Share This Article

Featured Articles
March 18, 2015 posted by Ozip Team

Menjaga Iman Selalu Ada Tantangannya – Keeping Faith is Always a Challenge

Menjaga Iman Selalu Ada Tantangannya – Keeping Faith is Always a Challenge

Pastor Boni Buahendri, SVD

Chaplain KKI Melbourne

Keluarga Katolik Indonesia (KKI) Melbourne adalah sebuah chaplaincy, wadah resmi setaraf Paroki  dalam Keuskupan Agung Melbourne, yang berdiri 27 tahun lalu. Tugas utamanya mengurus semua pelayanan pastoral, sakramental dan rohani bagi semua orang Katolik Indonesia yang berada di Victoria dan sekitarnya. Semakin hari anggotanya kian bertambah, bukan hanya yang datang dari Indonesia tetapi  juga dari kelahiran anak- anak warga KKI yang  sudah menjadi permanent resident atau citizen Australia. Itu terlihat dari  jumlah pembaptisan bayi yang berjumlah 3- 4 orang setiap misa Minggu kedua di Gereja St. Joseph, Port Melbourne.

Pelayanan rohani untuk umat Katolik di Melbourne sudah  jelas dan teratur, dengan adanya struktur kepengurusan yang diakui secara resmi oleh Keuskupan Agung Melbourne. Dalam sebulan, KKI Melbourne mengadakan perayaan misa kudus empat kali di empat tempat yang berbeda: Minggu pertama di Gereja St. Martin De Porres-Laverton, Minggu kedua di Gereja St. Joseph-Port Melbourne, Minggu ketiga di St. Gereja St. Francis-Melbourne CBD dan Minggu ke-empat di Gereja St. Paschal-Box Hill. Dalam pelayanan pastoral kategorial, terutama untuk Orang Muda Katolik (OMK),  ada lagi sejumlah perayaan  misa lainnya dalam tiap bulan seperti: Sabtu pertama ada misa Muda-Mudi Katolik (MUDIKA) pukul 12 siang di Monastery Hall of St. Francis Church, Sabtu kedua ada pendalaman iman Anak Indonesia Katolik Australia (AIKA) di South Easthern suburb, Sabtu keempat ada misa di Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKKI) di St. Augustine Church-City, dan sebentar lagi akan hadir misa Jumat pertama dalam setiap bulan bagi Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM)  di Camberwell. Itu semua belum terhitung misa-misa wilayah  dan kegiatan tematis lainnya seperti Rosario, Bible Sharing, ulang tahun kelahiran dan kematian yang  biasanya dibuat di rumah-rumah umat KKI sendiri.

 

Gereja Santo Paschal Box Hill-OZIP

Gereja Santo Paschal Box Hill.

Kemudahan

Dalam hubungan dengan Tatacara Ibadat keagamaan, salah satu kekhasan Gereja Katolik adalah sifatnya yang Apostolic, Katolik  dan Universal. Dalam arti bahwa pada perayaan misa itu sendiri, semua urutan tata perayaan, bacaan- bacaan suci dan doa-doanya pada setiap  hari, minggu, bulan serta tahun,  selalu sama untuk setiap gereja Katolik di seluruh dunia. Kami mempunyai apa yang disebut MISALE, Kalederium Gereja Katolik Sejagat. Karena itu siapa saja yang datang misa di gereja lokal apalagi misa KKI Melbourne, dia  tidak mempunyai masalah kecuali dalam hal bahasa (Inggris) bagi mereka yang datang di gereja lokal untuk pertama kalinya.

 

Karena sifatnya yang universal, warga  Gereja Katolik lokal di Melbourne terbuka bagi  warga Katolik overseas yang mau bergabung dalam aktivitas kehidupan gereja lokal terutama dalam perayaan misa atau liturgi. Sebagai contoh, sudah ada  umat KKI yang dilibatkan dalam perayaan misa gereja lokal seperti aktif sebagai Misdinar/pelayan altar, Lektor/pembaca bacaan suci atau menjadi anggota koor. Ada juga kelompok kategorial lainnya yang mulai terlibat dalam pelayanan pastoral orang sakit atau kegiatan sosial menjelang Natal dan Paskah. Selain itu ada juga umat KKI yang terlibat di Paroki lokal, tempat dimana mereka berada,  sebab salah satu tujuan chaplaincy KKI adalah umatnya diharapkan ‘being rooted in the local church too’.

 

Tantangan

Menjaga iman di tanah seberang selalu ada tantangannya. Selain tantangan klasik seperti sekularisme, globalisasi, teknologi dan komunikasi, masalah penting yang kami rasakan ke depan adalah tentang keluarga muda dan  iman dari anak-anak yang dilahirkan di Australia. Apalagi di Australia, agama tidak diajarkan secara resmi di sekolah. Pertanyaan sekaligus kecemasan umat KKI adalah siapa yang mengajarkan fondasi/dasar agama kepada anak-anak kami? Mereka cemas dengan gaya hidup dan cara pandang yang berbeda ditambah lagi sekularisme  yang  menjadi akar budaya di Australia. Kami sudah mulai dengan Sekolah Minggu yang mengajarkan sejumlah Ajaran Dasar Iman Katolik serta beberapa Nilai Dasar Katolik yang diungkapkan lewat seni,  sesuai dengan model yang biasanya diajarkan di sekolah di Australia.

Dari segi jumlah, umat KKI di Melbourne masuk dalam empat besar untuk kelompok migran Katolik di Keuskupan Agung Melbourne. Jumlah itu diprediksi akan semakin besar setiap tahunnya. Dari satu sisi kami sangat bangga dengan kuantitas itu, tetapi tantangannya adalah mereka semua tinggal berjauhan, terpencar  di delapan penjuru angin Melbourne.  Walaupun mereka semua adalah umat Katolik Indonesia,  mereka juga berasal dari daerah dan kota besar berbeda di Indonesia. Terkadang,  pengurus KKI dan chaplainnya tidak bisa memenuhi semua kebutuhan umat yang memang berbeda.

 

Pastor Bonefasius Buahendri-OZIP

Pastor Bonefasius Buahendri memimpin misa.

Harapan

Dalam 15 tahun terakhir, Catholic Bishops Conference of Australia (Konferensi Wali Gereja Katolik Australia)  sudah mengakui, menghargai dan bahkan mengagumi kehadiran Ethnic Migrant of the Catholic  di negara ini. Hampir di setiap keuskupan Agung Metropolitan di kota besar seperti Melbourne, sudah dibentuk secara resmi Chaplaincy for the  Ethnic Migrant for the Catholic Church, termasuk KKI.  Dengan dukungan spiritual dari Keuskupan Agung Melbourne,  seluruh kegiatan pastoral dan sakramental KKI berjalan dengan baik. Kami terus dituntut untuk mencari model pelayanan pastoral yang sesuai dengan kebutuhan umat.

 

Dalam perjalanan sebagai bangsa perantau yang sedang mengembara menuju tanah terjanji negeri Kanaan, bangsa Israel  diberikan sebuah panduan dalam bentuk Hukum Taurat Musa. Dalam hukum tauratnya,  sang nabi berpesan kepada bangsa Israel  sebuah hukum KASIH, sebagai  pedoman dan pegangan untuk bangsa Israel dan suku perantau yang sedang mengembara:  “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu,  dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Dalam Perjanjian Baru,  Yesus menggarisbawahi perkataan nabi Musa dengan mengatakan:  “pada kedua hukum inilah  tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi (Matius 22: 36 – 40).

 

Menjaga iman di tanah seberang  terutama “mengasihi Tuhan dan sesama seperti diri sendiri”, selalu tidak gampang. Secercah harapan akan muncul kalau umat KKI  berpedoman pada sifat Katolik  dari ajaran.  Ciri khas persatuan, kekeluargaan dan persaudaraan akan merekatkan kita semua bangsa perantau, yang pada gilirannya bisa membuat iman umat KKI di tanah seberang akan tetap terjaga.

Semoga, KKI bisa menjadi rumah bersama warga Katolik di Melbourne, Victoria. 

Sakramen Ekaristi-OZIP

Sakramen Ekaristi.

Keeping Faith is Always a Challenge

 

The Indonesia Catholic Family (KKI) Melbourne is a chaplaincy, the official Parish of the Archidose of Melbourne, which was founded 27 years ago. The main task is taking care of all pastoral services, sacremental and spirtual for all Indonesian Catholics who are living in Victoria and surrounding areas. As the days pass their members continue to grow, not only those coming from Indonesia but also the birth of the children of KKI citizens who have already become permanent residents or Australian citizens. It is evident from the number of infant baptisims, with a total of 3-4 babies every second Sunday mass at the Church of St. Joseph, Port Melbourne.

