Idul Adha 1447H di Melbourne: Momen Berkumpul dan Menguatkan Kebersamaan

Beribadah di ICMG Meadow Heights Mosque

Tak terasa, Idul Adha 1447 H kembali hadir menyapa masyarakat Muslim di Melbourne. Tahun ini, Hari Raya Idul Adha diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai komunitas Muslim Indonesia di Melbourne kembali mengadakan shalat ied bersama di beberapa lokasi berbeda. Tidak hanya menjadi momen ibadah, Idul Adha juga menjadi ruang berkumpul yang hangat bagi diaspora Indonesia yang jauh dari kampung halaman.

Sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan, berbagai informasi mengenai shalat ied mulai ramai dibagikan melalui media sosial komunitas Muslim Indonesia di Victoria. Mulai dari lokasi, jadwal, hingga himbauan untuk membawa sajadah sendiri dan datang lebih awal karena keterbatasan tempat parkir dan kapasitas venue.

Salah satu pelaksanaan shalat ied tahun ini diadakan oleh IMCV Westall di Oakleigh Recreation Centre, Oakleigh, dengan Ust. Muhammad Umair sebagai imam dan Sheikh Nuim Khaiyyat sebagai khatib. Jamaah diimbau untuk berwudhu dari rumah serta membawa sajadah dan kantong sepatu sendiri.

Sementara itu, IMCV Surau Kita menggelar shalat ied di Brunswick Town Hall bersama Ust. Muhammad Irsyad Mawar sebagai imam dan khatib. Karena kapasitas tempat terbatas, jamaah disarankan datang lebih awal.

Di wilayah barat Melbourne, IMCV Baitul Makmur juga menyelenggarakan shalat ied di Philippines Community Centre, Laverton, bersama Ustadz Fadil Fachni. Setelah ibadah selesai, jamaah turut menikmati light snacks dan kebersamaan sederhana yang terasa hangat dan akrab.

John Fleetwood / North West City News

Komunitas Somali merayakan Eid Al-Adha di North Melbourne


Meski dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda, suasana yang terasa tetap sama: hangat, penuh senyum, dan membawa rasa “rumah” bagi banyak diaspora Indonesia di Melbourne. Banyak keluarga datang bersama anak-anak mereka sejak pagi hari mengenakan pakaian terbaik sambil bersalaman dan saling mengucapkan “Eid Mubarak”.

Idul Adha sendiri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Di tengah kehidupan diaspora yang sibuk dan jauh dari keluarga besar di Indonesia, momen seperti ini sering kali menjadi kesempatan untuk kembali mempererat hubungan antar sesama komunitas.

Tidak sedikit juga warga non-Indonesia maupun masyarakat Muslim dari berbagai negara yang ikut hadir dalam pelaksanaan salat Id di Melbourne. Hal ini membuat suasana Idul Adha di kota multikultural seperti Melbourne terasa unik. Berbagai latar belakang budaya bertemu dalam satu momen ibadah yang sama.

Gary Sissons / Dandenong Star Community

Keyborough Turkish Islamic and Cultural Centre


Selain menjadi momen spiritual, Hari Raya Idul Adha juga menghadirkan rasa kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Ada yang saling berbagi makanan, membantu mengatur parkir, menyambut jamaah baru, hingga sekedar mengobrol santai setelah shalat selesai. Hal-hal kecil seperti inilah yang sering membuat banyak diaspora merasa lebih dekat satu sama lain.

Bagi sebagian mahasiswa dan perantau yang belum bisa pulang ke Indonesia, suasana Idul Adha bersama komunitas di Melbourne menjadi pengobat rindu akan suasana Lebaran di rumah. Mulai dari mendengar takbir bersama, mencium aroma makanan khas Indonesia, hingga bertemu teman-teman lama di area salat Id, semuanya membawa rasa hangat yang sulit dijelaskan.

Idul Adha 1447 H di Melbourne kembali menjadi pengingat bahwa meski berada jauh dari Tanah Air, semangat kebersamaan dan nilai saling berbagi tetap hidup di tengah komunitas diaspora Indonesia. Sebuah pagi yang sederhana, namun penuh makna bagi banyak orang.