Category Archives: Travel

Want To Experience Something Different?  Try Flores
Sections
April 4, 2014 posted by Ozip Team

Want To Experience Something Different? Try Flores

Traditionally Australian tourists when travelling to Indonesia only visit the islands of Bali and Java, but why not try something different? In January, this year my girlfriend and I set off to Flores to visit a part of Indonesia rarely frequented by Aussies. Here’s our Flores story. What will yours be? (more…)

‘Kongkow’ di Brisbane
Sections
March 18, 2014 posted by Ozip Team

‘Kongkow’ di Brisbane

Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, adalah kota terbesar ketiga di Australia. Kota Brisbane ini mendapat penghargaan “The Coolest city in Australia” dari majalah Lonely Planet Travel Guide yang merupakan “kitab suci” para petualang. (more…)

Sections
February 20, 2014 posted by Ozip Team

Bass Coast – Wonthaggi – Inverloch

Kebanyakan orang mungkin akan lebih mengenal Phillip Island sebagai tujuan wisata keluarga. Dengan pantai yang indah dan pemandangan yang luar biasa, apalagi ditambah tempat-tempat wisata yang unik, tidak heran kalau Phillip Island punya daya tarik tersendiri, terutama dengan atraksi penguinnya. Namun tidak banyak yang tahu kalau Phillip Island hanya merupakan salah satu bagian dari Bass Coast Shire.
(more…)

Ho Chi Minh City
Sections
February 20, 2014 posted by Ozip Team

Ho Chi Minh City

Sudah pernah coba kunjungan ke Vietnam? Kaya dengan cerita sejarah, menawarkan banyak atraksi menarik dan makanan-makanan enak yang eksotik – tiga alasan kenapa Anda perlu mempertimbangkan Ho Chi Minh City sebagai tempat liburan selanjutnya! 

Ho Chi Minh City adalah kota terpenting kedua setelah Hanoi di Vietnam dan kota ini merupakan pusat pengetahuan, perdagangan, teknologi, industri,  dan wisata. Di era kolonial Perancis, Ho Chi Minh City adalah ibukota dan pusat pemerintahan wilayah ini.

Vietnamese-Coffee-With-BODY Saigon-Central-Post-Office-in-Ho-Chi-Minh-City-copy inside-ben-thanh-market 800px-Main_building_of_the_War_Remnants_Museum,_Ho_Chi_Minh_City,_Vietnam_-_20120810-02

1)  Kaya sejarah

Wisata di Vietnam, khususnya di kota Ho Chi Minh City yang tadinya bernama Saigon ini, tentu tidak bisa lepas dari cerita sejarah. Carut marut kisah negara ini, peperangan yang terjadi, sampai peninggalan budaya zaman  kolonial masih meninggalkan jejak sampai sekarang.

Arsitektur megah karya Gustave Eiffel bisa disaksikan di Saigon Central Post Office, yang mulai berdiri tahun 1886 dan sampai sekarang masih menjadi salah satu gedung paling populer disini.  Atap berkubah yang panjang, tembok-tembok yang dilapisi dengan peta zaman kolonial Perancis, foto portret Ho Chi Minh, sang Presiden dan Perdana Menteri yang memimpin perjuangan revolusi Vietnam, serta lantai-lantai keramik dengan pola yang rumit, menjadi ciri khas bangunan ini. Di hadapan bangunan ini, terdapat Katedral Notre-Dame yang dibangun oleh pemerintah koloni Perancis sekitar tahun 1863-1880 dan sama megahnya.

Sebagai pengalaman yang kontras, coba juga berkunjung ke War Remnants Museum. Museum ini mendokumentasikan brutalitas yang dialami negara ini selama Perang Vietnam. Jadi, tentu saja bukan untuk Anda yang gampang panik, takut, tersentuh hatinya, atau stress. Terlepas dari apakah ceritanya merupakan bagian dari propaganda pihak tertentu, tetap saja ini merupakan salah satu museum yang paling dikunjungi di negara ini dengan jumlah pengunjung lebih dari 500,000 orang per tahun. Di sini ditunjukkan berbagai perlengkapan militer, jenis-jenis hukuman dan kekerasan yang terjadi ketika perang, sampai foto-foto dan kisah-kisah tentang perang yang merasuki Vietnam di tahun 1959 – 1975 ini.

Melengkapi pengalaman di museum ini, silakan sempatkan menjelajahi Terowongan Cu Chi (bersama pemandu wisata dalam sebuah tur), terowongan bawah tanah yang digunakan sebagai pusat operasi tentara gerilya Vietcong selama Perang tahun 1968, dan memainkan peranan yang besar untuk membantu tentara Vietnam mengalahkan Amerika Serikat.

