Category Archives: Biz Sharing

Biz Sharing

Edukasi dan Hubungan Bilateral
Biz Sharing
May 23, 2015 posted by Ozip Team

Edukasi dan Hubungan Bilateral

Hendrarto Darudoyo

Peneliti & Penulis

 

Di kawasan Asia Tenggara, mereka yang lulusan Australia boleh dibilang paling banyak bisa ditemui di Indonesia. Semakin bertambah jumlahnya warga Indonesia yang kini, masih atau sempat menduduki berbagai jabatan strategis atau penting di pemerintahan, dunia bisnis dan universitas di Tanah Air. Sebut saja salah satu di antara mereka, yakni Boediono. Orang nomer dua RI ini sewaktu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono adalah jebolan Monash University. Beberapa anggota kabinet Yudhoyono juga mengenyam pendidikan tinggi di Australia.
(more…)

Imigrasi, Populasi, dan  Pertumbuhan Ekonomi
Biz Sharing
March 30, 2015 posted by Ozip Team

Imigrasi, Populasi, dan Pertumbuhan Ekonomi

Hendrarto Darudoyo

Peneliti dan Penulis

Tahukah anda, tahun 2030-an diproyeksikan bahwa kemungkinan bakal lebih banyak warga Australia yang wafat ketimbang mereka yang lahir? Australia termasuk negara-negara dengan populasi yang menua, dimana jumlah warga berusia 65 tahun keatas semakin meningkat. Sementara, sebagai bangsa yang bukan penganut prinsip “banyak anak, banyak rejeki”, tingkat kelahiran di negeri ini terbilang masih rendah. Kurang penduduk juga berarti kurangnya mereka dari usia kerja. Kecenderungan demikian dapat menjurus kepada kelangkaan tenaga kerja, naiknya biaya-biaya kesehatan dan kesejahteraan, berkurangnya pertumbuhan ekonomi, serta turunnya standar hidup warga Australia.
(more…)

Peluang Ada di Sektor Jasa
Biz Sharing
December 29, 2014 posted by Ozip Team

Peluang Ada di Sektor Jasa

Kini boleh dibilang industri jasa menjadi primadona di Australia, sebagaimana pernah disinggung dalam tulisan lalu. Tatkala sektor manufaktur anjlok belakangan ini, sektor jasa mengambil porsi dalam perekonomian yang lebih besar ketimbang sebelumnya. Saat ini setiap bisnis praktis adalah bisnis jasa, mengingat setiap bisnis pada dasarnya adalah bisnis melayani pelanggan. Pendek kata, servis adalah urusan bisnis.
(more…)

Biz Sharing
December 18, 2014 posted by Ozip Team

Bisnis dan Popularitas

Daru-ozip

Kian populer produknya, makin menjamur bisnisnya di Australia. Di negara dimana industri jasanya kini tengah naik daun ini, bisnis restoran tergolong masih lumayan (jika tidak bisa dibilang amat) menjanjikan. Menilik kebutuhan dan selera makan masyarakat Australia, bisnis makanan boleh dibilang “tidak ada matinya”. Yang pasti, semua orang butuh makan. Menu masayarakat Australia semakin beragam dengan hadirnya masakan-masakan Asia. Jumlah rumah makan, depot, kedai, warung, atau apapun nama sejenisnya bernuansa Asia yang menyuguhkan masakan masing-masing bangsa terus bertambah.

 

Popularitas masakan Asia di Australia terus meningkat. Restoran-restoran Cina dan India, contohnya, banyak ditemui di berbagai wilayah, sampai yang cukup ke pelosok sekalipun. Masyarakat Australia memperoleh bermacam pilihan ragam masakan bukan hanya dari kedua negara Asia tersebut dan bisa memilih bersantap di rumah makan kelas atas hingga warung kelas take-away. Selain masakan Cina dan India, masayarakat Australia juga kian akrab dengan masakan-masakan asal Thailand, Jepang, Malaysia, Vietnam, Korea, Indonesia dan Srilangka.

 

Kalau kita mau sekedar membuat peringkat, sebagaimana termuat dalam satu blog yang didedikasikan untuk seni dan budaya Asia-Australia, diantara masakan bangsa-bangsa Asia, posisi masakan Indonesia ada di urutan bawah dalam 10 besar. Di bilangan Asia Tenggara, masakan Indonesia berada di belakang Thailand, Malaysia dan Vietnam. Masakan Thailand (setelah Cina dan India, masing-masing peringkat pertama dan kedua) dan Malaysia (setelah Jepang yang bertengger di urutan keempat) masuk 5 besar masakan terpopuler di Australia.

 

Beberapa dekade belakangan ini, popularitas masakan Thailand terlihat melejit, bersaing dengan masakan Cina dan India di Australia. Berdasarkan data yang diambil dari Universitas Sydney, jumlah bisnis restoran Thailand mencapai lebih dari tiga ribu dan seperempatnya berlokasi di Sydney. Di luar Thailand, populasi orang Thailand di Sydney tercatat terbesar kedua setelah Los Angeles, Amerika Serikat.  

 

Lantas, bagaimana halnya dengan restoran Indonesia? Jumlahnya memang ternyata tidak sebanyak restoran Thailand. Diperkirakan, jumlah restoran Indonesia di Australia tidaklah mencapai seribu. Kendati Bali adalah tujuan wisata yang lebih populer ketimbang Thailand bagi warga Australia, tetapi Indonesia tampaknya tidaklah demikian. Begitupun dengan masakan Indonesia, kurang populer dan kalah mendunia dibandingkan dengan masakan Thailand. Sementara, masakan Bali lebih tidak populer lagi dan jumlah restorannya tidak banyak pula. Padahal, letak Indonesia lebih dekat ke Australia daripada Thailand.

 

Popularitas masakan bukanlah satu-satunya yang menentukan kehadiran bisnis restoran dari negara Asia tertentu. Populasi asal suatu bangsa di Australia juga berperan dalam hal ini. Orang-orang Cina dan India adalah dua kelompok bangsa Asia terbesar. Jumlah mereka yang besar ini turut mendorong berdirinya bisnis-bisnis restoran Cina dan India di Australia. Namun, jumlah orang Thailand dan Jepang tidaklah banyak di berbagai wilayah Australia. Toh, masakan-masakan asal Thailand dan Jepang hampir menyaingi kepopuleran masakan-masakan Cina dan India.

 

Berbeda dengan restoran Cina atau India, banyak restoran Thailand dan Jepang yang dikelola dan diawaki oleh orang-orang non-Thailand dan Jepang. Orang-orang Cina dan India, selain bangsa Anglo, juga berada di belakang sejumlah bisnis restoran Thailand dan Jepang. Dari pengamatan sekilas, mereka yang bekerja sebagai manajer dan bahkan juru masak (chef) di restoran-restoran ini tidaklah selalu orang-orang Thailand dan Jepang. Sedangkan restoran-restoran khas Indonesia (atau Bali) pada umumnya dikelola dan diawaki oleh orang-orang Indonesia, yang jumlahnya juga tidak banyak di Australia. Kurangnya jumlah restoran Indonesia di negara ini dikarenakan tidak terdukung baik dari sisi popularitas masakan maupun populasi warganya.

Satu hal lain yang ikut menentukan belum cukup banyaknya restoran Indonesia dibandingkan Cina, India, Thailand, atau Jepang di Australia adalah budaya kewirausahaan di kalangan orang-orang Indonesia yang bermukim di Australia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan orang Indonesia lebih memilih menjadi profesional ketimbang wirausahawan/wati. Berbisnis memang kompleks, dan masih kurangnya popularitas dan populasi membuat persaingan tersendiri dalam bisnis restoran Indonesia di sini.

 

.

Hendrarto Darudoyo

Praktisi Bisnis

Finding and pursuing your dream job
Biz Sharing
April 2, 2013 posted by OZIP Team

Finding and pursuing your dream job

A job or a career is important for most of us to pursue at some point in our lives. Sadly, with the uncertainty of the world’s economy and retrenchment of many workers, we must admit the struggles and competition many face today in securing a job. (more…)