Share This Article

Ozip Travel
December 15, 2013 posted by Ozip Team

The Wedding : Western Vs Eastern

The Wedding :  Western Vs Eastern

By : Joceline Fanjaya Jana

Photos by : Andreas Wirjady

Copy of IMG_0995 IMG_3693 393030_475437109193802_2056796868_n

Pernikahan merupakan salah satu momen yang paling spesial dalam hidup kebanyakan pasangan. Di saat mulai ada kata pertunangan, maka perencanaan acara pesta pernikahan adalah level yang berikutnya. Walaupun mungkin definisi pernikahan hampir mayoritas sama; yakni persatuan dua individual menjadi satu dan membina sebuah rumah tangga, namun perayaan pesta pernikahannya yang kemungkinan akan berbeda.

 

Secara umum pesta pernikahan adalah perayaan dimana suami istri yang baru menikah menjamu para keluarga, teman, sanak saudara, dan para tamunya dalam sebuah acara makan-makan, kumpul-kumpul, sampai entertainments. Ini merupakan bentuk turut menyebarkan kebahagiaan ke seluruh para tamunya dari dan untuk kedua mempelai.

 

Untuk kebanyakan kultur Asia, pesta pernikahan sangat kuat hubungannya dengan keluarga turut membantu mengurus segala sesuatunya. Dengan berbagai macam kebudayaan, kebiasaan, dan kepercayaan, beberapa kultur juga merayakan beberapa hari sebelum hari “H-nya”. Salah satu budaya pernikahan yang banyak dilakukan komunitas Chinese di Indonesia adalah dengan menempelkan lambang pernikahan di hampir segala barang di kamar pengantin, depan pintu kamar, sampai pintu rumah.

 

Ada juga budaya dimana keluarga lelaki datang melamar dengan membawa beberapa barang wajib yang sudah disesuaikan dengan jaman: seperti membawa daging, buah, baju, kue, sepatu, perhiasan, dan uang lamaran. Kemudian pihak keluarga perempuan juga akan melakukan hal yang kurang lebih sama ke keluarga lelaki. Walaupun jaman sekarang barang yang dibawa sudah banyak yang lebih modern atau divariasikan, namun konsep melamar tersebut tetap dilestarikan di kebanyakan kultur Asia. Masih banyak juga yang memilih tanggal, hari, dan jam pernikahan yang memang disesuaikan dengan faktor keseluruhan pengantin demi kebahagiaan, kelancaran, dan luck mereka pada hari tersebut. Dan mungkin juga dikarenakan tali persaudaraan di kultur Asia lebih banyak, maka jumlah tamunya sudah dapat diperkirakan berjumlah ratusan sampai dapat ribuan. Semakin banyak tamu yang datang, semakin banyak berkat yang mendoakan.

 

Berbeda dengan kultur Asia, pernikahan ala barat terkesan lebih sederhana. Sering hanya terkesan seperti acara kumpul-kumpul keluarga dekat dan teman-teman dekat para pengantin saja. Kalau di kultur Asia pernikahan biasanya minimal 6 bulan sampai setahun lebih persiapannya, maka para pengantin barat dapat menyiapkan semuanya dalam waktu sebulan atau kurang dari sebulan. Dengan hanya memerlukan untuk mendaftar dan menyiapkan beberapa dokumen, pernikahan di catatan sipil dapat dilakukan dalam waktu beberapa minggu. Para pengantin dapat datang memakai baju pengantin atau hanya memakai baju biasa untuk upacara catatan sipil yang hanya berlangsung sekitar 15 sampai 20 menit.

 

Pernikahan ala barat juga banyak yang memilih tempat yang berkesan bagi para pengantinnya. Dapat di taman, gunung, pantai, dan bahkan di rumah keluarga saja. Bagi Molly Caddy yang akan menikah dengan tunangannya yang berasal dari India, dia memilih untuk menikah di gereja, yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Melbourne, tempat orangtuanya dahulu menikah.

 

Bagi mereka yang lebih memilih menikah di tempat yang lebih formal, maka tempat resepsi seperti The Mandalay di Northcote, Melbourne sangat digemari para pengantin yang tidak ingin terlalu repot mengurus keperluan pernikahan. Tempat resepsi seperti ini biasanya menyediakan paket dari makanan, minuman, entertainment, bunga, sampai tempat untuk mengucap janji.  Namun dalam menjalani jenis bisnis seperti ini, para pengelola dapat fleksibel dalam memenuhi permintaan para pengantin yang berbeda satu sama lainnya. Rancangan bangunan klasik ala Edwardian tahun 1912 ini memang cukup unik bagi mereka yang ingin menikah di nuansa yang berbeda dan lain dari yang lain. Salah satu hal yang paling penting adalah dimana bantuan secara pribadi dari para pengelola untuk menjamin acara tersebut dapat berjalan dengan baik adalah salah satu kunci keberhasilan tempat resepsi tersebut. Ini karena istilah event organizer untuk pernikahan kultur barat memang tidak begitu banyak dipakai. Namun di luar pesta pernikahan, biasanya tempat resepsi seperti ini juga dapat digunakan untuk keperluan pesta yang lain; seperti untuk pesta pertunangan, ulang tahun, sampai event-event yang lain.

 

Dimana dalam kultur pernikahan Asia yang mayoritas hal disiapkan jauh-jauh hari, terkadang ada kisah senang dan gemas dalam melayani para pengantin barat yang tidak sedikit menggunakan sistem “last minute”.

946775_475437095860470_477142782_n Copy of IMG_1005 Copy of IMG_1004 Copy of IMG_1003

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>