Catatan Harian Wisata Indonesia #73 Desa Wisata Kubah Basirih, Kota Banjarmasin

OzipMates yang budiman, 

Selamat tahun baru 2025 dari Banjarmasin, The Venice of Kalimantan

Kota yang berusia hampir 500 tahun lalu ini berawal dari kampung kecil yang dipimpin oleh seorang pemuda bernama Patih Masih dari Desa Oloh Masih (dalam bahasa Banjar, artinya kampung babuhan Melayu) yang kemudian berkembang menjadi kerajaan dan pusat perdagangan dengan nama Bandarmasih. Di masa awal kemerdekaan Indonesia, namanya lebih dikenal dengan sebutan Banjarmasin, yang sempat ditetapkan sebagai ibukota negara bagian (state) Kalimantan meliputi Kaltim, Kalbar, Kalsel dan Kalteng. 

Kota Banjarmasin juga dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai” karena banyaknya sungai yang mengalir. Ada 24 sungai yang mengalir seperti urat nadi menghubungkan banyak wilayah di provinsi ini. Saking banyaknya sungai serta berakarnya budaya penduduk lokal yang tinggal di rumah lanting (rumah apung kayu di tepi sungai), wisatawan asing pun memberi julukan baru, “The Venice of Kalimantan”. 

Daya tarik kehidupan ekonomi, perdagangan dan budaya tepi air di pusat kota, bertumpu pada keberadaan sungai Martapura dengan ikon wisata pasar terapung Lok Baintan yang telah ada ratusan tahun. Sekitar 30 menit berkendara dari Lok Baitan menyusuri sungai Martapura terhubung Desa Wisata Kubah Basirih dan Masjid Sultan Suriansyah di tepi sungai Barito yang menjadi penanda sejarah awal penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Sungai Barito, sungai terpanjang ke-3 Indonesia yang membentang sejauh 909 km di Kalsel, semakin memudahkan penyebaran budaya, syiar agama hingga kuliner khas lokal perpaduan resep nusantara seperti Soto Banjar, Apam Bingka, Ketupat Kandangan, Haruan masak Habang, dapat dikenal hingga ke pelosok kawasan. Demikian pula topografi alamnya dengan keunikan hutan gambut yang berfungsi khusus sebagai paru-paru dunia dengan ragam satwa endemik langka seperti Orang Utan dan Bekantan.

Travel, enjoy and learn. Ayo kunjungi Indonesia. 
Rio S. Migang *Eco-Plan International. Maryland, USA | Foto Istimewa (berbagai sumber)