Untuk mengenal lebih dalam sejarah Vietnam sendiri, terlepas dari peperangan, silakan jelajahi History Museum, gedung bergaya kolonial Perancis yang dibangun tahun 1929 dan terletak di dalam taman botani yang rimbun. 4000 tahun kehidupan dan kebudayaan Vietnam ditunjukkan disini. Rekomendasinya, setting museumnya cukup professional dan mengesankan.

2)  Banyak atraksi menarik

Ho Chi Minh City yang modern kini sudah dipenuhi dengan berbagai atraksi menarik. Salah satu yang patut disimak adalah Water Puppet, pertunjukan wayang yang dimainkan di dalam air di Golden Dragon Water Puppet Theater. Hmm, nggak ada kan di Indonesia ataupun di Melbourne?

Hal lainnya yang menarik dicoba adalah Cyclo Riding. Cyclo, becak khas Vietnam ini hanya bisa mengangkut satu orang penumpang. Ia akan membawa Anda berkeliling kota dan melewati situs-situs yang menjadi langganan wisatawan sekaligus. Coba di malam hari untuk menghindari panas teriknya matahari.

Selanjutnya, untuk Anda yang berpasangan, mungkin bete harus berpisah saat melakukan Cyclo Riding. Saatnya berbagi berdua lagi dengan menikmati makan malam romantis kuliner khas Vietnam di atas kapal yang menyusuri Sungai Mekong. Perjalanan dinner cruise ini memakan waktu kurang lebih 2 jam, dengan titik awal dan akhir di dermaga Von Kieng. Anda bisa menikmati hiburan tarian tradisional selama menikmati makanan atau silakan melihat cantiknya pemandangan kota dan sungai di malam hari.

Sungai Mekong adalah salah satu bagian paling penting dari kota ini. Sisakan waktu sehari penuh dari pagi sampai sore untuk menyusuri delta sungai ini lewat Mekong Tour. Anda bisa berkunjung ke pulau-pulau kecil yang ada di delta sungai, dengan aktivitas-aktivitasnya masing-masing. Contohnya, di Pulau Unicorn, yang terkenal sebagai pulau penghasil madu, aktivitas yang dilakukan antara lain mengunjungi peternakan lebah internasional, mencicipi madu langsung dari sarangnya, mencicipi buah-buahan lokal dan berfoto dengan ular piton.

Di tempat lainnya, Anda bisa mengunjungi pusat industri rumahan penganan yang terbuat dari kelapa. Mulai dari permen, manisan, keripik sampai minyak murni, semuanya diolah dari air kelapa.

Anda bisa melihat kehidupan penduduk lokal yang tinggal sepanjang delta sungai, mencoba makan siang a la Vietnam di tengah perkebunan, dan bisa naik sepeda untuk mengitari beberapa tempat. Anda kembali ke tempat kapal bersandar dengan menggunakan perahu tradisional.

3)  Kuliner Vietnam

Pastinya, Anda sudah sering mendengar pho dan mungkin juga sudah sering mencicipinya. Tetapi apakah rasanya berbeda atau sama saja ketika dicoba langsung di tempat asalnya? Ketika berada di Ho Chi Minh City, kunjungi restoran Pho 2000 yang namanya melejit karena pernah dikunjungi oleh Presiden Bill Clinton ketika berkunjung ke kota ini. Restoran ini berada di kompleks Ben Thanh Market, tempat belanja murah paling terkenal di kota ini.

Selain pho, salah satu yang perlu dicoba dari Vietnam adalah kopi khas Vietnam. Diperkenalkan oleh bangsa Perancis di abad ke-19, kopi yang disajikan dengan susu kental manis yang dituangkan di atas es batu ini pantas untuk mengawali hari Anda menjelajahi kecantikan kota ini.

4)  Belanja

Ho Chi Minh mempunyai pasar murahnya sendiri yang besar, dengan 300 lebih toko di dalamnya. Ben Thanh Market selain beroperasi di siang hari juga mempunyai Night Market untuk mereka yang lebih menyukai berbelanja di malam hari (menghindari teriknya matahari). Untuk department store, kunjungi Diamond Plaza atau Saigon Centre di pusat kota. Trai Street menjual barang-barang yang lebih murah dari harga departemen store, sementara untuk koleksi butik yang lebih trendi dengan label beragam, kunjungi Nguyen Hue Street.
 

Ivan’s Escape Trip to Perth: capital of Western Australia
Sections
December 15, 2013 posted by Ozip Team

Ivan’s Escape Trip to Perth: capital of Western Australia

Teks: Ivan Ciputra Halim

Perth, kota yang terletak di pinggiran Swan River dan Samudera Hindia ini adalah kota terbesar keempat di Australia dengan populasi sekitar 1.9 juta orang. Kota yang dijuluki ’the most remote city on the world’ karena jaraknya yang sangat jauh dengan kota metropolitan lainnya ini memiliki suhu yang relatif hangat sepanjang tahun dan menawarkan berbagai tempat wisata yang sangat menarik yang patut Anda kunjungi.

