Share This Article

Info & tips
September 5, 2018 posted by Ozip Team

Tips Adaptasi Pelajar Indonesia sebagai Mahasiswa Internasional

Tips Adaptasi Pelajar Indonesia sebagai Mahasiswa Internasional

Bersekolah di luar negeri menjadi hal yang diidamkan-idamkan banyak anak muda Indonesia. Setiap tahun, ribuan pelajar mengikuti seleksi penerimaan beasiswa ke luar negeri, salah satunya ke Kota Melbourne di Australia. Berlokasi di bagian tenggara benua Australia, Melbourne memiliki predikat sebagai the third most livable city di dunia, menjadi salah satu kota yang paling diminati mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi. Negara Australia sendiri memang menjadi salah satu tujuan favorit mahasiswa asal Indonesia, selain karena lokasinya yang dekat, mutu pendidikan di Australia sangat bagus dan menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas pendidikan tinggi.

 

Merasakan pengalaman menjadi mahasiswa internasional memang menarik, namun ternyata ada juga tantangannya: soal beradaptasi. Semester pertama perkuliahan biasanya menjadi momentum penting saat para mahasiswa beradaptasi dengan segala hal baru, seperti lingkungan, cuaca, sistem pendidikan, dan makanan. Tidak banyak orang yang mampu beradaptasi dengan cepat. Nah, maka dari itu kita akan bahas satu per satu tips untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan di Australia.

 

Adaptasi cuaca

Tumbuh di lingkungan bercuaca lembap dan tropis dengan musim hujan dan panas sepanjang tahun membuat kelabilan cuaca di Melbourne yang suka tiba-tiba berubah menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa internasional. Cuaca bisa tiba-tiba berubah dalam lima menit, dari panas, mendung, hujan, dan kembali panas. Ditambah dengan udara yang sangat kering dan berangin membuat orang-orang harus siap untuk menggunakan skin care.

 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya kamu siap menghadapi galaunya cuaca di Melbourne. Pertama, sangat penting untuk memiliki skin care yang sesuai dengan kondisi kulit dan kantong. Baik itu pelembab atau pun krim sun block, karena lapisan ozon di Australia adalah yang tertipis di dunia, sehingga intensitas cahaya matahari yang membawa sinar ultraviolet menjadi sangat tinggi dan berbahaya bagi kulit. Kedua, penting untuk mengonsumsi banyak air putih dan vitamin C guna meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi cuaca yang sering berubah secara tiba-tiba. Ketiga, jangan lupa untuk membawa obat-obatan pribadi dari negara asal. Terakhir, diperlukan perhatian ekstra terkait dengan pakaian yang kamu kenakan untuk keluar rumah, karena kamu perlu siap menghadapi segala kemungkinan cuaca yang bisa terjadi. Maka dari itu, memiliki aplikasi ramalan cuaca menjadi hal yang krusial.

Adaptasi belajar

Mampu menyesuaikan diri dengan cara belajar di Australia pun tentunya menjadi poin penting untuk mendukung kesuksesan proses belajar selama di sini. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami sistem perkuliahan yang ada, karena sangat berbeda dengan sistem perkuliahan yang ada di universitas-universitas Indonesia. Jangan lewatkan kegiatan Orientation Week dan workshop untuk meningkatkan kemampuan. Kegiatan-kegiatan ini biasanya dilaksanakan beberapa minggu sebelum memasuki perkuliahan sesungguhnya.

 

Sebelum memulai semester, ada baiknya menghubungi senior yang berkuliah di kampus atau jurusan yang sama denganmu, dan ikuti diskusi atau konsultasi rutin dengan bagian pendukung akademik mahasiswa. Selanjutnya, fokuslah selama proses belajar mengajar di kelas dan membaca daftar jurnal dan buku yang wajib dibaca sebelum menghadiri perkuliahan.

 

Adaptasi makanan

Terakhir, tidak kalah penting yaitu menyesuaikan diri dengan makanan yang ada di Australia. Makanan ala barat menjadi salah satu kekhawatiran terbesar bagi mahasiswa Indonesia yang terbiasa makan dengan menu berempah. Namun, begitu menginjakkan kaki di Melbourne, segala kekhawatiran tersebut langsung sirna karena banyaknya restoran dan kedai masakan Asia yang penuh rasanya akrab di lidah.

 

Mencoba makanan di restoran-restoran ini akan membuat kamu merasa seperti di rumah. Sayangnya, harga makanan tersebut terkadang membuat mahasiswa harus merogoh kocek agak dalam. Nah, solusinya adalah dengan memasak sendiri makananmu. Artinya, kamu perlu mempelajari cara membuat masakan Indonesia. Selain bisa menghemat pengeluaran, hal ini juga bisa melatih keterampilan memasak kamu. Banyak mahasiswa internasional yang dahulunya tidak bisa memasak, kemudian setelah kembali dari berkuliah di luar negeri ia jadi pandai memasak.

 

Cara lain untuk menghemat isi kantong Anda adalah dengan mengikuti seminar atau acara-acara kampus yang menyediakan kudapan. Kemudian, sebagai tips tambahan untuk membantu Anda beradaptasi dengan makanan adalah dengan menginstal aplikasi ponsel yang memberikan informasi detil tentang sebuah tempat makan beserta dengan menu dan review makanan dari para pengunjung restoran sebelumnya.

 

Teks dan foto: Siti Mahdaria

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *