IWOCA Resmi Hadir di Melbourne, Hadirkan Ruang Aman dan Dukungan bagi Perempuan

Penampilan tarian dan kostum di Ball Night IWOCA.

Di balik setiap organisasi, selalu ada sebuah cerita yang melatarbelakanginya. Begitu pula dengan berdirinya Indonesian Women’s Community Association Inc. Victoria (IWOCA), sebuah organisasi yang hadir dengan harapan menjadi ruang aman bagi perempuan, khususnya mereka yang sedang menghadapi situasi sulit dalam hidup.

Didirikan oleh Ibu Yulia Hadi, IWOCA lahir dari pengalaman pribadi yang kemudian berubah menjadi semangat untuk membantu orang lain. Organisasi ini akan resmi diperkenalkan kepada masyarakat melalui acara Indonesian Ball Night pada 5 Juni 2026 di Box Hill Town Hall, Melbourne. Tidak hanya menjadi malam penuh kebersamaan, acara tersebut juga menjadi langkah awal IWOCA dalam membangun komunitas yang saling mendukung dan menguatkan.

Berikut hasil wawancara kami bersama Ibu Yulia mengenai perjalanan dan harapan di balik berdirinya IWOCA.

OZIP

Ibu Yulia foto bersama dengan Konsulat Jenderal Indonesia untuk Melbourne dan Tasmania, dan Indonesia Diaspora Network (IDN) Vic


Apa yang menjadi motivasi utama Ibu Yulia mendirikan IWOCA?

“Saya mendirikan organisasi ini karena pengalaman pribadi. Saya adalah salah satu korban domestic violence (DV). Saya bersyukur bisa keluar dari situasi itu dan masih diberi kesempatan hidup. Mungkin kesempatan ini diberikan kepada saya agar bisa menjadi contoh dan membantu perempuan lain supaya mereka tidak terjerumus lebih dalam. Saya membangun organisasi ini untuk ibu, adik-adik saya, dan juga perempuan-perempuan di luar sana, agar mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri.”

Apakah ada cerita yang semakin menguatkan keinginan Ibu untuk membangun organisasi ini?

“Selain pengalaman saya sendiri, saya juga melihat begitu banyak kasus domestic violence. Bahkan ada yang tidak seberuntung saya hingga kehilangan nyawa. Itu membuat saya semakin yakin bahwa organisasi seperti ini memang dibutuhkan.”

Siapa yang menjadi sasaran utama IWOCA?

“Siapa saja! Organisasi ini terbuka untuk siapa pun yang sedang mengalami atau sedang berjuang keluar dari situasi domestic violence. Saya sangat mengerti bahwa keluar dari situasi seperti itu tidak mudah karena saya pernah mengalaminya sendiri. Jadi saya tidak pernah menyalahkan mereka yang masih bertahan. Selain itu, organisasi ini juga hadir untuk meningkatkan awareness kepada masyarakat luas.”

Program apa saja yang akan menjadi fokus IWOCA?

“Program utama kami adalah emergency accommodation. Menurut saya, tempat tinggal yang aman adalah kebutuhan pertama yang harus dimiliki seseorang sebelum benar-benar bisa keluar dari situasi domestic violence. Ketika kita sudah memiliki tempat yang aman, kita bisa mulai membangun kembali kehidupan.

Saya sendiri pernah tidur di dalam mobil selama tiga malam bersama anak saya yang saat itu baru berusia dua bulan. Saya juga pernah tidur di garasi. Pada akhirnya saya kembali ke rumah demi memikirkan anak saya. Pengalaman itu membuat saya benar-benar memahami betapa pentingnya memiliki tempat berlindung yang aman.

Program berikutnya adalah counselling. Menurut saya, ini sama pentingnya karena dapat membantu proses pemulihan trauma. Domestic violence bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga luka mental yang sering kali membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Bahkan sampai sekarang saya sendiri masih menjalani counselling karena trauma akibat mental abuse jauh lebih sulit disembuhkan dibandingkan luka fisik. Salah satu alasan saya akhirnya pindah ke Melbourne juga karena ingin memulai proses pemulihan. Selain counselling, dukungan dari keluarga dan teman juga sangat berarti dalam proses tersebut.

Kami juga ingin mendorong para penyintas untuk lebih terlibat dalam kegiatan komunitas. Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas bisa menjadi ruang untuk bertemu orang baru, membangun kembali rasa percaya diri, sekaligus menjadi distraksi yang positif dari pengalaman yang pernah dialami.

Selain itu, kami ingin membantu perempuan mendapatkan pekerjaan agar dapat mandiri secara finansial. Bagi saya, pekerjaan bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk membangun kehidupan baru, memiliki lingkungan pertemanan yang positif, serta kembali menemukan rasa percaya diri.”

Apakah IWOCA akan bekerja sama dengan lembaga lain?

“Untuk saat ini belum, tetapi saya berencana menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi lainnya. Saya percaya bekerja bersama akan jauh lebih baik daripada berjalan sendiri.”

Mengapa sekarang menjadi waktu yang tepat untuk meresmikan IWOCA?

“Organisasi ini sebenarnya sudah lama saya rencanakan. Kesibukan pekerjaan membuat peresmiannya terus tertunda. Sekarang bisnis saya sudah lebih stabil dan saya juga mendapat dukungan penuh dari keluarga, sehingga akhirnya organisasi ini bisa resmi berdiri.”

Jika harus merangkum tujuan IWOCA dalam satu kalimat, apa yang ingin Ibu sampaikan?

“I am here for you and I would like to let you know that you are not alone. Let’s fight together.”

Apa harapan terbesar Ibu untuk masa depan perempuan melalui IWOCA?

“Empowerment, tentu saja. Saya ingin perempuan bisa menjadi pribadi yang mandiri, percaya pada diri sendiri, dan selalu yakin bahwa Tuhan akan menyertai setiap langkah mereka.”

Melalui IWOCA, Ibu Yulia berharap semakin banyak perempuan berani mencari pertolongan ketika menghadapi kekerasan dalam rumah tangga maupun bentuk kekerasan lainnya. Lebih dari sekadar organisasi, IWOCA ingin menjadi tempat di mana setiap perempuan merasa didengar, didukung, dan kembali percaya bahwa selalu ada harapan untuk memulai hidup yang baru.

Bagi masyarakat Indonesia di Victoria, kehadiran IWOCA juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah komunitas bukan hanya terlihat saat merayakan kebersamaan, tetapi juga ketika mampu saling merangkul mereka yang sedang menghadapi masa-masa tersulit dalam hidup.

IDN VIC

Foto bersama Konsulat Jenderal, IWOCA, IDN VIC, Desainer dan Peraga Busana