Berikut adalah tempat-tempat wisata favorit pilihan saya saat berkunjung selama 3 hari (28-31 Oktober 2013) di Perth:

Scarborough Beach Cottesloe Beach 2 Rockingham Beach 1 Cottesloe Beach 1


Sunset Coast Tourist Drive

Sunset Coast Tourist Drive adalah rute sepanjang sekitar 60 kilometer menelusuri garis pantai yang terdapat di Perth mulai dari Joondalup di sebelah utara hingga Rockingham di sebelah selatan. Saat berkendara dengan mobil/sepeda yang Anda sewa, sempatkanlah waktu sejenak untuk berhenti dan menikmati keeksotisan pantai Ocean Reef, Scarborough, Cottesloe, dan Rockingham yang sangat menyejukkan hati dan menyuguhkan pemandangan pantai berpasir putih dan lautan Samudera Hindia yang berwarna biru kecerahan. Sempatkan juga diri Anda untuk bersantap siang/malam di Fremantle yang terkenal akan kenikmatan makanan seafood dan masakan ala Barat lainnya.

  1. Swan Valley

Swan Valley terletak di timur laut dan berjarak sekitar 30-45 menit (dengan mobil) dari pusat kota Perth, daerah ini merupakan salah satu daerah penghasil anggur/wine paling terkenal di Australia. Anda bisa mampir di salah satu kebun anggur yang tersedia di kawasan ini, meminum wine bercitarasa tinggi khas Western Australia sambil menikmati keindahan hamparan ladang kebun anggur. Jika beruntung, pemilik kebun anggur biasanya menawarkan segelas anggur/wine gratis untuk Anda coba.

Swan Valley 1 Swan Valley 2 Swan Valley 3

  1. Kings Park and Botanical Garden

Kings Park Afternoon View 2Kings Park menawarkan pemandangan cantik wajah kota Perth yang bersebelahan dengan Swan River. Uniknya, pemandangan kota Perth saat siang dan malam sama-sama menarik jika dilihat dari Kings Park. Jika memiliki waktu lebih, Anda bisa mengunjungi taman ini saat siang dan malam hari untuk merasakan sensasi keindahan pemandangan kota Perth yang berbeda. Bersebelahan dengan Kings Park, terdapat Botanical Garden. Di dalam Botanical Garden ini, Anda dapat melihat keunikan bentuk batang dari pohon Boab yang terkenal dan berjalan di atas glass-walk (semacam jembatan kaca) yang menawarkan pengalaman menarik bagi Anda untuk berjalan sejajar dengan tingginya berbagai macam spesies pohon yang terdapat di situ.

  1. Perth CBD

Perth_421jmSempatkanlah diri Anda untuk berjalan-jalan santai menelusuri pusat kota Perth. Situasi dan kondisi sehari-hari pusat kota Perth yang tidak terlalu ramai dan tak terlalu sepi memudahkan Anda untuk dengan leluasa menjelajah setiap sudut kota dengan hati riang gembira. Jika Anda ingin membeli oleh-oleh/souvenir untuk teman-teman, Anda bisa mengunjungi Harbour Town Perth Shopping Centre yang menjual berbagai macam pernak-pernik souvenir/ oleh-oleh dan barang-barang lainnya dengan harga yang terjangkau.

Perjalanan dari Melbourne ke Perth bisa Anda tempuh dengan jalur udara dan jalur darat. Dengan jalur udara, setiap hari Qantas/Jetstar/Virgin/Tiger Airways menyediakan beberapa kali penerbangan non-stop langsung dari Melbourne (Tullamarine) ke Perth yang memakan waktu 3.5 jam penerbangan. Jika Anda suka berpetualang, perjalanan darat dari Melbourne ke Perth yang berjarak sekitar 3300 kilometer bisa Anda tempuh dalam waktu minimal 4 hari 3 malam.

 Perth CBD 2 Perth CBD 3 Perth CBD 4 Perth CBD 1
The Wedding :  Western Vs Eastern
Sections
December 15, 2013 posted by Ozip Team

The Wedding : Western Vs Eastern

By : Joceline Fanjaya Jana

Photos by : Andreas Wirjady

Copy of IMG_0995 IMG_3693 393030_475437109193802_2056796868_n

Pernikahan merupakan salah satu momen yang paling spesial dalam hidup kebanyakan pasangan. Di saat mulai ada kata pertunangan, maka perencanaan acara pesta pernikahan adalah level yang berikutnya. Walaupun mungkin definisi pernikahan hampir mayoritas sama; yakni persatuan dua individual menjadi satu dan membina sebuah rumah tangga, namun perayaan pesta pernikahannya yang kemungkinan akan berbeda.

