Perpisahan Virtual Konjen RI Melbourne

Tak terasa, tiga tahun sudah berlalu dalam masa kepemimpinan Ibu Spica Alphanya Tutuhatunewa sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk wilayah Victoria dan Tasmania. Pada Rabu, 20 Januari 2021 lalu KJRI Melbourne menggelar Perpisahan Virtual, dalam rangka berakhirnya masa tugas Ibu Spica sebagai Konjen RI Melbourne. 

Acara virtual ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang berada jauh di regional Victoria yang tidak bisa mengucapkan salam perpisahan secara langsung. Meskipun dilaksanakan secara virtual, begitu banyak masyarakat yang hadir dan antusias menyaksikan rangkaian acara hingga selesai dan mengirimkan pesan-pesan perpisahan. 

Acara dipandu oleh staf KJRI Melbourne, Ibu Perthalia dan Bapak Alfons, dan dihadiri juga oleh staf KJRI lainnya yang membantu secara teknis dalam pelaksanaan acara tersebut. Diawali dengan penampilan gamelan Mugirahayu berupa tarian dan musik dari Bendigo, acara dilanjutkan dengan pemutaran video ucapan perpisahan dari berbagai komunitas masyarakat Indonesia di Victoria. Mulai dari komunitas pelajar dan pemuda, organisasi berbasis budaya dan keagamaan, para pelaku bisnis, media partner hingga pihak terkait yang bekerjasama dengan KJRI Melbourne juga turut menyampaikan kesan dan pesan.

Selanjutnya, acara perkenalan home staff  KJRI Melbourne yang baru, diantaranya Ratih Kombonglangi pada bidang Ekonomi, I Made Oka Wardhana pada bidang Sosial dan Budaya, dan Dany Pus Apriyanto pada bidang Komunikasi. Perpisahan virtual ini tak hanya untuk Ibu Spica, tetapi juga untuk jajaran staf wisma Asep Mutakin, I Ketut Susila, dan Christy Tutuhatunewa. Acara kembali dimeriahkan dengan penampilan Sanggar Widya Luvtari dari Geelong yang mempersembahkan tarian tradisional, nyanyian dari perwakilan pelajar Indonesia dan alunan lagu yang dinyanyikan bersama Ibu Spica.

Pada pidato perpisahannya, Ibu Spica menyampaikan, begitu banyak kenangan dan momen kebersamaan selama masa jabatannya, terbukti dari banyaknya foto-foto kegiatan, kunjungan langsung ke masyarakat, dan silaturahmi yang terjalin selama ini. Ibu Spica juga berterima kasih atas sambutan dan apresiasi masyarakat, sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik. 

“If I can leave something, a legacy to you all,  kerja keras itu pasti akan membuahkan hasil,” ungkap Ibu Spica dalam pidatonya. “This is not a goodbye, but until we meet again,” ucap Ibu Spica diakhir pidatonya dengan penuh haru.

teks: Destari Puspa Pertiwi

foto: Instagram KJRI