sebesar $1.187,22 AUD selama 10 hari masa kampanye. Seluruh hasil donasi tersebut telah disalurkan melalui mitra Sahabat Pedalaman yang bergerak langsung di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak. Melalui perayaan kebudayaan dan aksi nyata seperti PESRA, semangat gotong royong diaspora Indonesia terus menyala terang di tanah perantauan.