 

Secara umum pesta pernikahan adalah perayaan dimana suami istri yang baru menikah menjamu para keluarga, teman, sanak saudara, dan para tamunya dalam sebuah acara makan-makan, kumpul-kumpul, sampai entertainments. Ini merupakan bentuk turut menyebarkan kebahagiaan ke seluruh para tamunya dari dan untuk kedua mempelai.

 

Untuk kebanyakan kultur Asia, pesta pernikahan sangat kuat hubungannya dengan keluarga turut membantu mengurus segala sesuatunya. Dengan berbagai macam kebudayaan, kebiasaan, dan kepercayaan, beberapa kultur juga merayakan beberapa hari sebelum hari “H-nya”. Salah satu budaya pernikahan yang banyak dilakukan komunitas Chinese di Indonesia adalah dengan menempelkan lambang pernikahan di hampir segala barang di kamar pengantin, depan pintu kamar, sampai pintu rumah.

 

Ada juga budaya dimana keluarga lelaki datang melamar dengan membawa beberapa barang wajib yang sudah disesuaikan dengan jaman: seperti membawa daging, buah, baju, kue, sepatu, perhiasan, dan uang lamaran. Kemudian pihak keluarga perempuan juga akan melakukan hal yang kurang lebih sama ke keluarga lelaki. Walaupun jaman sekarang barang yang dibawa sudah banyak yang lebih modern atau divariasikan, namun konsep melamar tersebut tetap dilestarikan di kebanyakan kultur Asia. Masih banyak juga yang memilih tanggal, hari, dan jam pernikahan yang memang disesuaikan dengan faktor keseluruhan pengantin demi kebahagiaan, kelancaran, dan luck mereka pada hari tersebut. Dan mungkin juga dikarenakan tali persaudaraan di kultur Asia lebih banyak, maka jumlah tamunya sudah dapat diperkirakan berjumlah ratusan sampai dapat ribuan. Semakin banyak tamu yang datang, semakin banyak berkat yang mendoakan.

 

Berbeda dengan kultur Asia, pernikahan ala barat terkesan lebih sederhana. Sering hanya terkesan seperti acara kumpul-kumpul keluarga dekat dan teman-teman dekat para pengantin saja. Kalau di kultur Asia pernikahan biasanya minimal 6 bulan sampai setahun lebih persiapannya, maka para pengantin barat dapat menyiapkan semuanya dalam waktu sebulan atau kurang dari sebulan. Dengan hanya memerlukan untuk mendaftar dan menyiapkan beberapa dokumen, pernikahan di catatan sipil dapat dilakukan dalam waktu beberapa minggu. Para pengantin dapat datang memakai baju pengantin atau hanya memakai baju biasa untuk upacara catatan sipil yang hanya berlangsung sekitar 15 sampai 20 menit.

 

Pernikahan ala barat juga banyak yang memilih tempat yang berkesan bagi para pengantinnya. Dapat di taman, gunung, pantai, dan bahkan di rumah keluarga saja. Bagi Molly Caddy yang akan menikah dengan tunangannya yang berasal dari India, dia memilih untuk menikah di gereja, yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Melbourne, tempat orangtuanya dahulu menikah.

 

Bagi mereka yang lebih memilih menikah di tempat yang lebih formal, maka tempat resepsi seperti The Mandalay di Northcote, Melbourne sangat digemari para pengantin yang tidak ingin terlalu repot mengurus keperluan pernikahan. Tempat resepsi seperti ini biasanya menyediakan paket dari makanan, minuman, entertainment, bunga, sampai tempat untuk mengucap janji.  Namun dalam menjalani jenis bisnis seperti ini, para pengelola dapat fleksibel dalam memenuhi permintaan para pengantin yang berbeda satu sama lainnya. Rancangan bangunan klasik ala Edwardian tahun 1912 ini memang cukup unik bagi mereka yang ingin menikah di nuansa yang berbeda dan lain dari yang lain. Salah satu hal yang paling penting adalah dimana bantuan secara pribadi dari para pengelola untuk menjamin acara tersebut dapat berjalan dengan baik adalah salah satu kunci keberhasilan tempat resepsi tersebut. Ini karena istilah event organizer untuk pernikahan kultur barat memang tidak begitu banyak dipakai. Namun di luar pesta pernikahan, biasanya tempat resepsi seperti ini juga dapat digunakan untuk keperluan pesta yang lain; seperti untuk pesta pertunangan, ulang tahun, sampai event-event yang lain.

 

Dimana dalam kultur pernikahan Asia yang mayoritas hal disiapkan jauh-jauh hari, terkadang ada kisah senang dan gemas dalam melayani para pengantin barat yang tidak sedikit menggunakan sistem “last minute”.