 

Spiritual services for Catholics in Melbourne are clear and orderly, with the Archidose of Melbourne officially recognising the management structure. Within a month, KKI Melbourne held celebrations for Holy Mass four times in four different places: first Sunday in the Church of St. Martin De Porres-Laverton, second Sunday in the Church of St. Joseph-Port Melbourne, the third Sunday in St. Church St. Francis-Melbourne CBD and fourth Sunday at the Church of St. Paschal-Box Hill. In the area of pastoral care, especiall for Young Catholics (OMK), there are a number of other Mass celebrations in each month such as: the first Saturday there is Mass for Young Catholics (MUDIKA) at 12 midday Monastery Hall of St. Francis Church, the second Saturday there is a deepening of faith with the Australian Catholic Indonesian Children (AIKA) in the South Eastern suburbs, the fourth Saturday there was a Mass in the Catholic Charismatic Prayer (PDKKI) in St. Augustine Church-City, and soon there will be a Friday Mass in the first Friday of every month for the Community of the Holy Trinity (KTM) in Camberwell. That is not counting all the other regional Masses and other thematic activities such as the Rosary, Bible Sharing, the commemorative ceremonies of birth and death usually held in the homes of the Catholics themselves.

 

Services

In relation to the procedure of religious worship, one of the unique qualities of the Catholic Church is that it is Apostolic, Catholic and Universal. In the sense that the celebration of Mass itself, everything has an ordered sequence for celebration, sacred prayers for each day, week month and year, are always the same for every Catholic Church throughout the world. We have what is called MISSAL, the Universe of Catholic Church Kalderium (Calendar). It is because of that anyone that comes to Mass in the local church especially KKI Church Melbourne, does not have any problems except in terms of language (English) for those who come to the local church for the first time.

Due to it being universal, citizens of the local Catholic Church in Melbourne are open to overseas Catholics who want to join the activities of the local church, particularly in the celebration of Mass or liturgy. For example, there are KKI Catholics who are involved in the celebration of local Church Masses such as Acolytes/alter boys, Lectors/readers of the sacred readings or as members of the choir. There are also other categorical groups involved in pastoral care for the sick or social events for Christmas and Easter. In addition, there are also people involved in KKI for a local parish, as one of the aims of the KKI Chaplaincy is expected to ‘being rooted in the local church too’.

 

Sunday School-OZIP

Salah satu tema dalam Sunday School, Lent dan Perayaan Imlek.

Challenges

Keeping faith across land there is always a challenge. Besides the usual challenges of secularism, globalisation, technology and communication, another important issue we feel is with young families and the faith of their children who were born in Australia. Especially in Australia, where religion is not taught formally in school. The question causes anxiety for KKI Catholics as who will teach foundation/basis of religion to our children? They worry about a lifestyle and different outlook that secularism brings to the cultural roots of Australia. We have already started Sunday School that teaches a number of Basic Doctrines of the Catholic Faith as well as several Basic Catholic Values expressed through art, which correspond to the model that is usually taught in schools.

 

In terms of quantity, KKI Catholics are in the top four for the migrant groups in the Catholic Archdiocese of Melbourne. The number is predicted to get bigger every year. We are very proud of the quantity, but the challenge is they all live far away, scattered across the 8 different locations of Melbourne. Although they are all Indonesian Catholics, they also come from different regions and major cities in Indonesia. Sometimes, the administrators and chaplains cannot meet the needs of the different groups.

 

Hope

In the last 15 years, the Catholic Bishops Conference of Australia (Konferensi Wali Gereja Katolik Australia) have acknowledged, their respect and even admiration of the Ethnic Migrant presence of the Catholic church in this country. Almost every Metropolitan Archdiocese in major cities such as Melbourne have been officially formed Chaplaincies for the Ethnic Migrant of the Catholic Church, including KKI. With the spiritual support of the Archdiocese of Melbourne all the pastoral and sacremental activities of the KKI have gone well. We continue to search for a model of pastoral care that is in accordance with the needs of the people.

 

In the course of migration wandering toward the promise land of Canaan, the Israelites were given a guide in the form of the Law of Moses. In His Law, the prophet commanded to Israel as the Great Commandments, a guide and a handle to the nation of Israel and the tribe of nomads who were wandering: “Love the Lord your God with all your heart, with all your soul, and with all your mind. And your neighbour as yourself “. In the New Testament, Jesus underlined the words of the prophet Moses, saying: “on these two commandments hang all the law and the prophets (Matthew 22: 36-40).

 

Keeping faith across land especially “love God and your neighbor as yourself”, is not always easy. Though a Glimmer of hope will emerge if KKI Catholics follow the principles of the Catholic doctrine. Characteristics of unity, kinship and brotherhood will glue migrants together, which in turn could make the faith of KKI Catholics across the lands remain intact.

Hopefully, KKI can become a home for the Catholic community in Melbourne, Victoria.

 

OZIP Main Report was written by Iip Yayha and translated by Tim Flicker. Photographs by Ineke Iswardojo

English version in this article edited by Yacinta Kurniasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>