Kontributor: Muhammad Iqbal
Foto: La Ode Musaldin

Kiri-Kanan: Perwakilan Konsul Jenderal Lebanon, Furuya Tokuro (Konsul Jenderal Jepang), Dr. Celyanda Gultom (Chairperson Festival Indonesia Inc), Perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Jesus R. S. Domingo (Konsul Jenderal Filipina), Yohanes Jatmiko Heru Prasetyo (Konsul Jenderal Indonesia)
Salah satu rangkaian acara tahunan Festival Indonesia kembali digelar pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Melbourne City Conference Centre (MCCC). Tahun ini, Indonesian Night mengusung tema Kejayaan Sriwijaya yang merepresentasikan bagian selatan Pulau Sumatra. Setelah tahun lalu sukses dengan tema Indonesia bagian timur, Festival Indonesia kini menyoroti kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang terkenal dengan kekuatan maritimnya.
Menurut Dr. Celyanda Gultom, Chairperson Festival Indonesia Inc., festival tahunan hasil kerja sama antara KJRI Melbourne dan Festival Indonesia Inc. ini bertujuan mempererat hubungan Indonesia–Australia, terutama di tingkat grassroots (people-to-people).
Beberapa bulan sebelum acara utama, telah diselenggarakan School Program di berbagai sekolah di Melbourne untuk menumbuhkan persahabatan sejak dini.
Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Bapak Yohanes Jatmiko Heru Prasetyo, menambahkan bahwa sejak berdiri pada 2005, Festival Indonesia telah berkembang dari acara kebudayaan menjadi jembatan hubungan antara kedua negara, mulai dari seni, kuliner, hingga kerja sama bisnis dan investasi.
Acara resmi dibuka oleh Dr. Celyanda, Bapak Yohanes, serta perwakilan konsulat dari Lebanon, Filipina, dan Jepang, bersama perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, dengan membunyikan gamelan bersama sebagai tanda dimulainya pertunjukan.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Mudika Choir yang membawakan lagu-lagu Indonesia seperti Indonesia Pusaka, Manuk Dadali, dan Ampar-Ampar Pisang. Paduan suara ini diiringi tayangan video yang menampilkan kota-kota di bagian selatan Pulau Sumatra, termasuk ikon daerah seperti Bunga Raflesia Arnoldi dari Bengkulu.
Selanjutnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan menampilkan lagu Palembang Darussalam, yang menggambarkan kebanggaan dan nostalgia akan Kota Palembang, dari keindahan kain songket hingga megahnya Jembatan Ampera yang membentang di atas Sungai Musi. Penampilan kemudian dilanjutkan dengan lagu Kabile-bile, yang bercerita tentang kesendirian dan kerinduan.

Penari Sumatera Selatan diatas Panggung Indonesian Night
Penampilan utama, Glorious Sriwijaya, merupakan pertunjukan drama yang memadukan tari tradisional, musik etnik, pencak silat, dan fashion show pakaian daerah. Pertunjukan ini terbagi menjadi sepuluh babak yang menggambarkan masa kejayaan maritim dan kebudayaan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 hingga ke-13. Babak pembuka menampilkan sejarah Pulau Sumatera sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati, dengan sorotan khusus pada Harimau Sumatera yang habitatnya kian terancam.
Pertunjukan dilanjutkan dengan Tari Kebagh (sebelumnya dikenal sebagai Tari Semban Bidodari) sebagai tarian penyambutan tamu, disusul Tari Tanggai dan penampilan pencak silat. Adegan berikutnya menampilkan keindahan Sungai Musi dengan teatrikal kain putih serta sosok raja pertama Palembang, Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
Yang menarik, sesi fashion show menampilkan keindahan kain songket Sumatera yang dikenakan oleh anggota KJRI, berjalan mengelilingi panggung layaknya peragaan busana profesional. Pertunjukan kemudian ditutup dengan penampilan wayang dan tarian diiringi lagu Gending Sriwijaya.
Usai penampilan utama, acara dilanjutkan dengan pengundian Raffle Ticket dan doorprize dari berbagai sponsor seperti Garuda Indonesia, Ny. Ratna Kitchen dan lainnya yang dilakukan oleh Dr. Celyanda dan Bapak Yohanes.
Menjelang akhir acara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan kembali tampil membawakan Tari Bidar Melaju, terinspirasi dari perahu bidar yang digambarkan melalui gerakan para penari seolah sedang mendayung di permukaan air.

Mudika Choir Melbourne Membawakan Lagu Tradisional dan Populer Indonesia
Indonesian Night 2025 kembali membuktikan mengapa acara ini selalu dinantikan. Tak hanya oleh diaspora Indonesia di Melbourne, tetapi juga oleh banyak warga internasional yang datang untuk menikmati kekayaan tradisi dan budaya Indonesia yang memukau.














