Explore Indonesia: Learn The Language, Live The Culture 2026

Atdikbud Canberra Gelar Program Mengajar Bahasa Indonesia 

Sebagai upaya dalam membangkitkan semangat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra membuka kelas bahasa Indonesia dengan merekrut relawan untuk mengajar pada Indonesia Teaching Program di Indonesian Community Language, Canberra pada 19 Juni 2026. Salah satu relawan yang terpilih yaitu Weni Delfia Mitha, seorang diaspora Indonesia yang saat ini tinggal di Trafalgar, Victoria. Ia bersama dengan 3 orang relawan dan beberapa mahasiswa Indonesian Teaching Assistants (ITA) lainnya diundang langsung ke Canberra oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia Bapak Siswo Pramono. Simak wawancara OZIP dengan Weni Delfia Mitha!

Weni Delfia Mitha bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono.

Apa saja program mengajar bahasa Indonesia yang diselenggarakan Atdikbud Canberra?

Ada dua program, pertama Taman Bahasa Atdikbud Canberra adalah program kelas gratis pengenalan bahasa dan budaya Indonesia untuk anak-anak usia 4–10 tahun, yang diselenggarakan di Wisma Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Taman Bahasa menerapkan proses belajar bahasa yang menyenangkan sambil bermain misalnya pengenalan dasar kosakata Bahasa Indonesia. Aktivitas pengenalan ragam kebudayaan Indonesia di Taman Bahasa ini didukung oleh mahasiswa guru bantu atau Indonesian Teaching Assistants (ITA). Nah, yang kedua program Rumah Bahasa Atdikbud Canberra adalah kelas bahasa dan budaya Indonesia gratis untuk remaja dan orang dewasa. Program ini merupakan kolaborasi antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra dan Balai Bahasa Indonesia Canberra. Target pesertanya yaitu remaja dan orang dewasa, terbuka untuk pemula maupun yang sudah punya dasar. Aktivitas belajar bahasa sehari-hari secara interaktif sambil mengenal kebudayaan, kuliner, film, dan musik Indonesia. Pengajarnya adalah relawan Indonesia serta para mahasiswa guru bantu (ITA).

Bagaimana prosesnya Weni bisa terpilih untuk jadi relawan mengajar di Canberra?

Informasinya muncul di Instagram Atdikbud Canberra yang sedang membuka pendaftaran untuk volunteering, langsung aku daftar dan jawab pertanyaan di google form sebagai proses seleksinya. Aku menceritakan kalau dulu aku pernah mengajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di Indonesia, tapi aku belum ada pengalaman mengajar BIPA di Australia. Saat melihat kesempatan ini, semangatku menggebu-gebu untuk mengajar lagi karena cukup bosan juga dengan rutinitas pekerjaan. Jadi, aku mau ikut program ini untuk melatih skill akademik aku lagi. Meskipun secara sukarela dan semua biaya ditanggung pribadi, aku pengen banget lulus. Selain itu, aku belum pernah ke Canberra, jadi aku mencari peluang yang memanggil aku kesana, bukan cuma untuk liburan. Syukurlah, ternyata aku lulus dan dapat kelas mengajar.

Bagaimana persiapan untuk mengajar kelasnya?

Awalnya aku ditempatkan untuk mengajar di Rumah Bahasa untuk kelas dewasa. Aku pilih topiknya tentang Indonesian Culture, Music and Film karena aku tertarik dan masih punya aspirasi menjadi diplomat sehingga bisa menyalurkan pengetahuanku di bidang budaya dan seni dalam mengajar. Ternyata, H-7 sebelum ke Canberra ada pergantian jadwal sehingga bentrok dengan kegiatan Kedubes sehingga kelasku dipindah dari dewasa di Rumah Bahasa ke anak-anak di Taman Bahasa. 

Wah bagaimana kegiatannya di kelas Taman Bahasa? Apa kesanmu terhadap kegiatannya?

Senang sih tapi ada challenge karena harus mempersiapkan lagi lesson plannya. Kelasnya hanya 2 jam dan topiknya tentang kuliner Indonesia, jadi memperkenalkan apa saja makanan khas Indonesia, dan juga kosakata yang berkaitan dengan makanan. Karena aku mengajar anak-anak umur 4 sampai 12 tahun, intinya delivering bahasanya dulu dan kegiatannya menggunakan media puzzle dan flash card. Kita juga menyanyikan lagu anak-anak seperti abang tukang bakso, menari dan menyusun puzzle makanan, mewarnai gambar makanan dan menulis nama makanannya dan bahan-bahan untuk membuatnya. Beberapa anak-anak ada yang sudah familiar dengan makanan Indonesia. Aku juga siapkan game dan kasih uang rupiah sebagai gift. Overall, aku merasa hidup di kegiatan ini karena sangat sesuai dengan passion-ku.