946775_475437095860470_477142782_n Copy of IMG_1005 Copy of IMG_1004 Copy of IMG_1003

National Rhododendron Gardens  Olinda, Victoria
Sections
December 15, 2013 posted by Ozip Team

National Rhododendron Gardens Olinda, Victoria

 

By. Joceline Fanjaya Jana

Photos by : Andreas Wirjady

lake 2 lake

National Rhododendron Gardens atau taman nasional Rhododendron merupakan bagian dari taman yang dikelola oleh Victoria Park sejak tahun 1995. Berawal pada tahun 1960 dimana komunitas Rhododendron Australia meminta izin untuk lahan menanam tanaman Rhododendron kepada komisi perhutanan atau Forest Commision, maka taman ini dapat berdiri di lokasi sekarang dimana dimulai dari 20 ha, maka pada tahun 1975 lahannya berkembang menjadi 40 ha.

 

Taman ini terletak di Olinda, Victoria. Olinda merupakan bagian dari Dandenong Ranges yang lebih dikenal sebagai daerah Mount Dandenong. Olinda juga terkenal akan restoran/café bernama A Pie in The Sky.

 

National Rhododendron Gardens terbuka untuk umum hampir setiap hari dari jam 10 pagi sampai 5 sore. Para pengunjung tidak dipungut biaya untuk memasuki taman ini.

 

Sesuai dengan namanya, tanaman yang menjadi ciri khas di taman ini adalah tanaman Rhododendron. Berkisar 15.000 Rhododendron ditanam disana berserta dengan sekitar 12.000 azaleas, 3.000 Camellias, 250.000 daffodils, dan ratusan tamanan-tanaman lainnya.

 

Taman ini juga memiliki pohon-pohon Cherry Tree yang setiap tahunnya menjadi salah satu tujuan wisata dimana pohon-pohon Cherry Tree berkembang layaknya festival Sakura di Jepang. Tiap tahunnya dikenal dengan Cherry Blossom Festival. Pada masa-masa ini juga disediakan tur bagi para pengunjungnya dengan menggunakan sarana bis taman atau Garden Explorer Bus Tour dengan biaya yang kecil.

 

Taman ini memiliki 2 danau yang setiap danaunya memiliki konsep dan penataan yang berbeda sesuai dengan musimnya. Ada danau yang dikelilingi oleh tanaman seperti Cherry Tree atau tanaman yang berbunga warna-warni setiap tahunnya. Ada danau yang lebih terkesan dikelilingi oleh hutan yang lebat dan pohon-pohon yang tinggi.

 

National Rhododendron Garden juga terdiri dari bagian-bagian taman yang berbeda-beda satu sama lain namun akan selalu ada tanaman Rhododendron yang disesuaikan dengan kemampuan tanaman tersebut untuk berkembang bersamaan dengan tanaman-tanaman lain di bagian taman tersebut.

 

Taman ini cocok untuk piknik bersama keluarga, berolahraga, sampai untuk melaksanakan pesta pernikahan di Mist of Olinda. Taman ini juga memiliki café Vireya yang buka di bulan-bulan tertentu. Selain itu, disana para pengunjung juga dapat membeli tanaman yang memang menjadi ciri khas taman: yakni tanaman Rhododendron beserta dengan variasi tanaman-tanaman lain yang ditanam disana.

IMG_4945 Purple rhododendron Red rhododendron

Daffodils IMG_4847 IMG_4913

 

 

Point Nepean National Park, Portsea, Mornington Peninsula
Sections
December 14, 2013 posted by Ozip Team

Point Nepean National Park, Portsea, Mornington Peninsula

Point Nepean Pic 4 Point Nepean

By. Joceline Fanjaya Jana

Point Nepean National Park ini merupakan salah satu taman yang penuh dengan cerita dan sejarah sejak tahun 1980-an. Taman ini terletak di ujung Mornington Peninsula yang merupakan bagian dari daerah Portsea. Selain sebagai taman wisata, disana juga disediakan aktivitas untuk para pengunjung agar dapat mengetahui asal muasal sebagian penduduk di Victoria dari sejarahnya. Nama Nepean merupakan dari nama Evan Nepean, sekretaris angkatan laut Inggris.

Di taman ini terdapat dua bagian tujuan terbesar. Yang pertama adalah stasiun karantina atau Point Nepean quarantine station dan yang kedua adalah semenanjung menuju benteng Nepean ( Fort Nepean ) atau Point Nepean. Bagi para pengunjung yang tertarik untuk mengetahui sejarahnya, disarankan untuk menjelajahi semenanjung menuju Fort Nepean atau Point Nepean terlebih dahulu.

 

Fort Napean/Point Napean

Bagian semenanjung menuju Fort Nepean atau Point Nepean tidak dibuka untuk akses kendaraan bermotor. Para pengunjung dapat berjalan kaki, naik sepeda, atau membayar bis yang memang disediakan oleh pihak taman dengan biaya yang relatif murah. Untuk mengetahui jadwal bis, biaya, dan tempat pemberhentian bis tersebut, para pengunjung dapat mengunjungi pusat informasi taman atau di information centre.

Daerah Point Nepean merupakan tempat asal muasal para suku Aborigin bernama Boonerwrung. Peninggalan-peninggalan suku Boonerwrung tersebut diperkirakan berusia 40.000 tahun. Terdapat 70 situs purbakala yang tercatat di daerah Point Nepean.

Dalam perjalanan menuju benteng Nepean ( Fort Nepean ) atau Point Nepean, para pengunjung dapat melihat peninggalan-peninggalan tempat pemantauan para serdadu jaman dahulu yang bertugas untuk melihat kapal-kapal laut yang datang atau mendekat. Tempat pemantauan ini terletak di atas bukit-bukit dan di atas tebing-tebing karang. Dari tempat pemantauan yang kecil sampai yang besar. Cheviot Hill merupakan lokasi paling tinggi taman dan terdapat benteng yang terletak paling tinggi dari seluruh benteng yang terdapat di Point Nepean. Namun para pengunjung harus berjalan kaki menuju benteng tersebut. Benteng tersebut merupakan peninggalan dari zaman Perang Dunia II.

Tidak jauh dari Cheviot Hill Stop, para pengunjung dapat melihat tugu peringatan Harold Holt atau Harold Holt Memorial. Tugu ini untuk memperingati kematian perdana menteri Australia, Harold Holt, pada Desember 1967. Pada saat itu, sang perdana menteri berenang di pantai Cheviot namun gagal untuk kembali ke pantai. Beliau dinyatakan hilang.

Menelusuri lebih jauh, dengan nama jalanan Defence Road sebagai satu-satunya jalanan beraspal di Point Nepean, para pengunjung juga dapat melihat Fort Pearce beserta dengan tempat tinggal para serdadu pada saat itu yang dikenal dengan nama Pearce Barracks.

Pada bagian paling ujung Nepean atau Point Nepean, terdapat benteng Nepean atau Fort Nepean. Ini adalah rute paling ujung dari taman. Benteng ini merupakan benteng yang dibangun sekitar tahun 1800-an. Para pengunjung dapat menjelajahi terowongan-terowongan, benteng, tempat pemantauan, tempat senjata, dan ruang mesin yang merupakan peninggalan pada masa perang dunia ke-I dan perang dunia ke-II.

 

Quarantine Station

Stasiun karantina atau Quarantine Station merupakan stasiun atau tempat dimana para pendatang zaman dahulu harus tinggal sementara sampai sudah dinyatakan layak untuk masuk ke kota Melbourne. Stasiun ini dibangun pada tahun 1852. Pada tahun 1880-an, satu-satunya cara untuk memasuki Australia adalah melalui kapal. Perjalanan dari Inggris sampai ke Point Nepean dapat berlangsung berbulan-bulan. Dalam setahun, para pendatang yang terutama dari Inggris dan Eropa dapat mencapai 100.000 orang. Point Nepean merupakan salah satu tempat masuk kapal imigran ke Australia.

Stasiun karantina ini dibangun oleh pemerintah dengan tujuan memisahkan antara para pendatang yang sakit dengan yang sehat. Perjalanan yang memakan waktu berbulan-bulan tersebut memang rentan dengan penyakit yang dengan mudah menyebar dan menular dikarenakan fasilitas yang memang pada saat itu kapal belum dibuat secanggih zaman sekarang. Dalam kapal, ternak-ternak juga dibawa untuk keperluan pangan dan oleh sebab itu menjadi mudah terbentuknya penyakit dalam satu kapal. Penyakit mulai dari flu, diare, demam, sampai kematian merupakan hal yang biasa terjadi selama perjalanan. Tidak sedikit yang meninggal dunia di dalam kapal dan disimpan sampai mendarat di Point Nepean.

Cerita yang paling terkenal tentang perjuangan para imigran pada saat itu adalah kapal Ticonderoga. Kapal ini sampai pertama kali pada tanggal 5 November 1852 dari Mersey River dekat Liverpool, Inggris. Pada saat itu Australia dikenal sebagai masa tambang emasnya. Penumpangnya merupakan  mayoritas petani, peternak, dan para keluarganya dengan jumlah 795 orang penumpang dan 57 awak kapal. Ticonderoga mengalami perjalanan yang luar biasa di lautan. Anak-anak yang pertama meninggal dunia dari radang paru-paru, kekurangan gizi, dan diare. Tidak lama kemudian, epidemik tifus melanda. 100 orang penumpang dan awak kapal meninggal dunia dan 300 orang lainnya sakit parah. Tidak sedikit yang kehilangan seluruh keluarganya selama perjalanan ke Australia pada saat itu.

Sesampainya di stasiun karantina, semua barang milik pendatang harus melalui proses pembersihan atau disinfeksi. Ini untuk mencegah adanya penyakit yang mungkin menempel pada barang-barang yang mereka bawa. Bagi yang sakit, mereka akan dirawat di salah satu dari tiga gedung rumah sakit. Setiap rumah sakit dapat merawat sekitar 100 pasien sekaligus. Bagi mereka yang sakit keras, mereka terpaksa dirawat di rumah sakit di bagian karantina.

Influenza juga sempat menjadi masalah yang cukup besar bagi para imigran selama perjalanan. Tidak sedikit yang meninggal dunia karena itu. Oleh sebab itu dibangun satu bagian khusus bagi mereka yang terserang influenza yang dikenal dengan influenza huts-nya atau pondok-pondok bagi mereka yang terserang influenza. Pandemik yang paling terkenal adalah flu Spanyol atau Spanish Flu.

Pada saat tragedi Ticonderoga, dikarenakan jumlah kematian yang banyak, tempat pemakaman sempat menjadi masalah. Jumlah peti mati yang tidak sebanyak yang meninggal dunia dalam waktu yang bersamaan atau berdekatan, ada yang terpaksa harus menguburkan anggota keluarganya dalam satu liang kubur yang sama tanpa peti mati. Ada juga yang terpaksa diposisikan berdiri agar dapat memuat lebih banyak jenasahnya.

Stasiun karantina dibangun untuk membantu memenuhi kehidupan para imigran untuk sementara. Sekolah dibangun untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

Mengunjungi stasiun karantina ini, para pengunjung dapat melihat perjuangan dan kondisi zaman dahulu demi kehidupan yang baru di Australia. Tahun 1977 adalah tahun terakhir pasien dikarantina disana. Pada tahun 1980, stasiun karantina ini resmi ditutup.

 Point Nepean Pic 3

***

 

 

 

Bogota
Sections
December 14, 2013 posted by Ozip Team

Bogota

Amelia Toro Bogota desainerBekerjasama dengan Air France, Garuda Indonesia bisa mengantarkan Anda dari Jakarta ke Bogota, ibukota Kolombia, salah satu negara penghasil kopi paling ternama di dunia. OZIP mengajak Anda untuk mengenal lebih dekat kota yang disebut oleh Anand Giridharas dari The New York Times sebagai percampuran antara kota bohemian yang hip dan tempat perang mafia narkoba ini. Jangan kuatir, Bogota dikenal sudah semakin membersihkan tempatnya dan semakin aman untuk dikunjungi turis.

Bogota Fact Sheet

Penduduk: 7,6 juta

Bahasa resmi: Spanyol

Mata uang: 1 Colombian peso = sekitar Rp 5,5.

Budget hotel: sekitar 121,000 peso (kelas budget)- 400,000 peso (bintang empat/lima).

Apakah Anda tahu? Warga negara Indonesia bisa masuk Kolombia tanpa visa karena adanya kebijakan kerjasama kedua negara.

The Plantation House SalentoBogota: The Capital City of Colombia

Sebagai ibukota Kolombia, Bogota adalah pusat ekonomi, sosial, dan pemerintahan di Kolombia. Banyak perusahaan internasional yang berkantor di kota ini. Gedung-gedung pemerintahan sampai kantor pusat produsen dan pengekspor kopi pun biasanya terletak di Bogota.

Secara umum Bogota mempunyai 7 zona area, yang mempunyai karakteristiknya sendiri. Untuk Anda yang ingin menikmati pusat gaya hidup terbaik yang upscale di Bogota, maka disarankan untuk mengunjungi Zona 1 atau Zona Norte (utara) dan Zona 2, Zona Noroccidente, yang sedang berkembang ke arah yang sama dengan Zona Norte. Disinilah letak restoran-restoran, pusat wisata belanja, kehidupan malam, dan perdagangan. Zona Norte juga dikenal sebagai Zona Rosa.

Jika minat Anda ingin menelusuri sisi lokal dari Kolombia, cobalah berkunjung ke Zona 5 Centro, di pusat kota ini. Disini ada berbagai pusat kebudayaan, kantor-kantor pemerintahan, distrik keuangan, dan pusat perdagangan dan ekonomi di kota ini.

Sisi utara dan tengah kota ini adalah yang pantas untuk Anda kunjungi sebagai wisatawan jika ingin langsung melihat kenikmatan apa saja yang ditawarkan oleh Bogota bagi para pengunjungnya.

Di Zona Rosa yang trendi misalnya, Anda bisa keluar masuk sederetan butik yang menghiasi kawasan ini. Di butik desainer asli Bogota seperti Amelia Toro, misalnya, Anda bisa berbelanja gaun warna-warni yang cocok untuk musim panas. Diatasnya, ada Xoco, yang menjual berbagai jenis cokelat, truffles, dan bonbons. Anda bisa membeli cokelat sebagai oleh-oleh hanya dengan seharga 22,000 peso (Rp. 121,000).

Untuk Anda yang tertarik dengan kebudayaan Amerika Selatan di Kolombia, coba jelajahi distrik Candelaria. Disinilah lokasi institusi kebudayaan yang paling utama di Bogota. Botero Museum (Calle 11 no. 4-21) memuat koleksi seni dari seniman Kolombia Fernando Botero, diantaranya juga termasuk karya-karya dari Renoir, Monet dan Picasso, selain tentunya juga karya-karya Botero sendiri. Sementara di seberang museum, terletak Biblioteca Luis Angel Arango, yang menghadirkan kenangan Bogota dan Kolombia sebelum pendudukan koloni. Berbagai instrumen musik tradisional khas penduduk asli daerah ini terpampang disini. Jangan lewatkan juga Gold Museum (Calle 16 No. 5 -41), yang menampilkan sejarah emas dan bagaimana arti penting emas telah membentuk negara ini.

Wisata Kopi di Ibu Kota Kopi Dunia

Bukan saja dikenal sebagai pusatnya narkoba seperti kokain, namun Kolombia juga sudah dikenal lama sebagai salah satu negara penghasil kopi yang cukup terpandang di dunia.

Untuk menjelajahi sentra kopi di Kolombia, dari kota Bogota Anda bisa menempuh perjalanan ke Salento, yang terletak di jantung negara ini. Berada di antara dua kota kecil Armenia dan Pereira, Anda bisa mengambil penerbangan ke salah satu kota tersebut dengan menggunakan maskapai penerbangan domestik di Kolombia seperti misalnya Avianca, Aerorepublica (jika Anda memilih rute Bogota-Pereira) atau Avianca, ADA, LAN, dan Easyfly (jika Anda memilih rute Bogota-Armenia). Setelah mendarat di bandara masing-masing kota tersebut, Anda bisa menempuh perjalanan darat selama sekitar 2 jam dengan bus ke Salento. Memangnya ada apa di Salento?

Nah, jika Anda termasuk wisatawan yang gemar berpetualang dan terjun langsung ke lapangan melihat satu aspek khas atau unik dari tempat yang Anda kunjungi, Anda harus menginap di The Plantation House, di Salento. Begitu tiba di plaza utama kota ini, penginapan yang sudah berumur satu abad ini hanya berjarak sekitar 5 blok.

Tempat penginapan yang satu ini menawarkan paket wisata kopi yang membuat Anda mengenal lebih dalam proses pembuatan kopi khas Kolombia. Jika Anda penggemar kopi Amerika Selatan, Anda harus coba pengalaman sekali seumur hidup ini.

Hanya 10 menit berjalan kaki dari tempat penginapan Anda, Anda bisa langsung menengok perkebunan kopi yang sampai sekarang masih produktif. Disana, Anda bisa berkenalan dengan Don Eduardo, pemilik dan pengelola perkebunan kopi di The Plantation House ini. Beliau yang akan menghidangkan kopi, menjelaskan kepada Anda bagaimana biasanya kopi dinikmati di Kolombia, dan tentu saja menjelaskan proses pembuatan kopi yang masih tradisional dan dengan teknis tertentu.

Petualangan di perkebunan kopi ini akan mengajarkan Anda bagaimana mereka menyeleksi biji kopi yang bagus, sampai menyikapi bagaimana Amelia Toromelindungi pohon kopi agar tidak langsung terkena sinar matahari (karena memang tanaman kopi tidak boleh langsung terkena sinar matahari). Menarik kan? Kalau ingin tahu lebih lanjut, silakan langsung cek ke http://www.theplantationhousesalento.com/

Santai di Puncak Gunung

Selain bertualang di perkebunan kopi, para pencinta alam juga bisa berwisata ke puncak Cerro Monserrate. Berlatar belakang pegunungan Andes, hanya dengan mengambil paket tur seharga 14,000 peso, Anda bisa menikmati puncak Monserrate dan menghirup udara segar, menikmati pemandangan kehijauan pegunungan, menjelajahi beberapa taman-taman dan santai di kota kecil yang ada di sekitar Monserrate. Pilih salah satu dari restoran yang ada di puncak pegunungan ini untuk menikmati makan malam sambil melihat suasana pegunungan. Sounds so perfect!

Sumber: About.com, Getaway Magazine, New York Times, The PlantationHouse Salento

Foto: Dari berbagai sumber