Share This Article

Liputan Utama
October 8, 2018 posted by Ozip Team

Geliat Pebisnis Muda Indonesia di Victoria (3) Take and Eat Au – Uniknya Tempe Berbagai Rasa di Australia

Geliat Pebisnis Muda Indonesia di Victoria (3) Take and Eat Au – Uniknya Tempe Berbagai Rasa di Australia

Berwirausaha merupakan salah satu jalan bagi seseorang untuk tak hanya mencari penghidupan tapi juga mewujudkan mimpi dan menjadi diri sendiri. Tak heran jika entrepreneurship telah menjadi salah satu tren sekaligus pilihan gaya hidup, terutama di kalangan anak muda masa kini. Di Melbourne, beberapa pebisnis muda Indonesia mulai menggeliat menunjukkan tajinya. Berbagai bidang bisnis muncul dengan penuh kreativitas dan inovasi khas jiwa anak muda. Siapa saja mereka? Simak kisahnya berikut ini!

***

Take and Eat Au – Uniknya Tempe Berbagai Rasa di Australia

 

Berangkat dari ide ingin mengenalkan tempe kepada masyarakat Australia, pasangan suami istri Audi Aulia Krisnandika dan Rizka Ayu Puspita memulai usaha Take and Eat Australia di tahun 2015. Ketika pertama kali merintis bisnis di bidang kuliner ini, mereka memulai dari bagian belakang rumah mereka yang kemudian disulap menjadi dapur komersial setelah mengantongi izin standardisasi yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan pemerintahan setempat. Kreativitas, menjadi kunci utama bagi Audi dan sang istri, Rizka, dalam mengembangkan usaha yang sudah menginjak tahun ketiga di Melbourne. Audi sendiri sempat mengenyam pendidikan di William Angliss Institute di jurusan Commercial Cookery sebelum memutuskan untuk berbisnis di bidang kuliner. Latar belakang Audi yang merupakan chef mendukung upayanya mengembangkan olahan panganan berbahan dasar kedelai ini.

 

Tempe kedelai milik Take and Eat Australia dibuat dengan kedelai lokal Australia yang didapat dari daerah New South Wales dan Queensland. Namun, tak hanya menjual tempe kedelai yang khas seperti kita temui di Indonesia, pasangan ini mencoba bereksperimen dengan membuat tempe dari bahan dasar non-kedelai, seperti Adzuki Beans (bentuknya mirip kacang tolo di Indonesia), Mung Beans (kacang hijau), Australian Chickpeas (kacang garbanzo) dan The Rainbow (terdiri atas adzuki beans, soy atau kedelai, dan mung beans). Karena dibuat dengan bahan dasar berbeda, rasa tempenya pun unik jika dibandingkan dengan tempe lain yang beredar di pasaran, ditambah aroma khas masing-masing jenis kacang yang digunakan. Selain memproduksi tempe dari kacang yang difermentasi, Take and Eat Australia juga membuat keripik tempe sebagai pilihan snack sehat yang bisa dinikmati semua kalangan.

Take and Eat Australia menargetkan untuk bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Australia khususnya bagi para vegetarian. Untuk memasarkan produknya, mereka membuka lapak jualan di Farmers Market yang ada di seputaran Melbourne dan menyediakan sample di stand mereka untuk menarik pengunjung. Menurut Audi dan Rizka, cara ini cukup efektif dalam menjaring lebih banyak konsumen sekaligus mengedukasi makanan asli Indonesia ini. Selain berjualan offline, mereka juga menggunakan media sosial Instagram @takeandeatau dan website takeandeat.com.au untuk menggaet para foodie. Sementara untuk harga, satu buah tempe ukuran 400 gram dibanderol sekitar 5 hingga 7 dolar saja.

 

Perbedaan iklim antara Indonesia dan Australia sempat menjadi halangan bagi Audi dan Rizka dalam merintis usaha ini. Tetapi kemudian mereka dapat mengakalinya bahkan menghasilkan produk berkualitas berupa tempe berfermentasi yang fresh dan bukan dipasteurisasi serta dapat dipesan secara online di website mereka (takeandeat.com.au). Menurut Audi dan Rizka, saat ini mereka telah memproduksi 20.000 tempe per bulan dan akan terus melakukan peningkatan mutu sehingga bisa mencapai target produksi 100.000 buah per bulan. Selain itu, mereka juga sudah menjalin kerja sama dengan para distributor di berbagai Asian market dan toko bahan makanan organik. Distribusi tempe Take and Eat Australia juga mulai meluas hingga ke New South Wales dan Queensland.

 

Saat ini Take and Eat Australia memang masih berfokus di bidang manufacture, namun ke depannya Audi dan Rizka berharap untuk bisa mengembangkan usaha ini menjadi bisnis retail ataupun franchise. Beberapa produk yang kelak akan dikembangkan adalah tempe jar, tempe dips, tempe sausage, dan burger tempe.

 

Teks: Destari Puspa Pertiwi

Foto: dok. Take and Eat Australia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *