Category Archives: Culinary

Culinary

Loenpia Semarang Ndoro Njonja
Culinary
February 23, 2015 posted by Ozip Team

Loenpia Semarang Ndoro Njonja

Setiap kota di Indonesia pasti punya ciri khas makanan. Untuk kota Semarang, lumpia tentu harus disebut di depan. Cemilan ini memang khas dari ibukota Jawa Tengah itu. Pergi ke Semarang tak bersua lumpia, ibarat makan sayur tanpa garam, hambar dan kurang mantap. Namun, jika ada yang mengklaim bisa menghasilkan lumpia Semarang itu di Melbourne, tentu cukup mengejutkan. Perlu dibuktikan kebenarannya, apalagi rasanya diakui otentik.
(more…)

Ayam Chef-Hidangan Malaysia yang Homey
Culinary
December 29, 2014 posted by Ozip Team

Ayam Chef-Hidangan Malaysia yang Homey

Restoran yang menyajikan hidangan Malaysia di Melbourne kini semakin beragam dengan berdirinya Ayam Chef pada bulan Juni 2014 lalu. Restoran yang terletak di 67-69 Coventry Street, Southbank, ini menghadirkan anekaragam makanan khas Malaysia dengan sentuhan modern. Meski demikian, atmosfer restoran dan cita rasa masakannya masih terasa homey.
(more…)

PADANG  KITCHEN – Cooking with Heart
Culinary
October 20, 2014 posted by Ozip Team

PADANG KITCHEN – Cooking with Heart

Dapur masakan Indonesia,   cita rasa masakan rumahan

Pada mulanya Dian Bahroelim, wanita Padang berusia 40 tahun datang ke Australia untuk menemani suami yang bekerja di sebuah perusahaan pertambangan di Western Australia.   Tinggal di sebuah kota kecil Mackay jauh dari keramaian kota Brisbane, dengan bahan-bahan yang terbatas, ia tetap berusaha menyajikan masakan Indonesia untuk suami tercinta. (more…)

On Food & Australian Wine
Culinary
July 20, 2013 posted by OZIP Team

On Food & Australian Wine

Sejarah Singkat Wine Australia

 

Seringkali orang-orang berpikir bahwa Australia adalah negara yang cukup muda. Dengan demikian, industri anggurnya pun masih relatif muda. Tetapi yang tidak mereka ketahui adalah bahwa Australia sudah mempunyai sejarah memproduksi anggur untuk lebih dari 150 tahun.

Stek-stek anggur dari Cape of Good Hope dibawa ke koloni penjara yang ada di New South Wales oleh Arthur Phillip melalui First Fleet tahun 1788. Sebuah percobaan pembuatan anggur dari stek-stek anggur ini gagal, tetapi kemudian dengan kegigihan, penduduk lainnya berhasil untuk mengolah stek-stek anggur ini untuk memproduksi anggur (wine). Tahun 1820, anggur yang diproduksi di Australia pun tersedia untuk dijual untuk lingkup lokal.

Tahun 1822 Gregory Blaxland menjadi orang pertama yang mengeksport wine Australia, dan merupakan pembuat wine pertama yang memenangkan penghargaan dari luar negeri.

Tahun 1830, kebun-kebun anggur kemudian dibangun di Hunter Valley. Tahun 1833, James Busby, kembali dari Prancis dan Spanyol dengan pilihan variasi anggur termasuk anggur-anggur Perancis yang paling klasik dan pilihan anggur yang bagus untuk produksi anggur yang terjaga.

Wine Australia dari Adelaide Hills dikirim ke Ratu Victoria tahun 1844, namun tidak ada bukti bahwa ia telah memesan wine Australia sebagai hasil dari pengiriman tersebut.

Kuantitas dan kualitas produksi wine Australia akhirnya meningkat pesat dengan adanya kedatangan banyak pendatang yang bukan tahanan penjara dari berbagai bagian benua Eropa, yang menggunakan keahlian dan pengetahuan mereka untuk membangun beberapa area premier penghasil wine Australia.

Industri wine Australia adalah eksporter wine terbesar di dunia, dengan jumlah eksport kurang lebih 750 juta liter per tahun ke pasar ekspor dunia dengan hanya sekitar 40 % produksi yang dikonsumsi di pasar lokal.

Wine diproduksi di setiap negara bagian, dengan lebih dari 60 area wine yang dirancang khusus untuk memproduksi wine. Jumlah total area ini mencapai 160,000 hektar. Walaupun begitu, area wine ini sebagian besar berada di bagian selatan, dimana udaranya lebih dingin.

 

Budaya & Pengetahuan Wine Australia

Ironisnya, konsumsi wine di Australia sendiri meningkat pertahunnya lebih dari 10 % dengan basis per-liter. Ini adalah angka yang cukup mengejutkan.

Seni dan gaya pembuatan wine Australia selama ini selalu dianggap berciri “Dunia Baru” namun sebenarnya sejarah wine Australia sudah cukup panjang.

Dalam 30 tahun terakhir, proses dan gaya pembuatan anggur Australia bergerak dari tendensi mengikuti selera lokal menjadi semakin mengikuti selera internasional.

Para pembuat anggur tidak lagi menciptakan trend-trend baru, walaupun tentu saja mereka akan tetap mengikuti tradisi teknologi pembuatan anggur yang diajarkan secara turun-temurun.

Setelah adanya banyak perubahan baik dalam faktor iklim, lingkungan, maupun permintaan pasar, para pembuat anggur akhirnya telah berusaha memperkuat adanya pertukaran dan komunikasi antara satu sama lain. Banyak estate wine yang lebih terkenal, ikut mengunjungi dan berpartisipasi dalam proses pembuatan anggur. Mereka menggabungkan lingkungan dan iklim lokal sebagai bagian dari pertukaran pengalaman ini, untuk memproduksi wine yang berbeda dan juga untuk bisa menunjukkan gaya-gaya yang berbeda untuk wine area tersebut. Ini juga merupakan satu alasan kenapa wine Australia populer di dunia internasional.

Menurut statistik, dari tahun 1970 sampai 1980 di Australia, selama masa pengolahan variasi wine di Australia, yang paling populer adalah Chardonnay, Cabernet Sauvignon, dan Shiraz.

Chardonnay – yang merupakan wine produksi asli Perancis (Bourgogne) –  biasanya diletakkan di oak barrel setelah melewati proses fermentasi. Lantas, ia akan meresapi oak barrel tersebut. Chardonnay mengeluarkan aroma Izumo, honey melon, dan lemon. Rasanya seperti madu dan mempunyai kekayaan selera dari pertukaran elemen barrel- nya.

Australia memproduksi sedikit Chardonnay awalnya. Pembuatannya yang simpel dan menggunakan buah segar membuatnya menjadi anggur putih berharga sangat terjangkau dan menjadi kesukaan masyarakat umum.

Sampai di awal tahun 1990-an, trend mulai berubah. Pengolahan Semillon Sauvignon Blanc akhirnya mengalahkan kepopuleran Chardonnay. Kualitas wine Semillon dan Chardonnay hampir sama. Chardonnay juga bisa dicampur dengan Semillon. Percampurannya menghasilkan aroma white wine yang kaya rasa. Pada masa itu, minuman ini sangat disambut dengan baik karena pengolahannya yang tidak memakan biaya yang mahal.

Pada awal tahun 1990-an, Sauvignon Blanc sangat laku dan menjadi populer. Ini adalah tanaman anggur yang sangat mudah ditumbuhkan dan dirawat.  Memiliki aroma bunga putih, pomegranate, dan rerumputan. Dengan aroma dan rasa buah-buahan yang kaya dan segar, tidak heran kalau hal tersebut menjadi penyebab minuman ini sangat populer di masyarakat.

Pada pertengahan 1990-an, Pinot Girls, mulai datang dari Perancis dan Italia. Aromanya memiliki hawa panas buah-buahan segar. Kualitas anggurnya dry, dengan kadar keasaman yang rendah dan rasa yang sedikit pedas, cocok untuk dikonsumsi bersama hidangan utama.

 

Matching Food & Wine – A Recommendation by Andrew Chan

San choy Bao matched with Petaluma Riesling.

SanChoyBao

San Choy Bao –

Ingredients:

Finely chopped Quail or Pork Meat (some people prefer mixed together), chopped mushroom, chopped water chestnut, chopped onion & chopped spring onion.

1/ wok seared Quail or Pork in the wok until cooked. Then add all the ingredients and seasoned to taste and sprinkle spring onion on top and served in a Lettuce Leaf.

Petaluma Riesling –

Petaluma-RieslingAroma –

Lime, Citrus aroma. Colour – Pale, yellow, golden straw.

Palate –

Good fruit structure with beautiful lime, lemon.

Good middle and with a good acid dry structure and a long lingering finish.

As you take a first mouthful of the san choy bao and then drink a sip of the Petaluma Riesling. You will notice the acid structure of the Riesling cuts through the fattiness of the San Choy Bao and lifted the mouth. Feel of the dish and enhance it by the good minerals of the wine and the finish dry acid blends in together with the lettuce, making the experience so much more memorable which you can enjoy together.

 

  • Sejuta Kelezatan Indonesia dalam Satu Gigitan
  • Sejuta Kelezatan Indonesia dalam Satu Gigitan
  • Sejuta Kelezatan Indonesia dalam Satu Gigitan
  • Sejuta Kelezatan Indonesia dalam Satu Gigitan
  • Sejuta Kelezatan Indonesia dalam Satu Gigitan
Culinary
April 2, 2013 posted by OZIP Team

Sejuta Kelezatan Indonesia dalam Satu Gigitan

Setelah satu bulan masa renovasi mereka, Bamboe Restaurant yang dinanti-nantikan kini kembali lagi ke hadiran masyarakat Melbourne. Restaurant yang berdiri pada tahun 2004 ini, tidak hanya sekedar restaurant Indonesia pada umumnya! Mengapa demikian?
(more…)